Istri Ke Empat Sang Juragan

Istri Ke Empat Sang Juragan
Sakit nya malam pertama


__ADS_3

Ahmad tak kunjung masuk lagi ke dalam kamar pengantin setelah ia pamit keluar tadi.


Aisyah yang sempat tertidur, kembali terbangun dan mendapati suaminya masih tidak ada disampingnya.


Waktu sudah menunjukkan pukul 12.30 dini hari.


Ia pun keluar kamar untuk mencari sosok sang suami yang menghilang dari peraduannya.


"Kamu cari apa nak?!"Suara sang Ayah mengagetkan Ana yang tengah mengendap endap di kegelapan lampu yang dipadamkan.


"Ah,A a Abi! mengagetkan Aisyah saja!"Ucap Aisyah sambil memegang bagian jantung nya yang hampir copot.


"Kamu mencari suami mu?!"


"I iya Abi,,heehee!"Jawab Aisyah malu malu.


"Dia di mushola,masih amalan,, mungkin dia masih gugup di malam pertama, kamu sabar saja dulu,dia masih butuh beradaptasi dengan statusnya yang sekarang!"Hibur sang Ayah,, padahal kemungkinan besar, sebagai seorang Ayah,dia mengendus sesuatu yang tidak beres dari Ahmad,menantu nya itu.


Seakan ia menyembunyikan sesuatu yang berat di dalam perasaan nya.


Aisyah mengintip dari jendela mushola di dekat rumah nya,benar saja, Ahmad nampak masih sibuk mengerjakan sholat malam dan berdoa, terlihat ia begitu khusuk dalam doa doa nya dan matanya nampak basah dengan airmata.


Hati Aisyah merasa tersayat sembilu,ia yakin ini ada hubungannya nya dengan Ana,, Aisyah tak menyangka jika Ahmad menjalankan pernikahan dengan nya secara terpaksa, sebagai bentuk penghormatan kepada Ayah nya yang merupakan Guru nya juga.


Ternyata di dalam hatinya sudah ada nama lain, yaitu sahabat sendiri,Ana Khairun Nisa, seorang gadis biasa dari kalangan biasa, bukan dari kalangan alim ulama seperti dirinya, namun ia nampak begitu istimewa sehingga mampu mencuri hati seorang Ahmad Al Zaelani, seorang kiyai muda lulusan Al Azhar, Kairo, Mesir.


"Assalamualaikum!"


Aisyah memberanikan diri untuk mendekati sang Suami yang entah sampai kapan akan terus berada di atas sajadah nya itu.


"Waalaikum salam,, Aisyah?!euh,,anu ,,maaf Aisyah,,saya baru saja mau menemui kamu di kamar!"Ahmad nampak terkejut dan gugup begitu melihat Aisyah berada di belakang nya, entah sejak kapan ia berada disana, apakah dia mendengar setiap doa yang ia ucapkan?


aduh gawat, kalau sampai ia mendengar nya!


Batin Ahmad sambil beringsut berdiri.


"Sebentar A,,ada yang mau Aisyah omongin sama Aa!"Aisyah menahan langkah Ahmad yang hendak beranjak.


"Iya?!"


Ahmad nampak penasaran,ia pun duduk berhadapan dengan istri nya itu.


"Kenapa Aa gak jujur dari awal kepada Aisyah tentang Ana?!"


Degh


'Bagaimana dia bisa tahu tentang Ana?'

__ADS_1


Ahmad menyentuh saku celananya dimana ia biasa menyimpan ponsel nya.


Ah kacau! ponsel nya lupa ia tinggalkan di dalam kamar tadi.


"Maksud nya?!"


Ahmad pura pura tidak mengerti.


"Aa dan Ana saling mencinta, bukan?! kenapa Aa tega membohongi Aisyah, seakan Aisyah ini menjadi perusak hubungan diantara kalian berdua,, Aisyah jadi merasa bersalah begini sekarang,,Ana pasti sangat sedih saat ini!"


Ucap Aisyah dengan berurai airmata.


"Jika Aisyah tahu dari awal AA tidak mencintai Aisyah, Aisyah pasti tidak akan meneruskan pernikahan ini,A! meskipun,,, meskipun Aisyah sangat mencintai Aa!"


"Bukan seperti itu Aisyah,,,dari awal AA memang yang salah,,AA tidak memiliki ketegasan dalam menentukan pilihan,AA tidak ingin menyakiti siapapun,, bahkan sifat serakah AA sempat muncul, menginginkan kalian berdua untuk tetap berada disisi AA sampai akhir hayat, namun Allah berkehendak lain, kamu adalah jodoh yang Allah pilih untuk AA! Maafkan AA karena sudah menyakiti hati kamu, Khumaira ku!"Ucap Ahmad sambil mengecup lembut tangan Aisyah yang begitu halus, sebisa mungkin ia memilih kata terbaik agar tidak menyakiti siapapun.


"Masih belum terlambat A,kita temui Ana besok!Aku ikhlas jika harus berbagi cinta AA dengan nya,aku malah senang karena akhirnya aku dan Ana akan bersama sama terus selamanya!"Ucapan yang tidak terduga keluar dari mulut Aisyah,ia berkata dengan tersenyum yang dipaksakan, terlihat jelas ia menyimpan sejuta luka yang berusaha ia sembunyikan.


"Aisyah,,?!"Ahmad seakan tak percaya dengan apa yang ia dengar.


"Aisyah serius A,, lebih baik kita berpisah saja lagi daripada Aisyah menanggung rasa bersalah jika sampai Aisyah menolak Ana menjadi madu ku!"


