Iparku Perusak Rumah Tanggaku

Iparku Perusak Rumah Tanggaku
Tak Sengaja Bertemu Reta


__ADS_3

Kini Rocky sudah tidak bisa lagi membujuk Rachel. Ia begitu kesal karena usahanya gagal. Seraya bercermin, ia terus saja menggerutu.


"Padahal jika aku lihat sendiri, wajahku ini tidaklah jelek. Aku begitu tampan dan menawan, tetapi kenapa Rachel tak mau menerima ku lagi ya?"


"Aku juga heran pada Reta, seharusnya ia juga bahagia dan bangga karena aku lebih memilih dirinya. Tetapi ia juga pergi begitu saja dari hidupku."


"Dia wanita yang sangat bodoh, telah menyia-nyiakan ketampananku ini. Seharusnya mereka senang dan bahagia."


'Hem, biarkanlah saja. Aku yakin nantinya mereka juga akan menyesal jika aku sudah mendapatkan wanita yang lebih baik dari pada mereka."


Rocky terus saja memuji ketampanannya sendiri dan menghujat sikap Rachel dan Reta. Ia sedang menyusun siasat untuk bisa mendapatkan wanita yang kaya raya.


Berbeda situasi dengan Rachel, ia sedang duduk termenung sendiri di teras halaman. Dan tiba-tiba dirinya terhenyak kaget pada saat bahunya di tepuk oleh Rama.


"Rachel, kok kamu melamun? apa tmada hal yang membuatmu menjadi gelisah seperti ini?" tegur Rama.


"Astaga, Mas Rama. Kenapa mengangetkan aku, untung saja aku tak punya riwayat penyakit jantung. Aku memang sedang memikirkan sesuatu," ucap Rachel seraya menghela napas panjang.


"Coba kamu ceritakan padaku, supaya kamu tidak gelisah lagi."


Rama langsung saja menjatuhkan pantatnya di kursi samping Rachel duduk.


Rachel pun segera menceritakan pada Rama tentang kedatangan Rocky beberapa hari yang lalu ke kantornya. Dan apa saja yang di katakan oleh Rocky padanya. Dengan sangat seksama, Rama mendengar cerita dari Rachel. Dan sesekali ia memicingkan alisnya.


"Lantas dari ceritamu itu, apa yang membuatmu menjadi gelisah?" tanya Rama heran.


"Yang aku heran, memangnya Mba Reta itu sekarang ada dimana? aku pikir setelah waktu itu ia pergi dari sini bersama dengan Rocky, mereka langsung memutuskan untuk menikah. Karena terakhir kali, aku juga bertemu dengan mereka di sebuah pusat perbelanjaan. Itu yang membuat aku heran, mas. Setelah apa yang ia lakukan bersama dengan Rocky, untu apa juga ia kabur dari Rocky?" ucap Rachel.

__ADS_1


"Astaga, Rachel. Jadi kamu diam itu sedang memikirkan dimana keberadaan Reta saat ini? sudahlah, kamu tak usah lagi memikirkannya. Aku saja sudah mulai bisa move on darinya. Karena jika kita ingat lagi mereka, pasti yang ada rasa sakit hati kita akan muncul lagi," ucap Rama menasehati adiknya.


"Iya juga sih, mas. Oh iya mas, aku akan ke sebuah pesantren yang letaknya lumayan jauh dari kota ini. Apakah kamu akan ikut, mas?" tanya Rachel mengalihkan pembicaraan.


"Memangnya kapan kamu akan ke pesantren?" tanya Rama.


"Besok kan hari libur, aku akan ke sana bersama mamah dan papah," ucap Rachel.


"Baiklah aku akan ikut, daripada bengong di rumah mending melakukan aktivitas yang positif," ucap Rama.


********


Hingga tak terasa, hati liburpun telah tiba. Rama dan Rachel bersama kedua orang tuanya segera pergi ke sebuah pesantren di kota sebelah. Mereka memang sudah biasa melakukan kegiatan amal setiap bulannya dan berpindah-pindah tempat.


Kini orang tua Rachel memilih ke suatu pesantren dan mereka awalnya hanya mengajak Rachel saja karena mereka tahu jika akan mengajak Rama.


"Alhamdulillah, akhirnya kamu ikut juga Rama," ucap Papah Sony.


