
Papah Sony bingung harus menasehati Rama seperti apa lagi begitu juga dengan, Mia. Hingga menantu dan mertua ini hanya bisa menarik napas panjang seraya tidak mengatakan apapun lagi.
Keduanya hanya diam membisu seolah sedang berpikir apa yang harus mereka katakan supaya Rama mau memberikan maaf kepada, Reta.
"Sayang, ayo kita lekas pulang. Aku muak dan mual serasa ingin muntah jika berlama-lama ada di ruangan ini!" ucap Rama seraya melirik sinis ke arah Reta.
Perkataan dari Rama mengagetkan lamunan Mia dan Papah Sony. Hingga pada akhirnya, Mia pun menuruti kemauan Rama, ia segera bangkit dari duduknya.
Akan tetapi pada saat Mia dan Rama akan melangkah pergi dari ruangan tersebut, tiba-tiba Reta mencekal kaki Rama dan bersimpuh," Mas Rama, aku mohon maafkan kesalahan dan dosaku."
Rama berusaha mengibaskan kakinya supaya Reta melepaskan kedua tangannya yang memegang erat kakinya," lepaskan pegangan tangan kotormu ini! najis aku di pegang oleh wanita pezinah sepertimu!"
Terus aja Reta memegang erat kaki Rama, tanpa mendengar apa yang barusan Rama katakan. Reta tak merasa malu sana sekali, dengan ia duduk di lantai. Air matanya mulai menetes membasahi pipinya.
Tetapi Rama sama sekali tidak merasa iba sedikitpun, justru ia malah semakin membenci Reta. Hingga ia melepas paksa kedua tangan Reta yang terus memegang erat kakinya. Ia juga mendorong keras tubuh Reta. Dan tak hanya itu, Rama langsung menyemprotkan hand sanitizer pada kedua tangannya. Ia benar-benar merasa jijik dengan Reta.
Rama melangkah cepat keluar dari ruang kerja Papah Sony, seraya Mia bergelayut di lengannya. Sementara Reta terus saja terduduk di lantai tanpa ada rasa malu sama sekali pada mantan Papah mertuanya.
Papah Sony yang melihatnya agak iba, tetapi ia tak mau membantu Reta untuk segera bangkit. Ia hanya mengatakan sesuatu di kursi kerjanya.
__ADS_1
"Reta, bangunlah. Jangan sampai kamu malu, jika ada salah satu karyawanku tiba-tiba masuk kemari. Pulanglsh dengan segera, nanti aku akan mencoba membujuk Rama lagi supaya mau memanfaatkanmu," ucap Papah Sony.
Hingga pada akhirnya, Reta pun bangkit dari lantai seraya mengibaskan pakaiannya karena terkena debu lantai.
"Baiklah, pah. Terima kasih ya atas kebaikan papah. Dan sekali lagi aku minta maaf atas segala dosa dan kesalahanku di masa lalu. Dan aku harap papah mau memberikan alamat rumah Papah yang baru ya," pinta Reta memelas hingga Papah Sony tak tega dan ia memberi tahu tentang alamat rumah barunya pada, Reta.
Setelah mendapatkan alamat rumah baru Papah Sony, Reta pun berpamitan untuk segera pulang. Di dalam hatinya ada rasa lega karena berhasil mendapatkan alamat rumah baru keluarga Rama, tetapi juga ada rasa gelisah karena tidak berhasil mendapatkan permintaan maaf dari Rama.
"Ya Allah, bagaimana cara yang harus aku lakukan untuk bisa mendapatkan permintaan maaf dari Mas Rama? masa iya seumur hidup aku harus seperti ini? terbelenggu oleh kesalahan masa lalu dan tidak bisa tenang sepanjang perjalanan kehidupanku, hanya karena belum mendapatkan kata maaf darinya?" batin Reta.
Dia terus saja memikirkan hal itu, bagaimana caranya supaya Rama benar-benar bersedia memaafkan kesalahannya di masa lalu supaya ia lebih lega dalam melangkah ke masa depan.