"Aisyah,,,! Khumaira ku!"


Dengan mata berbinar Ahmad memeluk sang istri yang ternyata memiliki hati sebening embun, Allah benar benar memilih kan jodoh terbaik untuk nya, meskipun ia harus perlahan berusaha mencintai nya.


"Kenapa Anda bawa saya kesini segala!?"Ana masih saja selalu protes saat juragan nya yang kini sudah menjadi suaminya itu memboyong nya ke sebuah Villa yang bertempat di sebuah daerah yang asri nan sejuk.


"Suka suka gue dong! bukan nya seorang istri itu harus ikut kemanapun suaminya pergi?! protes aja kerjaan nya! lagipula Mamah menginginkan suasana baru,dia butuh refreshing setelah sekian lama sumpek terus terusan berada di rumah sakit!"Jawab Raden dengan ketusnya.


"Hemm, alasan saja!"Ana terus saja ngedumel sambil mendorong kursi roda sang Mamah mertua.


"Mamah seharusnya gak ikut saja tadi,ini kan acara bulan madu kalian, nanti Mamah malah menjadi kambing conge lagi!"Goda sang Ibu,, memang seharusnya dia tidak ikut ke villa, namun Ana bersikeras mengajak nya, dengan alasan keamanan.


"Gak tahu tuh, si tengil! ribet banget orangnya!"Umpat Raden sambil melotot ke arah Ana.


"Apaan sih,kamu tahu yang ribet! pake pergi pergi jauh segala, apaan buang buang waktu saja!"


"Kamu tuh ya,bisa gak sih ikutin apa kataku saja, selalu saja ingin mendebat ku, sekarang aku adalah suami kamu Ana Khoirun Nisa!"


"Sudah sudah!gak capek apa kalian terus saja bertengkar dari tadi! antar kan Mamah ke kamar!mamah lelah dan ingin istirahat!"


Potong sang Ibu yang merasa jengah dengan kelakuan keduanya yang seperti anak ABG saja.


"Ya udah Mah,ayo kita istirahat,Ana tidur bareng Mamah ya!"


Kata Ana sambil beranjak dari hadapan Raden.

__ADS_1


"Eh,eh ,eh! Apaan kau ini!biar Mamah aku yang antar! siapkan air hangat untuk ku dan aku mau dipijat setelah nya!"Kata Raden sambil mengambil alih kursi roda sang Ibu dan mendorong nya ke kamar yang lain.


Dengan perasaan dongkol Ana menuruti perintah suaminya itu, meski bagaimana pun ia memang harus tunduk dan patuh terhadap nya,ia menyiapkan air hangat dengan bantuan asisten rumah tangga yang sudah tahu ekstrak bunga apa saja kesukaan sang juragan.


"Bagaimana sudah siap!?"


Tanya Raden yang sudah memakai pakaian mandi nya.


"Sudah juragan, sesuai dengan permintaan Anda!"ucap pelayan laki laki paruh baya yang biasa mengurus villa tersebut.


Ana terlihat masih sibuk memasukkan ekstrak bunga ke dalam kolam air hangat miliknya.


Raden pun turun ke kolam tersebut tanpa menghiraukan kehadiran Ana disana,ia bertelanjang dada dan dengan santainya menikmati air hangat yang begitu membuat pikiran menjadi nyaman.


"Aaaaa!"Ana berteriak kaget karena melihat Raden ternyata sudah ada disana tanpa berpakaian.


"Apaan sih, berisik! mengganggu ketenangan saja!"Ucap Raden dengan matanya yang masih tertutup, menikmati aroma bunga mawar merah kesukaannya.


"Maa ma af!"Ana terlihat kikuk dan berlari untuk segera pergi dari kolam tersebut, namun saat ia berjalan melewati Raden, tangan Raden menangkap kakinya hingga ia hampir terjerembab.


"Aduh!"


"Kau mau kemana ?! pijitin kepalaku!dari tadi rasanya pusing karena ulah mu yang terus terusan tidak dapat di atur!"Kata Raden sambil menarik kaki Ana agar mendekat ke arah nya.


"Iya iya! jangan di tarik tarik gini dong, sakit tahu!"Teriak ana sambil berusaha melepaskan diri.


Dengan terpaksa Ana memijit kepala Raden, meskipun ia merasa risih karena Raden tidak memakai baju.


"Lumayan enak juga pijatan kamu!"


Puji Raden,ia merasa semakin rileks kini.


Ana hanya diam tak bersuara.


"Aw aw aw!aduh!"Raden berteriak kesakitan.


"Kenapa?!"Tanya Ana acuh tak acuh, mungkin saja Raden hanya mengerjainya.


"Turunlah ke air! bagian bawah ku sakit,tolong pijitin,aduh!"Erang Raden.


"Bagian bawah apa?! enggak mau ah!Aku gak mau basah kuyup dan gak mau kena air,,ih,, pijit aja sendiri!"


"Ayo turun,,aku sudah tidak kuat! bantu aku untuk melemaskan nya!Ahhh!"


"Apaan sih!aku sudah berulang kali bilang, jangan macem-macem sama aku!"


"Macem macem apa? dasar otak mesum!kaki ku keram dan aku tidak bisa bergerak! cepat segera turun!"Bentak Raden sambil menarik tangan Ana hingga tercebur masuk ke dalam kolam.

__ADS_1


Ana pun memijit pergelangan kaki Raden dengan perlahan, Raden terdengar berteriak teriak kesakitan hingga membuat orang diluar berpikir yang macam macam,, malam pertama yang sangat heboh, begitu pikir mereka.


__ADS_2