"Papah sama mamah nggak adil, masa iya yang di ajak hanya Rachel. Aku tidak di tawari mau ikut atau tidak. Jika bukan karena Rachel yang mengajak, pasti aku bengong sendiri di rumah," rajuk Rama seperti anak kecil yang sedang minta permen.


"Haaaa.... begitu saja ngambek. Sudah nggak usah manyun begitu, mamah doain nanti setelah sampai di pesantren kamu bisa bertemu dengan gadis pesantren yang baik dan juga setia. Supaya kalian bisa menikah dan kami segera punya momongan."


"Kamu juga, Rachel. Semoga kamu juga cepat dapat jodoh. Karena di pesantren ini bukan hanya untuk para gadis tapi juga para bujangan. Tetapi mereka tidak di satukan dalam satu rumah. Tetapi di pisah tempatnya sih."


Mendengar apa yang dikatakan oleh Mamah Nana, Rachel pun mengerucutkan bibirnya.


"Mah, aku pikir maksud mamah mengajak aku dan Mas Rama ke sebuah pesantren untuk acara amal. Kok acara biei jodoh?" ucap Rachel.

__ADS_1


"Buka biro jodoh, Rachel sayang..Mamah kan hanya berharap saja. Memang berharap hal positif tidak boleh ya? lagi pula kan dia pesantren ini, di khususkan untuk anak-anak kecil. Hanya saja para pengajarnya kan masih lajang. Untuk pesantren yang khusus anak-anak perempuan, yang mengelola itu perempuan yang masih lajang."


"Dan untuk pesantren satunya lagi, dimana untuk anak-anak laki. Yang mengelola juga khusus laki-laki. Tetapi yang punya dua pesantren ini satu orang. Yakni pasangan suami istri."


Baik Rama maupun Rachel mendengar penjelasan dari Mamah Nana hanya berhooh ria saja. Setelah itu mereka fokus menikmati indahnya pepohonan di sepanjang perjalanan.


Hingga tak terasa telah sampai di sebuah pesantren khusus wanita. Dan mereka segera menemui pengelolanya. Dan pada saat mereka melihat Reta, mata mereka membola.


Reta pun demikian juga, ia begitu malu pada saat bertemu dengan keluarga Rama. Tetapi ia bertekad untuk meminta maaf secara langsung pada mereka semua.


"Bu Ustadzah, kenapa ada wanita pendosa itu di pesantren ini?" tanya Mamah Nana menunjuk tak suka pada Reta.


"Jadi, Bu Nana sudah kenal dengan Reta? semua manusia punya dosa, Bu. Tidak hanya dengan Reta. Kita semua juga tak luput dari dosa baik yang kita sengaja maupun tidak," ucap Bu Ustadzah.


"Saya tahu akan hal itu, Bu Ustadzah. Tetapi..


"Husss..mah, sudahlah. Kita datang kemari karena untuk beramal bukan untuk mengungkit masa lalu anak-anak kita," ucap Papah Sony memotong pembicaraan istrinya.


Hingga pada akhirnya, Mamah Nana hanya diam saja. Ia hanya menatap tajam pada Reta yang terus saja tertunduk.


"Bu Ustadzah, maafkan istri saya. Dia memang pernah kecewa dengan Reta."


Hingga sejenak Papah Sony menceritakan masa lalu kelam itu pada Bu Ustadzah. Dan Bu Ustadzah hanya mengangguk dan tersenyum.


"Oh jadi kalian ini mantan mertua dari Reta? Reta sudah menceraikan semuanya pada saya dan suami saya pada waktu ia pertama kali datang di pesantren ini."


Kini giliran Bu Ustadzah menceritakan apa yang pernah di ceritakan oleh Reta padanya. Mendengar apa yang diceritakan oleh Bu Ustadzah tak lantas membuat keluarga Rama memaklumi kesalahan dan dosa yang di lakukan oleh Reta. Hanya saja mereka menghargai cerita dari Bu Ustadzah saja. Mereka hanya berhooh saja, tanpa berkata lagi.

__ADS_1


Dan lantas mereka langsung pada satu tujuan yakni ingin beramal di pesantren tersebut dan pesantren satunya lagi. Tanpa menghiraukan adanya Reta.


__ADS_2