Istri Ke Empat Sang Juragan

Istri Ke Empat Sang Juragan
Kabur


__ADS_3

"Apa yang terjadi?!"Tanya Raden begitu melihat kondisi di rumah nya yang terlihat kacau.


"Sayang!!Ana kabur membawa Mamah Lidia!"Teriak Mirna sambil berhamburan menghampiri suami nya yang baru datang.


"Apa maksud mu?!"Raden seakan tak percaya dengan apa yang dikatakan Mirna.


"Iya Sayang!Ana kabur di hari pernikahan nya dan dia pergi membawa Mamah Lidia!"Sarah ikut meyakinkan diikuti anggukan dari Ningsih.


"Apa?! Jelas saja dia kabur! mengapa


kalian langsung menikah kan dia tanpa persetujuan ku!"Bentak Raden kepada para bawahan nya


"Mereka harus segera dinikahkan untuk menutupi aib bagi kita semua, Juragan, lagipula Arifin sudah mengakui jika itu sebuah kesalahan dan mereka khilaf melakukan nya!"Ucap sang pengacara.


"Bodoh kalian semua! Cari Ana sampai dapat,dia pasti belum terlalu jauh!dia pergi sambil membawa Ibu ku!"Teriak Raden sambil segera berlalu keluar rumah nya untuk ikut mencari Ana.


Ana sudah berpikir secara matang tentang keputusan nya untuk kabur tepat di hari pernikahan nya dengan Arifin yang sama sekali tak ia inginkan.


Pada saat semua orang fokus ke acara tersebut, pada saat itulah ia keluar lewat lift karena pengamanan nya yang longgar.


Ia dan nyonya Lidia sudah sepakat untuk kabur karena ia tak bisa meninggalkan begitu saja sang nyonya besar yang jika ia tinggalkan sudah pasti akan berada di dalam penyiksaan yang abadi.


Tidak ada kabar sama sekali dari Raden dan Bagas selama mereka pergi ke Amerika, untuk itulah ia membuat keputusan besar tanpa memberitahu kan mereka yang sebenarnya terjadi.


Tujuan pertama Ana adalah pergi menemui Ahmad,ia ingin meminta pertolongan padanya.

__ADS_1


Ana menemuinya secara sembunyi-sembunyi karena tak ingin menimbulkan masalah untuk pesantren jika saja ia ketahuan bersembunyi disana, pesantren bisa habis di ubral abrik oleh suruhan Mirna jika saja ia ketahuan datang kesana.


"Apa yang terjadi An?! kenapa kamu kabur sambil membawa Ibu dari juragan Raden?!"Ahmad sangat kaget begitu Ana meminta nya untuk bertemu di tempat tak biasa.


"Ceritanya panjang A, yang jelas Ana tak bisa meninggalkan Nyonya Lidia karena ia sedang berada dalam bahaya!"Jawab Ana sambil celingukan takut ketahuan.


"Lalu apa yang bisa ku bantu An, sebaiknya kamu kembali saja ke pesantren,Umi dan Abah pasti akan senang menerima mu kembali!"Ahmad menawarkan tempat untuk Ana berlindung.


"Gak bisa A,itu akan sangat berbahaya bagi pesantren, mereka akan mencari ku karena dianggap sudah menculik Nyonya Lidia,aku hanya ingin meminta alamat tempat pengobatan alternatif untuk kesembuhan Nyonya Lidia,Aa bisa membantu ku kan?dan aku minta surat rekomendasi agar tempat pengobatan itu merahasiakan identitas ku A,bisa kan,A ?!"


"Tentu saja An, apapun akan aku lakukan!Aku akan mengantarkan mu kesana sekarang juga, tempat itu sangat terpencil, cocok untuk bersembunyi,dia adalah sahabat Abah dan juga guruku juga,Ayo kita berangkat sekarang!"Ahmad begitu baik akan membantu Ana,saat Ana dalam kesulitan, Ahmad selalu ada untuk membantu nya, andaikan saja ia belum memiliki jodoh, tentu Ana ingin berharap jika Ahmad akan menjadi tambatan hatinya.


"Tidak usah di antar A, Ana minta alamat lengkapnya saja,Aa pasti sibuk di pesantren!"Ana merasa tidak enak karena sudah merepotkan Ahmad.


"Ayo!"


