Iparku Perusak Rumah Tanggaku

Iparku Perusak Rumah Tanggaku
Mulai Penyelidikan


__ADS_3

Hingga akhirnya, ia memutuskan untuk keluar dari Villa tersebut karena ia tak menemukan target yakni Reta.


"Sebaiknya aku tunggu saja di dalam mobil ini. Pasti nanti ia akan keluar dengan sendirinya," batin anak buah Rama.


Dua jam lamanya anak buah Rama menunggu di dalam mobilnya dan pada akhirnya Reta keluar bersama dengan seorang pria, mereka berjalan menuju ke arah sebuah mobil.


Hal ini langsung diabadikan oleh anak buah ramah dalam rekaman video serta foto. Setelah itu ia pun mengikuti ke mana mobil itu pergi. Dan ternyata mobil yang ditumpangi Reta dengan seorang pria berhenti di sebuah cafe.


Kembali lagi anak buah Rama mengabadikan penyelidikannya lewat rekaman video serta foto. Setelah cukup lama berada di cafe, Reta melangkah keluar bersama pria tersebut tetapi ia tidak ikut masuk ke dalam mobilnya melainkan masuk ke mobil taksi online pesanannya.


Hal itu juga di abadikan oleh anak buah Rama melalui video dan foto. Setelah itu, anak buah Rama kembali mengikuti mobil taxi on line yang di tumpangi oleh Reta. Beberapa menit kemudian, mobil taxi on line tesebut berhenti di depan pagar pintu gerbang rumah Rama.


Setelah anak buah Rama berpikir bahwa penyelidikannya untuk hari ini cukup, ia pun segera mengirimkan semua barang bukti berupa video dan foto kepada Rama.


Rama yang saat ini sedang berada di kantor sejenak menghentikan aktifitasnya untuk membuka beberapa pesan yang dikirim oleh salah satu anak buahnya tersebut.


"Astaga, berarti apa yang dikatakan oleh Rachel itu tidak bohong. Jadi diam-diam mereka bertemu di luaran seperti ini? pintar sekali otak mereka berdua!"


"Sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga. Aku tidak akan memberikan maaf pada kalian berdua. Tetapi aku tidak akan langsung menegur kalian berdua karena belum cukup bukti yang kuat."


Rama sangat kesal pada Reta dan Rocky. Ia pun meluapkan amarahnya dengan mengepalkan tinjunya dan menghantam kamu ke meja.


Sejenak ia pun mengirimkan semua bukti itu ke nomor ponsel Rachel dan ia mengatakan sesuatu pada adiknya tersebut.


"[Rachel, ternyata apa yang kamu katakan itu benar. Itu yang aku kirimkan adalah beberapa bukti perselingkuhan yang dilakukan oleh Rocky dan Reta hari ini. Tadi aku memerintah salah satu anak buahku untuk mengintai ke mana perginya, Reta.]


Rachel pun membaca pesan yang di kirim oleh Rama dan hatinya semakin tersakiti.


[Syukurlah, berarti Mas Ra sudah tak ragu lagi dengan apa yang aku katakan bukan? lalu apa langkah selanjutnya yang akan Mas Rama lakukan?]


Drt drt drt drt

__ADS_1


Ponsel Rama bergetar tanda ada chat pesan masuk ke dalam nomor ponselnya. Dan ia segera membuka dan membaca chat pesan yang di kirim oleh Rachel padanya. Setelah itu ia pun membalas chat pesan tersebut.


[Kita jangan langsung menryr mereka lagi, karena menurutku masing kurang bukti yang kuat. Aku akan menjebak mereka berdua, Rachel. Setelah itu barulah kita tangkap basah mereka berdua. Kamu mau ikut tidak, rencananya besok aku akan jebak mereka berdua.]


Rachel kembali membaca chat pesan yang dikirim oleh Rama. Dan ia pun membalasnya lagi.


[Memang, bagaimana cara Mas Rama menjebak mereka?]


Sejenak Rachel dan Rama berkomunikasi lewat chat pesan. Dan Rachel setuju jika besok ia akan turut serta Rama untuk menjalankan aksinya tersebut.


