
Sudah satu bulan tak terasa, Rachel menjadi istri Willy. Dan ini ia merasakan bahagia yang seutuhnya. Sekembalinya dari honeymoon di Swiss ia memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga dan tidak menjadi wanita karir lagi.
"Mas Willy, ada yang ingin aku bicarakan denganmu bisa kan?" ucapnya di sela waktu luang pada saat akan tidur.
"Katakan saja sayang, tak usah meminta izin seperti ini. Kamu kan sudah menjadi istriku," ucap lembut Willy.
"Mas, bagaimana kalau aku tidak bekerja? maksudnya aku ingin menjadi ibu rumah tangga saja karena aku ingin fokus di rumah dengan merawat dan menjaga Sita. Aku merasa memang ini sudah waktunya aku di rumah saja," ucap Rachel.
"Apa kamu yakin dengan keputusanmu? lantas jika kamu tidak bekerja, siapa yang akan menghandle perusahaan yang selama ini kamu pimpin? aku sih tidak masalah jika kamu benar-benar ingin resign dari pekerjaanmu, tetapi aku merasa tidak enak dengan orang tuamu. Aku tak ingin mereka berpikir akulah yang memaksamu untuk menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya."
"Sebelum kamu memutuskan hal ini, sebaiknya kamu diskusikan terlebih dahulu dengan orang tuamu dan kakakmu, jangan sampai ada suatu kesalah pahaman. Walaupun kita telah berumah tangga sendiri, tetapi kadang kala ada hal yang harus dibicarakan dengan anggota keluarga, tidak sepenuhnya kita putuskan berdua saja."
Mendengar apa yang barusan dikatakan oleh Willy, Rachel menyunggingkan senyumnya, ia begitu bersyukur karena mempunyai suami yang sangat bijaksana tidak egois.
"Mas Willy, sebelum kita menikah dan pada saat kamu mengatakan ingin mempersunting diriku. Aku telah mengatakan hal ini kepada keluargaku, dan mereka sama sekali tidak mempermasalahkan jika aku resign dari pekerjaanku. Karena perusahaan yang selama ini aku pimpin, murni milikku. Hingga terserah aku mau berbuat apa," ucap Rachel.
"Lantas jika kamu resign dari kantor, siapa yang akan memimpin kantormu itu?" tanya Willy.
__ADS_1
Rachel telah memutuskan untuk memberikan wewenang sepenuhnya kepada Willy untuk mengurus perusahaannya, itupun jika ia bersedia. Tetapi jika keberatan, Rama sudah siap untuk membeli perusahaan milik Rachel.
Mendengar apa yang dikatakan oleh, Rachel. Sejenak ia diam seolah sedang berpikir, apakah sekiranya ia mampu untuk menghandle dua perusahaan sekaligus.
"Sayang, jika aku menghandle perusahaanmu juga. Yang ada nanti aku akan sangat sibuk, dan tak ada waktu untuk bisa bersantai denganmu dan Sita. Jujur saja, aku juga tak ingin terus berkutat dengan perusahaan. Sesekali aku ingin meluangkan waktuku untuk keluargaku. Aku tidak ingin mengabaikan kalian berdua," ucap Willy.
"Suatu keputusan yang sangat bijaksana, mas. Aku benar-benar kagum dengan dirimu yang bisa memberikan keputusan yang sangat tepat. Baiklah, mas. Aku juga setuju dengan apa pun yang telah menjadi keputusanmu. Kalau begitu besok kita kerumah orang tuaku untuk mengatakan hal ini pada, Mas Rama," ucap Rachel.
"Baiklah, sayang. Kini aku ingin.....hheee ...
Rachel pun sudah tahu apa yang di maksud dengan perkataan dari Willy yang sempat tak di lanjutkan tersebut. Rachel pun mengangguk di sertai senyuman, ia memberi kode pada suaminya itu untuk segera melakukan aksinya. Yakni melakukan rutinitas malam mereka di ranjang.