Di perjalanan yang cukup jauh,Ana menceritakan semuanya kepada Ahmad, tentang ia yang dijebak dan akan di nikahkan dengan pria yang tak ia kenal, tentang ketiga istri Juragan Raden yang sama sama sangat menakutkan dan tentang alat suntik yang ia temukan hingga membuat kondisi Nyonya Lidia kembali lumpuh setelah ia susah payah membuat kondisi lebih baik.


"Sampai saat ini Juragan Raden masih di luar negeri,ia pasti terkejut mendapati ku sudah pergi membawa Ibunya, entah dia tahu yang sebenarnya atau tidak, namun menurut pengacara nya, Juragan Raden sengaja sembunyi karena scandal yang melibatkan ku, mereka takut kejadian ini berimbas negatif terhadap bisnis nya.


"Aku mengerti tentang kebaikan hati mu An,kamu sangat peduli kepada Ibu Lidia, namun sampai kapan kamu akan menyembunyikan nya,dia tetap lah Ibu dari orang lain yang pasti akan dicari oleh keluarga nya! lihat lah An,kamu sudah masuk berita karena sudah menculik Ibu dari majikan mu!Kamu bisa masuk penjara An,jika suatu nanti kamu ketahuan!"


Ahmad mengingatkan Ana,ia memperlihatkan ponselnya yang tengah memutar berita tentang dirinya yang membawa kabur Ibu dari majikannya tepat di hari pernikahan nya.


"Entah lah A! mungkin sampai kondisi Nyonya Lidia membaik dan keadaan di rumah Juragan Raden juga kondusif!"Jawab Ana belum memiliki kepastian tentang ke depan nya.

__ADS_1


Mungkin juga sampai mereka menemukan keduanya dan Ana akan masuk penjara seperti yang dikatakan Ahmad.


"Semua perhiasan Nyonya besar hilang Juragan,juga ATM dan barang berharga lainnya!"Lapor Bagas setelah ia memeriksa seluruh kamar Nyonya Lidia atas perintah Raden.


Mereka langsung kehilangan jejak Ana setelah mereka mencari di sekitar rumah, kemudian Raden mengerahkan semua anak buahnya untuk mencari Ana kemanapun sampai dapat.


"Ya Tuhan! bagaimana jika ternyata terjadi sesuatu kepada Mamah, perempuan licik itu pasti mengincar harta Mamah sejak awal, makanya dia begitu gesit merawat Mamah, setelah dia mendapatkan yang


ia mau, Mamah pasti akan dibuang oleh nya!"Mirna membuat keadaan semakin kacau,ia sengaja mengatakan hal itu supaya Raden semakin cemas dan lemah.


"Diam kamu! membuat kepala ku semakin pusing saja! pergi kalian semua dari hadapanku, biarkan aku dan Bagas tenang dalam mencari Mamah!"Bentak Raden,ia pun menyuruh ketiga istrinya untuk pergi dari hadapannya juga semua orang yang ada di lantai empat.


"Menurut mu kenapa Ana membawa Mamah pergi?!Apa mungkin yang dikatakan Mirna benar adanya?!"Ucap Raden setelah semuanya pergi,ia meminta pendapat dari sahabat nya.


"Aku juga tidak yakin, disisi lain,aku percaya kepada Ana, tapi di sisi lain, setiap orang bisa berubah bukan, contohnya Arifin, kita mempercayai dia sepenuhnya, tapi malah membawa masalah!itu bisa juga terjadi kepada siapapun termasuk Ana!"


Jawaban Bagas terkesan masih sangat abu abu dan Raden masih di selimuti rasa penasaran yang luar biasa.


"Aku bahkan masih mempercayai jika Ana dan Arifin tidak mungkin melakukan hal semacam itu! makanya aku marah saat mereka langsung mau menikah kan mereka!tapi tentang yang ini aku tak habis pikir,bisa saja ia kabur tanpa membawa Ibu ku segala bukan?!"Raden mengeluarkan segala kegamangan hatinya.


"Entah lah! jika alasan nya karena kasihan, mengapa sampai sejauh itu! Nyonya Lidia bahkan bukan keluarga nya, tak mungkin ia sampai se simpati itu terhadap kesembuhan orang lain!"


"Kesembuhan?! kesembuhan mamah?!"


Raden langsung melonjak begitu mendengar Bagas mengatakan tentang kesembuhan.

__ADS_1


"Kenapa,Den?!"Bagas penasaran apa yang Raden pikirkan kini.


"Kita ke pesantren tempat Ana tinggal dulu, sekarang juga!"Kata Raden sambil segera beranjak dari tempat duduk nya.


__ADS_2