
Malam menjelang di kala acara makan malam berlangsung, tidak ada satu kata patah pun dari Rama. Tidak seperti malam-malam yang lalu, dia selalu bercanda ria walaupun sedang berada di meja makan.
Rama masih kesal terhadap kedua orang tuanya juga istrinya yang lebih memihak kepada Reta daripada kepada dirinya. Hingga ia pun diam saja menikmati hidangan yang ada di piringnya.
Hal ini membuat kedua orang tua Rama merasa heran dan penasaran, apakah saat ini Rama sedang memikirkan tentang permintaan maaf dari Reta atau sedang memikirkan masalah yang lain.
Hingga Papah Sony memberanikan diri bertanya kepada Rama, tentang sikap diamnya tersebut.
"Rama, kenapa malam ini kamu terlihat berbeda dari malam-malam yang lalu? biasanya kamu terlihat sangat ceria, lagi walaupun berada di meja makan kamu selalu bercanda ria bersama kami ataupun Mia. Tetapi malam ini kamu terlihat murung dan diam saja. Apakah yang sedang kamu risaukan, coba ceritakan pada papah. Apakah ada permasalahan yang serius di kantormu?"
"Tidak ada yang perlu aku ceritakan pada kalian semua, karena hal itu percuma saja. Aku murung, aku diam karena aku kesal pada kalian semua yang membela Reta, memojokan aku untuk mau memaafkan dirinya, sudah hanya itu saja," ucap ketus Rama.
"Rama kami minta maaf, jika apa yang kami katakan menurutmu adalah suatu kesalahan. Di dalam hati kami tidak ada maksud untuk memojokkan dirimu, apalagi kamu mengatakan jika kami lebih membela Reta daripada dirimu. Yang kami lakukan hanyalah supaya kamu tidak terbelenggu dengan kesalahan di masa lalu hanya itu saja. Ya sudah, kami tidak akan mengatakan apapun perihal Reta, tetapi kami mau kamu bersikap seperti biasa lagi ya," bujuk Mamah Nana seraya menyunggingkan senyumannya.
"Mas Rama, aku juga minta maaf ya atas sikapku tadi siang terhadapmu. Aku juga tidak akan mengulang perkataanku itu," ucap Mia.
"Baiklah, aku pegang perkataan Mamah- Papah dan Mia. Tetapi jika suatu saat nanti kalian mengatakan hal yang sama lagi aku tidak akan memberikan maaf pada kalian semua," ucap singlat Rama.
__ADS_1
Namun ia masih saja bersikap dingin saat di meja makan. Ia pun melanjutkan makannya, dan tak lama kemudian berlalu dari meja makan. Sementara orang tua Rama, dan Mia masih ada di meja makan. Sementara saat ini adik, Mia sedang berada di dalam kamarnya. Ia sudah tertidur pulas.
"Mia, kami minta maaf ya atas sikap Rama padamu. Memang seperti itu, jika hatinya sudah di sakiti. Ia akan sangat susah untuk bisa memaafkan orang yang telah menyakiti hatinya," ucap Papah Sony merasa tak enak hati pada Mia melihat sikap dingin Rama barusan pada Mia.
Mia pun tersenyum pada papah mertuanya. Ia sama sekali tidak marah atas sikap Rama terhadap dirinya, karena ia bisa memahami dan memakluminya.
"Papah nggak usah minta maaf, karena dalam hal ini tidak ada yang salah sama sekali. Aku tidak sedih atau kecewa atau bahkan tersinggung dengan sikap Mas Rama barusan. Karena aku menyadari apa yang pernah Mas Rama alami itu memang sangat menyakitkan. Mungkin saja jika aku yang ada di posisi Mas Rama juga akan melakukan hal yang sama. Justru aku yang salah karena memberikan suatu saran yang membuat Mas Rama merasa di pojokan olehku."
Kedua orang tua Rama benar-benar kagum atas kedewasaan dan sikap bijaksana Mia. Mereka tidak menyangka di usia Mia yang masih belia sifatnya sudah dewasa. Sudah bisa memilah mana yang baik dan mana yang buruk.
Padahal pada waktu awal Rama ingin meminta restu kepada orang tuanya untuk menikahi Mia,mereka sempat meragukan karena usia Mia yang masih sangat belia. Tetapi ternyata pemikiran mereka selama ini tentang Mia salah besar.
Setelah cukup lama berada di meja makan, akhirnya orang tua Rama kembali ke kamarnya begitu pula dengan Mia. Akan tetapi terlebih dahulu Mia membereskan meja makan membantu asisten rumah tangga yang ada di rumah tersebut. Walaupun kerap kali sang bibi melarangnya, karena itu adalah sudah tugas dirinya sebagai seorang asisten rumah tangga. Tetapi Mia sama sekali tak menghiraukan apa yang dikatakan oleh sang bibi, ia selalu saja membantu pekerjaan bibi tanpa ada rasa keluh kesah, karena ia sudah terbiasa melakukan pekerjaan rumah tangga pada saat almarhumah ibunya masih hidup.
Setelah meja makan tertata rapi dan bersih, barulah Mia benar-benar meninggalkan ruang makan tersebut. Ia melangkah menuju ke kamarnya di mana saat ini Rama sedang melamun berdiri di balkon kamarnya.
Mia pun memberanikan diri menghampiri suaminya tersebut, ia pun ingin meminta maaf kembali kepada suaminya atas apa yang pernah ia katakan padanya.
__ADS_1
"Mas Rama, apa kamu masih merasa kesel padaku? jika ia maafkanlah aku. Bahkan aku rela melakukan apapun yang kamu inginkan supaya dirimu mau memberi pintu maaf padaku."
Mia memeluk Rama dari arah belakang punggung suaminya tersebut.
Rama pun membalikkan tubuhnya hingga kini dirinya berhadapan dengan, Mia. Ia pun memeluk istrinya tersebut.
"Apa kami serius dengan yang kamu katakan barusan?" tanya Rama.
"Serius, mas. Aku akan melakukan apapun asal Mas Rama mau memaafkan aku dan nggak bersikap dingin lagi padaku," ucap Mia meyakinkan suaminya.
"Baiklah kalau begitu, aku mau kamu bersikap agresif padaku saat ini juga. Aku ingin kamu benar-benar melayaniku, karena selama kita menikah, aku yang selalu aktif terlebih dahulu jika kita akan melakukan hubungan badan," bisik Rama seraya satu tangannya meraba salah
satu benda kenyal yang ada di dada Mia.
Mia pun tersipu malu, merona merah pipinya. Karena memang ia benar-benar belum berpengalaman tentang percintaan. Pacaran saja baru dengan Rama, dan sudah langsung di nikahinya.
"Mas, aku kan belum pintar? nanti jika aku tidak sesuai dengan keinginan Mas Rama bagaimana?" tanya Mia tersipu malu.
__ADS_1
"Itu soal gampang sayang, nanti aku akan memperlihatkan video tentang percintaan dimana wanitanya sangat agresif. Dan kamu bisa meniru adegan wanita itu ya," bisik Rama.
Mia sebenarnya sungkan, tetapi ia sudah berjanji akan melakukan apapun untuk mendapatkan maaf dari suaminya tersebut. Hingga ia pun mengangguk pelan, yang membuat Rama sangat antusias. Ia langsung menggandeng tangan istrinya melangkah ke ranjang. Dan meraih ponselnya untuk menonton suatu video percintaan yang barusan Rama katakan.