Iparku Perusak Rumah Tanggaku

Iparku Perusak Rumah Tanggaku
Harmonis


__ADS_3

Setelah sampai di rumah, ternyata masih ada Rachel dan Willy. Sejenak seperti biasa kerap kali bertemu, kakak adik ini saling bercanda ria.


"Mas Rama, bagaimana?" tanya Rachel menaik turunkan alisnya.


'Bagaimana apanya?" Rama mengernyitkan alisnya.


Rachel mengedipkan matanya seraya meraba perutnya," Ini loh, itu Mba Mia sudah tekdung belum?"


Mia cekikikan melihat tingkah adik dan kakak yang menurutnya lucu baginya. Setiap kali mereka bertemu pasti ada saja tingkah lucu mereka berdua.


"Tanya saja sama Mia, apakah dia sudah hamil atau belum?" ucap Rama melirik ke arah Mia.


Mia yang sedari tadi cekikikan sejenak terdiam. Dan ia pipinya merona merah.


"Belum ada tanda-tanda sama sekali," ucapnya singkat.


"Hem, berarti Mas Rama nggak pinter. Coba Mas Rama berlatih pada Pak Guru Willy," canda Rachel terkekeh.

__ADS_1


Papah Sony dan Mamah Nana, menggelengkan kepalanya. Mendengar apa yang di janjikan oleh, Rachel barusan.


"Hust...kamu ini. Masa iya aku suruh ajarin Mas Rama hal sepribsdi itu?". ucap Willy terkekeh.


"Astaga, suamiku tersayang...masa nggak paham yang aku katakan? ajarin teorinya saja, biar mereka praktek sendiri. Bagaimana sih?"


Sontak saja semua yang ada di teras halaman tergelak dalam tawanya. Rama dan orang tuanya sempat heran melihat perubahan sifat pada, Rachel.


Karena yang mereka tahu, dulu Rachel tidak seperti sekarang ini suka bercanda. Tetapi sejak hamil saja, ia menjadi suka sekali bercanda. Sempat terpikir di dalam hati Rama dan orang tuanya, apakah ini karena pengaruh kehamilannya.


"Mah-pah, kalian merasa ada yang aneh pada diri Rachel nggak?" tanya Rama terkekeh.


Rama menggelengkan kepalanya," hadeh... sudah berprasangka buruk dulu terhadapku. Bukan itu yang aku maksud. Mamah dan papah tahu nggak? ada perubahan apa yang nampak pada, Rachel?"


Sejenak Papah Sony dan Mamah Nana saling berpandangan satu sama lain. Mereka serentak menggelengkan kepalanya.


"Masa nggak tahu dan nggak peka dengan perubahan yang ada pada diri, Rachel? aku saja tahu loh," ucap Rama.

__ADS_1


"Memangnya apa? coba katakan," pinta Papah Sony.


"Sejak Rachel hamil, dia itu cerewet banget dan gokil habis. Padahal sebelum ini nggak kan?" ucap Rama terkekeh.


Rachel yang mendengar akan apa yang barusan di katakan oleh Rama, hanya bisa melirik sinis. Dia tak berkata apapun lagi. Hanya orang tuanya yang membenarkan yang dikatakan oleh Rama.


Willy sangat senang badan bertambah kebahagiaan sejak kenal keluarga Rachel. Semuanya begitu baik dan welcome juga. Terutama Rama yang suka sekali bercanda.


Apa lagi jika Sita sedang ikut bersama Willy main ke rumah orang tua Rachel. Pasti ia heboh, bermain bercanda ria bersama, Rama dan Mia.


Sejak menikah dengan Mia, memang suasana hati Rama kembali ceria seperti dulu lagi.


*******


Malam menjelang, Papah Sony dan Mamah Nana saling bercengkrama di kamar seraya rebahan di ranjang.


"Alhamdulillah, ya pah. Sejak anak-anak kita punya pendamping kembali suasana hari mereka juga berubah riang lagi."

__ADS_1


"Iya, mah. Kita harus bersyukur karena anak-anak kita kali ini sudah punya pendamping yang baik. Willy walaupun seorang duda tetapi dia setia dan tanggung jawab. Mia walaupun masih sangat muda, dia juga bersifat dewasa. Selalu saja bisa meredam amarah Rama."


Suami-istri yang sudah tak muda ini sangat bersyukur karena kedua anak mereka sudah memiliki pasangan.


__ADS_2