Sementara sesampainya di rumah, Mia mencoba untuk memberikan nasehat yang positif kepada Rama kembali.
"Lagi pula saat ini Mas Rama kan sudah menikah denganku, jadi tidak ada gunanya terus memendam sakit hati amarah benci kepada mantan istri mas tersebut."
Namun bukannya Rama mendengarkan apa yang dinasehatkan oleh Mia, walaupun cara penyampaiannya sangat lembut. Justru Rama kembali terbakar emosi mendengar nasehat yang dilontarkan oleh Mia kepadanya.
"Kenapa sih kamu malah membela mantan istriku terus? berarti sama saja kamu itu membela perbuatan menjijikkan yang pernah mantan istriku lakukan! seharusnya kamu malah membela aku, suamimu! bukan membelanya yang bukanlah apa-apa bagimu," ucap lantang Rama seraya berlalu pergi dari hadapan Mia.
__ADS_1
Pertengkaran yang terjadi antara Rama dan Mia sempat terdengar oleh Mamah Nana, yang kebetulan saat ini sedang berada di dalam kamarnya. Karena kamarnya bersebelahan dengan kamar Rama.
Pada saat Rama keluar dari kamarnya, ia pun berpapasan dengan Mamah Nana. Dan saat itu juga mendapatkan teguran darinya," Rama, apa kamu sedang bertengkar dengan istrimu? mamah tak sengaja mendengar percakapan kalian barusan."
Rama sejenak menarik nafas panjang setelah itu ia pun berkata," bukan bertengkar mah, hanya perselisihan saja."
"Lantas apa yang membuat kalian berselisih paham? kalau mamah tidak salah dengar, tadi ada kata-kata mantan istrimu maksudnya apa?" tanya Mamah Nana kembali.
Rama pun tidak sungkan menceritakan apa yang barusan terjadi di kantor Papah Sony. Ia mengatakan banyak hal tentang pertemuannya dengan Reta, di mana mantan istrinya tersebut sampai menangis memohon meminta permintaan maaf darinya. Tetapi ia masih sakit hati padanya sehingga belum bisa memaafkan kesalahan mantan istrinya tersebut.
Rama juga mengatakan bahwa barusan Mia menasehatinya supaya memberikan maaf pada mantan istrinya. Hal ini yang membuat mereka sempat berselisih paham.
Setelah mendengar cerita dari Rama panjang lebar tentang apa yang telah terjadi, kini Mamah Nana sudah mengerti dan tidak penasaran lagi.
Bahkan ia pun memberikan saran yang sama seperti yang dikatakan oleh Mia.
"Rama, sebenarnya apa yang disarankan oleh Mia itu ada benarnya juga. Karena memang tidak baik jika kamu terus memendam kesalahan orang lain. Mamah juga bisa merasakan sakit hati yang dibuat oleh Reta padamu dan Rachel, karena kamu adalah anak kandung mamah. Hingga apapun yang menimpa padamu atau pada Rachel pasti mamah dan papah akan ikut merasakan sakit juga dan tidak terima juga."
"Tetapi rasa sakit kami juga tidak berkepanjangan seperti yang kamu rasakan hingga saat ini. Itu akan menghambat masa depanmu juga, Rama. Sebaiknya lekas maafkan Reta, setelah itu kamu bisa hidup tenang membina rumah tanggamu bersama dengan, Mia."
__ADS_1
Rama menang keras kepala, walaupun Mamah Nana telah panjang lebar menasehatinya. Tetapi ia sama sekali tidak lekas luluh. Ia tetap berpegang teguh pada pendiriannya, untuk tidak memaafkan Reta supaya seumur hidup Reta akan terus di hantui oleh rasa bersalah.
Rama bahkan hanya berlalu pergi begitu saja. Ia sana sekali tidak merespon apa yang di nasehatkan oleh Mamah Nana. Justru di dalam hatinya sempat menggerutu," heran dech, kenapa semua orang kok membela Reta si pezinah itu! dari papah-mamah, bahkan Mia ."