Istri Ke Empat Sang Juragan

Istri Ke Empat Sang Juragan
Gay


__ADS_3

Sejak kejadian hari itu, kebencian Ana semakin membuncah terhadap Raden.


Jika saja ia tidak terikat kontrak dengan nya dan ia terhalang karena rasa iba terhadap Nyonya besar, tentu ia akan berusaha bagaimana pun caranya untuk keluar dari sangkar emas milik Raden.


Namun ia tetap bertahan karena ia memiliki tekad untuk memulihkan kembali kesehatan Nyonya besar dan sudah berjanji kepada nya untuk tidak meninggalkan nya saat ini.


Mereka sama sekali tidak bertegur sapa jika bertatap muka,jika ada keperluan,Ana hanya meminta tolong lewat asisten pribadi Raden, yaitu Bagas.


Begitu pula dengan Raden, merasa harganya diri nya sudah hancur karena Ana sudah berhasil membuat ia babak belur dan ia harus menahan malu di hadapan para penghuni rumah nya,dan ia seakan di buat tidak berkutik oleh seorang gadis kecil yang terlihat lemah seperti Ana, sedangkan ia dikenal dengan sebutan Raja mafia yang berdarah.


"Berhenti tertawa ketika bertemu dengan ku Bagas!kau membuat harga diri ku semakin hancur!"Gerutu Raden,ia tahu sahabat nya itu tengah mengolok-olok setiap mereka bertemu.


Bagaimana tidak, Bagas selalu merasa geli tatkala melihat wajah Raden Kusuma jaya yang terkenal paling ditakutin di seluruh Antero Nusantara,babak belur di hajar oleh seorang gadis kecil yang bahkan tubuh nya saja hanya sepinggang Raden sendiri.


"Gila!bar bar banget tuh cewek!gak nyangka aja gue! ternyata dia bisa sehebat itu!jadi penasaran gue,apa yang Lo lakuin sama dia hingga Lo dihajar habis habisan oleh nya,Den!?"


"CK!Gue hanya gak bisa nahan diri aja setelah melihat kecantikan nya yang paripurna!"


Jawab Raden seakan tak mau membuka kejadian waktu itu yang sebenarnya.


"Lo nyosor dia?!"Bagas memperjelas perkiraan nya.


Raden hanya mengangguk mengiyakan nya.


"Gila! berani bener Lo!gue yakin cewek Alim kayak dia pasti masih suci bro! mungkin pegangan tangan aja dia belum pernah sama cowok,nah Lo?malah berani berani Lo nyosor dia!gue jamin kebencian dia sama Lo pasti tak akan berakhir! hahaha!"Ejek Bagas.


"Iya,,, sekarang bahkan dia gak pernah menyapa gue sama sekali sebagai atasannya juga!CK! makin tersiksa gue jika berpapasan langsung dengan nya!"Keluh Raden.


Tring


Terdengar suara pesan masuk ke ponsel milik Bagas.


"Istri ketiga Lo ngajak ketemuan sama gue!ada apaan ya!? pasti dia kepo dengan kejadian kemarin!"


"Kalau dia nanya macam macam, bilang aja gue gay!biar aman, nanti juga yang lainnya pada nanyain masalah yang sama, males gue ngeladenin mereka!"


"Serius Lo!?jika kabar ini tersebar hingga ke luar,apa kata orang nanti,Den!?"

__ADS_1


"Bodo amat! capek gue ngeladenin orang di luaran sana yang terus menerus menjodohkan anak perempuan nya sama gue buat di jadikan istri ke empat!ogah Gue!"


"Hahaha! kasih lah buat gue satu!ya udah gue berangkat dulu ya, ntar gue rekam deh percakapan gue sam istri Lo,biar Lo yakin!"


"Alah bodo amat! Gue gak peduli!"Teriak Raden mengiringi kepergian Bagas yang akan menemui Ningsih.


...----------------...


"Ada keperluan apa?! kenapa mengajak bertemu disini!?di rumah kan bisa?!"


Bagas cukup terkejut karena ternyata Ningsih mengajak nya bertemu di sebuah villa yang masih milik Raden juga.


"Aku hanya tidak ingin ada orang yang tahu tentang percakapan kita kali ini,aku ingin tahu tentang sesuatu yang pribadi dari juragan mu itu!"Jawab Ningsih sambil menikmati secangkir kopi kesukaan nya dan beberapa cemilan.


Rasanya aneh saja, