Istri Ke Empat Sang Juragan

Istri Ke Empat Sang Juragan
Masa lalu


__ADS_3

Hari ini Raden menemani Ibu nya melakukan terapi berjalan,ia sengaja mengosongkan jadwal pekerjaan nya untuk meluangkan waktu demi Ibu nya.


Mereka melakukan terapi di kolam air hangat untuk melakukan peregangan agar syaraf syaraf Ibu nya kembali lentur.


Dia dan Ana ikut turun ke dalam kolam untuk ikut menyaksikan langsung.


"Aku minta maaf atas kejadian tempo hari!Aku benar benar menyesal dan berjanji tidak akan berbuat semena-mena lagi terhadap mu!"Ucap Raden sambil memperhatikan Ibu nya yang tengah di tangani oleh para terapis profesional.


Ana masih terdiam.


"Bicaralah! atau aku sungguh akan melakukan sesuatu terhadap mu!"Bentak Raden sambil mencengkram lengan Ana.


Ana melotot ke arah Raden,


"Aku sudah tidak marah, aku memang sengaja menjaga jarak dengan Anda, Juragan!"


Raden tidak berkutik,Ana memang berbeda,dia begitu menjaga kehormatan nya sebagai perempuan dan tidak terkesan sedikit pun terhadap dirinya.


Raden agak sedikit kecewa, tapi ia cukup senang kini Ana mau berbicara lagi dengan nya.


Nyonya Lidia, ibunya Raden, terlihat lebih baik setelah dirawat oleh Ana,ana begitu telaten, perhatian dan tanggungjawab.


"Aku sangat berterimakasih karena ibuku kini lebih baik setelah dirawat oleh mu!"Sambung Raden setelah mereka saling terdiam ambigu.


"Anda tahu sendiri aku melakukan semua nya demi uang, dan sebenarnya aku selalu senang saat melakukan pencapaian ku, pencapaian ku saat ini adalah kesembuhan Nyonya besar!"Jawab Ana sambil menatap ke arah Nyonya Lidia yang terlihat semangat melakukan terapi nya.


Sedangkan pandangan Raden selalu tertuju ke arah Ana,dia bahkan hampir tanpa berkedip menatapnya.

__ADS_1


"Berhenti menatap ku seperti itu juragan! atau ingin ku colok kedua mata Anda itu!masih tak cukup apa, anda sudah memiliki 3 istri yang cantik dan muda!"Ancam Ana sambil mencipratkan air ke wajah Juragan tengil itu,ia merasa risih selalu di tatap seperti itu.


"Hahaha! mereka hanya istri pajangan saja,Aku bahkan tidak pernah menyentuh mereka sekalipun!"Jawab Raden sambil membalas cipratan air ke wajah Ana.


"Benarkah?! berarti yang semalam adalah yang pertama kali nya?!"Entah kenapa Ana menjadi ingin lebih tahu.


"Tidak juga! Bahkan semalam aku di jebak oleh Mirna,aku diberi obat perangsang olehnya!aku bahkan tidak melakukan apa apa dengan nya semalam!"


"Kenapa tidak?! kalian adalah sepasang suami istri!dan anda memiliki kewajiban untuk memberikan nafkah batin kepada mereka!"


"Tapi aku tidak memiliki hasrat kepada mereka satu pun! mungkin nanti jika aku benar benar menemukan wanita yang aku cintai!"Pancing Raden, entah mengapa mereka merasa ada kenyamanan satu sama lain , hingga berani mengungkapkan masalah pribadi seperti itu.


"Lama lama juga nanti anda akan terbiasa, kadang seiring berjalannya waktu cinta akan datang secara tiba-tiba!"Ucap Ana .


"Aku sudah memiliki wanita yang aku cintai sejak aku kecil! dialah alasan ku bisa bertahan sampai saat ini!"kenang Raden, padahal yang dia maksudkan adalah Ana, namun sampai saat ini ia masih ingin merahasiakan jika mereka berdua pernah bertemu dulu saat mereka masih kecil.


Kedua istrinya Juragan Jaya saat itu selalu dilanda cemburu dan selalu berusaha menyingkirkan Nyonya Lidia dan Raden karena Juragan Jaya selalu memberikan perhatian lebih kepada keduanya dibandingkan kepada istri dan anak anaknya yang lain.


Dari istri pertamanya Juragan Jaya memiliki satu orang putera yang bernama Prabu, namun juragan Jaya meragukan keabsahan anak tersebut karena ketika dia menikahi istri pertamanya itu, ternyata dia sudah tidak perawan dan di duga sudah mengandung selama satu bulan, alhasil juragan Jaya tidak mengakui Prabu sebagai putera kandung nya.


Sedangkan dari istri keduanya, Juragan Jaya memiliki satu orang puteri, namun Juragan Jaya tidak terlalu menyukai putri nya itu karena ia sedikit agak terbelakang dan dianggap sebagai aib bagi keturunan nya.