Dan tak berapa lama, tanpa mereka sadari tubuhnya telah polos tanpa sehelai benangpun. Hal ini membuat mereka lebih leluasa lagi untuk segera melakukan rutinitas ranjangnya. Hingga satu jam lamanya mereka bermain, hingga keringat bercucuran di tubuh keduanya. Selepas itu mereka tidur seraya berpelukan dengan hanya menutup tubuhnya yang masih polos dengan selimut.
Hingga pagi menjelang, kebetulan hari libur. Mereka memutuskan untuk segera ke rumah orang tua Rachel untuk membicarakan tentang semalam yang sempat mereka bicarakan. Saat kita Rachel dan Willy tinggal di rumah orang tua, Willy. Ini juga atas kesepakatan berdua. Karena kebetulan Willy anak semata wayang, hingga orang tuanya merasa keberatan jika harus pisah rumah dengan anaknya.
Sebelum mereka pergi dengan mengajak Sita, terlebih dahulu mereka sarapan bersama orang tua Willy. Bahkan Rachel juga bercerita pada orang tua Willy tentang niatnya untuk pergi ke rumah orang tuanya. Mendengar Rachel akan risgn dari perusahaan, membuat orang tua Willy sumringah.
__ADS_1
"Alhamdulillah, kami sangat senang mendengarnya. Karena dengan begitu kami tidak akan kesepian di rumah, karena ada menantu yang menemani kami," ucap Mamah Ika.
Setelah sejenak bercengkrama di meja makan saat sarapan, kini mereka bersiap-siap untuk segera ke rumah orang tua Rachel. Bahkan setelah dari rumah orang tua, Rachel. Mereka sudah merencanakan akan pergi healing bersama dengan Sita ke kebun binatang. Tetapi mereka sengaja merahasiakan hal ini, karena untuk membuat surprise untuk Sita.
Hanya dalam waktu beberapa menit saja, mereka telah sampai di rumah mewah dan megah milik orang tua Rachel. Kedatangan mereka di sambut baik oleh Rama dan orang tuanya yang memang telah di beri tahu akan kedatangan mereka.
"Pengantin baru, pengantin baru. Duduk bersanding tersipu malu," goda Rama terkekeh.
"Hem, pada dasarnya Mas Rama itu iri. Karena aku sudah menikah, tapi sendirinya masih saja jomblo," ucap Rachel terkekeh.
Kakak adik ini memang sudah terbiasa seperti ini. Jika saling jauh, yang ada ingin ketemu. Tetapi jika sudah ketemu pasti ada saja bahan untuk saling mengejek satu sama lain. Tetapi ejekan mereka masih di batas wajar, hingga orang tua mereka tidak melerai atau menegur. Hanya menggeleng-gelengkan kepala seraya tersenyum.
Sejenak Rachel bercengkrama dengan Rama dan orang tuanya serta suaminya. Sementara Sita saat ini ada di kamar Rachel untuk sejenak menonton acara televisi kesukaannya.
Dua jam berada di rumah orang tuanya, mereka pun berpamitan pulang. Karena memang masih ada acara lagi yakni akan ke kebun binatang, untuk memenuhi keinginan Sita yang telah lama tertunda. Kala saat Sita merengek minta ikut honeymoon ke Swiss. Willy sempat berjanji akan mengajak Sita ke kebun binatang setelah pulang dari Swiss.
Dan hari ini, Willy akan memenuhi janjinya pada Sita. Dan pada saat mereka telah sampai di kebun binatang, Sita begitu antusias dan wajahnya memancarkan rasa bahagia.
__ADS_1
Namun tidak dengan, Rachel. Karena di kebun binatang itu, ia tak sengaja bertemu dengan mantan suaminya yang sedang berjalan mesra dengan seorang wanita. Bukan hanya itu, Rocky sempat menghinanya.
"Hey jandaku, eh sudah bukan janda lagi ya? wah kamu payah ya, lepas dariku dapatnya duda beranak. Nggak kaya aku, lepas darimu aku mendapatkan seorang gadis," ejeknya.