******


Pagi menjelang, di mana semua orang pamit untuk bekerja. Begitu pula dengan orang tua Rama. Dan pada saat Rama akan berangkat kerja, Rachel pun mengatakan sesuatu pada Rama.


"Mas Rama, aku minta tolong bisa nggak?" tanya Rachel ragu.


"Ada apa sih?"


"Mobilku sedang ada di bengkel, aku nebeng ya ikut ke kantor. Kamu mau kan mengantarkan aku terlebih dahulu?" tanya Rachel untuk memastikan.


Belum juga Rachel berkata, Rocky sudah berkata terlebih dahulu.


"Aku libur, mas. Sedang kurang sehat," ucap Rocky sekenanya.


"Memangnya kamu sakit parah ya? hingga tidak bisa sejenak antar istrimu ke kantor? dan aku lihat kamu kok sering nggak libur kerja?" tanya Rama mulai menyelidik.


"Nggak bisa, mas. Aku khawatir nanti malah di jalan kenapa-kenapa, karena kepalaku pusing sekali. Aku juga tak tahu, mas. Kenapa akhir-akhir ini kepalaku sering sakit sekali, jadi sering libur kerja," ucap Rocky beralasan.


"Oh ya sudah kalau begitu. Cepat sehat saja ya, kalau perlu di periksakan saja ke dokter, khawatir ada suatu penyakit yang serius," saran Rama.


"Ya, mas. Nantilah gampang."

__ADS_1


Dan saat itu juga, Rama dan Rachel berlaku pergi. Dan mereka pergi dengan satu mobil milik Rama. Tanpa mereka tahu, Rama menghentikan mobil di balik pohon besar. Baik Rama dan Rachel menyelinap masuk ke dalam rumah kembali lewat pintu belakang.


Sementara Rocky bergerak cepat, ia lari ke kamar Rama dimana ada Reta.


"Sayang, aku kangen nech." Rocky mulai mendekati Reta.


"Rocky, kemarin kan sudah aku kasih pada saat di villa. Apa kamu tak bosan, hampir setiap hari kita bermain?" ucap Reta memicingkan alisnya.


Tanpa mereka tahu, ada dua pasang mata yang sedang melihat hal itu di rekaman video CCTV di ponsel Rama. Rama dan Rachel bersembunyi di kamar tamu, karena pada saat mereka akan melihat langsung ternyata kamar di kunci.


"Rocky, aaahhhh...kamu nakal ya?"


"Tapi kamu suka kan, kalau aku nakal?"


Rocky mulai meremas dua benda kenyal yang ada di dada Reta sembari keduanya saling berciuman bibir begitu panasnya.


"Aaahhh.... Rocky..."


Erangan kenikmatan mulai terdengar di bibir tipis Reta pada saat Rocky menyusuri leher jenjang Reta dan turun ke dua benda kenyal milik Reta.


"Mas Rama, aku tak kuat melihat hal itu," Rachel pun menyingkir menjauh. Dia tak kuat dan begitu terluka hatinya pada saat melihat secara langsung percintaan yang di lakukan suaminya dengan kakak iparnya.


Rachel menyingkir agak jauh, dan tak kuasa air matanya menetes. Hal ini membuat Rama merasa iba. Ia pun mematikan ponsel untuk melihat apa yang sedang di lakukan oleh sepasang pengkhianat tersebut.


"Rachel, aku minta maaf ya. Sudah kamu nggak usah menangis nanti Rocky dan Reta tahu jika kita sedang mengintai mereka."


"Kamu di sini saja, biar aku yang akan bertindak sekarang juga. Aku juga sama sepertimu sudah ingin sekali menghajar Rocky!"


Saat itu juga, Rama melangkah ke kamarnya sendiri dan menitipkan ponselnya pada Rachel. Dan ia mengetuk pintu kamarnya sendiri.


Tok tok tok tok tok

__ADS_1


"Rocky, apa kamu dengar ada yang mengetuk kamar ini. Jangan-jangan Mas Rama pulang. Bagaimana ini?" tanya Reta lirih posis tubuhnya sedang di tindih oleh Rocky.


"Sudah biarkan saja, itu bukan Mas Rama. Dia kan sedang bekerja," Rocky asik menggenjot Reta.


__ADS_2