
Kehidupan terus berjalan dan berjalan, tetapi baik kehidupan Reta maupun Rocky sana ssma sekali tidak bahagia.
Reta terus saja merasa bersalah, hingga kini. Sedangkan Rocky terus saja menjadi bulan-bulanan istrinya yang sepantasnya menjadi ibunya.
Kehidupan Rachel justru sedang berbahagia karena kehamilannya diusia empat bulan. Kebahagiaan kini juga sedang melanda Rama dan Mia. Dimana saat ini Mia sudah di nyatakan hamil.
"Alhamdulillah, terima kasih ya sayang. Pada akhirnya kita akan diberi keturunan pula seperti Rachel. Kamu tahu nggak, aku sangat bahagia sekali dengan kabar baik ini. Dengan begini Rachel tidak akan mengejekku lagi karena kamu juga saat ini sedang hamil."
Rama tidak ada hentinya menciumi istrinya dan memeluknya erat-erat. Ia begitu bahagianya mendapatkan kabar jika saat ini Mia sedang hamil empat Minggu.
Mia hanya senyum-senyum saja merespon sikap dari suaminya tersebut, ia juga sangat bahagia karena akan menjadi wanita sempurna wanita yang seutuhnya.
"Sayang, menurutmu apakah sebaiknya kita ke rumah Rachel ya untuk memberitahu kabar berita ini atau kapan-kapan saja?" Rama minta saran.
"Kalau menurut aku nggak usah, mas. Kan besok hari Minggu mereka pasti kemari. Lagi pula jika hamil muda kan masih rawan? aku ingin benar-benar menjaga kandunganku ini, mas."
Rama pun setuju dengan saran dari istrinya tersebut. Ia hanya memberi tahu orang tuanya tentang kabar bahagia ini.
Baik Papah Sony maupun Mamah Nana, sangat senang mendengar kabar tersebut. Menurut mereka ini kabar yang luar biasa membuat mereka bertambah bahagia.
__ADS_1
"Alhamdulillah, jaga yah kandungan istrimu dan jadilah suami siaga bagi istrimu. Kebahagiaan kami kini bertambah sempurna dengan adanya berita kehamilan istrimu," ucap Papah Sony seraya menepuk bahu Rama.
Rama merasa sangat bahagia setelah apa yang dulu menimpa dirinya. Hingga terpuruk begitu lamanya.
********
Beberapa hari kemudian, Rama mengajak Mia jalan-jalan supaya tidak bosan di rumah terus.
"Sayang, kamu tunggu di dalam mobil saja ya? ternyata dompetku tertinggal di dalam rumah."
Rama pun keluar dari dalam mobil, dan pada saat ia akan menyeberang jalan. Tiba-tiba ada mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi.
"Mas Rama, awas!!!!"
"Reta...aku akan segera membawamu ke rumah sakit ya?"
Tetapi pada saat Rama akan mengangkat tubuh Reta, justru Reta menggelengkan kepalanya.
"A-aku tak bu-tuh dokter, mas. Ya-ng a-a-ku bu-tuh kan mmmmmaaaaaafffff."
__ADS_1
Rama pun tak tega melihat kondisi Reta yang sudah bersimbah darah tersebut. Hingga Rama pun mengatakan jika dirinya telah memaafkan Reta. Bahkan dengan terbata-bata Reta meminta tolong pada Rama supaya menyampaikan permintaan maafnya pada, Rachel.
Setelah mendapatkan maaf dari Rama, tiba-tiba mata Reta terpejam dan saat itu juga ia tewas dengan bersimbah darah di kepalanya.
Mia pun melangkah masuk ke dalam rumah untuk memanggil kedua mertuanya, dan memberi tahu akan kecelakaan yang telah menimpa Reta.
Kedua orang tua Rama yang kebetulan sedang bersiap-siap akan ke kantor menjadi kaget mendengar apa yang diberi tahukan oleh Mia.
Sontak saja kedua orang tua Rama berlari tunggang langgang menuju ke depan rumahnya. Mereka sempat terperangah melihat Reta terbujur bersimbah darah, dan Rama menitikkan air matanya.
"Mah-pah, Reta meninggal karena menyelamatkan aku."
Papah Sony berusaha menenangkan hati Rama. Dan saat itu juga Papah Sony menelpon ambulance untuk datang. Hanya beberapa menit saja, ambulance telah datang dan membawa jenazah Reta ke rumah sakit.
Papah Sony dan Mamah Nana memberi tahu pada pihak panti asuhan dimana Reta tinggal selama ini. Supaya segera datang ke rumah sakit.
Meti sahabat baik Reta menjadi sangat sedih mendengar kabar berita yang telah menimpa Reta.
Reta di kebumikan di pemakaman umum yang letaknya tak jauh dari panti asuhan. Semua yang ada di panti asuhan begitu kehilangan Reta. Karena ia terkenal baik dan tidak banyak tingkah.
__ADS_1
Rachel juga sempat kaget pada saat mendengar kabar kematian Reta yang secara tiba-tiba tersebut. Ia juga telah memberikan pintu maaf padanya. Supaya arwah Reta tenang di alam sana.
******* T. A. M. A. T*******