
Papah Sony, bisa memaklumi akan kemarahan yang barusan dilakukan oleh Rachel kepadanya. Ia sama sekali tidak menyalahkan anak bungsunya tersebut.
"Rachel, kamu tidak perlu minta maaf pada, papah. Karena kamu itu tidak salah memang Papah lah yang bersalah. Papah minta maaf atas keteledoran papah yang telah memberikan alamat rumah baru kita kepada Reta."
Kemudian Papah Sony menceritakan tentang kedatangan Reta pada siang hari ke kantornya. Bahkan ia juga menceritakan jika Reta sempat bertemu dengan Rama dan Mia. Ia juga menceritakan bagaimana Reta memohon, mengemis-ngemis, meminta maaf. Menangis-nangis bersujud di kaki Rama.
inilah yang membuat Papah Sony merasa tidak tega pada Reta hingga ia pun memberikan alamat rumah yang baru kepada, Reta.
Setelah mendengarkan penjelasan dari papah Sony, Rachel pun bisa mengerti bahwa memang sudah sifat dari Papahnya yang gampang sekali merasa iba pada seseorang walaupun orang itu telah berbuat salah kepadanya.
Sejenak papah Sony teringat peristiwa beberapa tahun yang lalu. Dimana salah satu pegawainya korupsi.
#Flash Back On#
Papah Sony mondar-mandir di teras halaman pada saat mengetahui bahwa ada salah satu pegawai kantornya yang melakukan tindak korupsi.
Hal ini membuat Mamah Nana dan kedua anaknya ikut merasa penasaran dengan apa yang sebenarnya sedang dipikirkan oleh, Papah Sony.
Mamah Nana pun bertanya kepada suaminya sebenarnya apa yang telah membuatnya gelisah.
"Pah, sebenarnya ada apa kok kamu gelisah seperti ini?"
"Mah, aku nggak ke kantor tiga hari karena sakit. Tiba-tiba ada kabar yang tak baik, yakni salah satu pegawai papah melakukan tindak korupsi."
Mendengar apa yang dikatakan oleh suaminya. Mamah Nana juga merasa kesal dan menyarankan kepada suaminya untuk segera melaporkan hal itu kepada aparat kepolisian.
__ADS_1
Tetapi Papah Sony tidak setuju, karena ia belum tahu alasan kenapa pegawai tersebut melakukan sebuah korupsi.
"Mah, papah tidak akan melaporkan tentang hal ini ke aparat hukum. kyarena uang yang dikorupsi tersebut tidaklah begitu banyak kalau menurut papah. Papah akan membicarakan masalah ini kepada si pelaku korupsi secara kekeluargaan saja."
Hingga saat itu juga Papah Sony pergi menuju ke rumah salah satu pegawainya yang telah melakukan tindak korupsi.
Hanya beberapa menit saja Papah Sony telah sampai di rumah pegawai kantornya tersebut. Ia pun segera mengetuk pintu rumah pegawai yang tersebut. Dan pada saat pegawai tersebut melihat siapa yang datang, ia begitu takut panik serta gemetaran.
"Pak Sony, saya minta maaf atas kesalahan dan kehilafan saya. Saya mohon jangan laporkan saya ke pihak yang berwajib. Saya melakukan hal ini karena untuk membayar biaya rumah sakit anak saya."
"Beberapa hari yang lalu anak saya menjadi korban tabrak lari pada saat ia pulang sekolah, dan ia harus menjalani operasi di bagian lututnya. Sementara saya tidak punya uang untuk membayar tindak operasi tersebut."
"Hingga dengan sangat terpaksa saya melakukan tindak korupsi tersebut supaya saya bisa membayar biaya operasi yang menurut saya jumlahnya tidaklah sedikit."
Pegawai ini menangis seraya bersujud di kaki, Papah Sony. Hingga Papah Sony menjadi tak tega di buatnya. Ia pun meminta pada pegawainya untuk menunjukkan dimana saat ini anaknya di rawat. Saat itu juga pegawai tersebut mengajak Papah Sony ke sebuah rumah sakit yang letaknya tak jauh dari rumah pegawai tersebut.
Anak perempuan kecil ini, sedang di suapi oleh istri dari pegawai Papah Sony.
"Seharusnya kamu berkata jujur pada saya tentang apa yang sedang menimpa anakmu. Jadi jangan berbuat seperti ini, itu tak baik. Masa untuk biaya rumah sakit dengan jalan korupsi?" ucap Papah Sony.
"Pak, sebetulnya saya tidak ada maksud untuk korupsi. Saya berniat meminjam dan jika saya sudah punya uang akan saya kembalikan. Saya malu jika terus menerus merepotkan bapak yang selama ini sudah baik pada, saya."
Mendengar akan yang di katakan oleh pegawainya tersebut. Papah Sony menarik napas panjangnya," saya akan memaafkan kamu dengan satu syarat jangan melakukan tindakan ini lagi. Dan saya tidak akan membawa kamu ke jalur hukum. Saya minta jujur selalu ya, jangan seperti ini. Saya juga tidak akan memecatmu."
"Alhamdulillah, terima kasih ya pak. Atas segala kebaikan bapak selama ini pada keluarga saya. Dan saya janji akan bayar hutang saya dengan cara setiap bulannya di potong dari gaji saya," ucap pegawai tersebut.
__ADS_1
Namun Papah Sony sama sekali tidak akan menagih uang yang telah di korupsi tersebut. Ia membebaskan uavg yang telah di korupsi oleh pegawainya tersebut. Dan bahkan ia malah membantu pegawai tersebut membayar sisa biaya rumah sakit yang harus di bayar.
#Flash Back Of #
Sejenak setelah mengingat tentang pegawainya tersebut, Papah Sony bercengkrama dengan Willy dan juga Rachel serta Mamah Nana.
Berbeda situasi dengan Rama dan Mia yang saat ini sedang ada di taman. Tetapi wajah Rama terlihat sangat murung gara-gara pertemuannya dengan Reta.
Dia tak habis pikir dengan Papahnya.
"Keterlaluan papah, untuk apa kita pindah rumah. Jika pada akhirnya, papah memberitahu juga rumah barunya pada Reta. Dia juga seenaknya sendiri!" batin Rama sangat kesal pada sikap Papah Sony.
Mia pun terus saja menatap wajah murung Rama, bahkan begitu dekatnya.
"Mas, apakah seperti ini? kamu mengajakku kemari hanya untuk melihat wajahmu di tekuk seperti itu?" tegur Mia seraya mencolek bibir manyun suaminya.
Hal ini membuat Rama kaget, dan ia langsung menggigit bibirnya sendiri seraya melirik sinis ke arah, Mia. Dan tiba-tiba ia memberikan sebuah kecupan mendadak di bibir Mia. Sontak saja Mia melotot ke arah Rama.
"Mas Rama! ini tempat umum loh, apa kamu nggak malu? lihat itu banyak sekali orang yang menatap ke arah kita," ucap Mia ketus.
"Biarin saja! jika mereka tanya akan aku jawab, kita ini kan pengantin baru."
Rama senang sekali menggoda Mia, dimana pun mereka sedang berada. Rama sangat senang melihat wajah manyun istrinya yang polos tersebut.
Kini Rama sudah tidak murung lagi, ia pun bercengkrama panjang lebar dengan Mia. Bahkan mereka membeli kue serabi hangat yang ada di sekitar taman. Dan juga membeli minuman jahe susu.
__ADS_1
Sesekali mereka juga bercada ria bersama menikmati suasana di taman tersebut. Hingga tak terasa sudah dua jam mereka berada di taman. Dan memutuskan untuk segera pulang.