Hingga suatu hari, tepat setelah Raden menerima kelulusan nya dari sekolah dasar tempat ia belajar,ia melihat Ibu nya di seret paksa oleh kedua ibu tirinya di bantu oleh beberapa pengawal pribadinya masuk ke dalam sebuah mobil dan ternyata mobil tersebut di ceburkan ke dalam sungai, Raden yang melihat langsung kejadian tersebut merasa putus asa dan berniat menyusul sang ibu untuk ikut masuk menceburkan diri ke dalam sungai tersebut.


Namun aksinya itu di gagalkan oleh seorang gadis kecil bertahi lalat yang memegang ujung bajunya tepat ketika ia akan menceburkan dirinya ke dalam sungai.


Saat itu hujan begitu deras, baju keduanya basah kuyup,dan entah mau kemana gadis kecil berponi berusia sekitar 7 tahun, tiba tiba saja sudah ada di belakang Raden

__ADS_1


Sedangkan tak ada orang lain yang melihat kejadian itu, seakan semua orang lenyap ditelan bumi.


"Lepaskan Aku!Kau tidak lihat,ibuku berada di dalam mobil itu,dan aku harus menyelamatkan nya!"


Dia hanya menatap Raden dengan tatapan sayu, seolah dia pun menyembunyikan kesedihan yang sama di dalam hatinya.


Ternyata saat itu Ana juga kehilangan kedua orangtuanya,Ayah dan ibunya berpisah dan meninggalkan nya di daerah tersebut, sedangkan Ana dititipkan kepada orang tua angkat sang Ibu karena ibunya harus pergi bekerja ke ibukota dan Ayahnya lenyap entah kemana.


"Aku juga ditinggalkan Ayah dan ibuku seorang diri, ingin rasanya aku mengejar mereka dan berkata aku ingin ikut mereka saja! tapi itu tidak bisa aku lakukan, terkadang orang dewasa memiliki cara sendiri untuk menyelesaikan masalah mereka sendiri dan kita tidak bisa ikut campur!"


Ucapannya terdengar begitu bijaksana , padahal ia masih sangat kecil waktu itu.


"Tapi Ibu ku bisa meninggal jika aku tidak menolong nya!"Teriak Raden sambil terisak.


"Tapi kamu juga bisa meninggal jika kamu lompat ke sana! berdoalah kepada Allah dan minta lah pertolongan kepadanya,dan berjanjilah kamu akan tetap hidup demi orang yang kamu cintai!"Sekali lagi Raden merasa terkesima oleh ucapan malaikat kecil dihadapan nya itu.


Ia menatap lekat lekat wajah si gadis kecil itu, kemudian ia menutup matanya dan melakukan apa yang dikatakan gadis itu.


Benar saja, keajaiban tiba-tiba datang, beberapa orang datang dan melihat mobil yang ditumpangi ibunya yang tercebur ke sungai, setelah itu tempat tersebut menjadi sangat ramai, beberapa polisi datang untuk mengevakuasi mobil sang ibu, namun gadis kecil itu sudah lenyap dari pandangan nya, Raden sempat menanyakan nama gadis itu, sambil berteriak ia menyebut namanya adalah Ana,dan dia pun hilang di telan kerumunan.


Sejak saat itu Raden berusaha mencari keberadaan Ana, namun perjuangan nya sedikit terhambat karena ia dikirim untuk belajar ke luar negeri beserta sang Ibu, setelah kecelakaan tersebut ibu nya di rawat di rumah sakit besar di Singapura,dan ia pun ikut belajar disana.


Juragan Jaya yang mengetahui kejadian yang menimpa istri kesayangan nya itu langsung memutuskan hubungan dengan kedua istrinya yang lain dan melimpahkan seluruh hartanya kepada Raden, hingga saat ini Raden lah yang mengelola kekayaan milik juragan Jaya , meskipun dengan segala kesulitan yang ia hadapi Tentu saja,kedua Ibu tiri beserta anaknya berusaha ingin merebut segala nya dari Raden, namun dengan sekuat tenaga Raden mempertahankan nya,ia berniat balas dendam kepada mereka tentang apa yang sudah mereka lakukan,dan ia tak memberi sepeserpun dari apa yang dimiliki sang Ayah.


...****************...


"Benarkah?!lalu siapa wanita itu?! kenapa Anda tidak menikahi nya?!Oh saya tahu! tentu dia menolak menikah dengan pria kejam seperti Anda bukan?! keputusan dia sudah sangat tepat!"Ejek Ana,dia bicara asal asalan tanpa rasa takut.

__ADS_1


"Dia adalah kamu Ana,apa benar kamu akan menolak ku setelah tahu aku yang seperti ini!ini adalah Aku ,Ana!pria kecil yang sudah kamu tolong waktu itu!"


__ADS_2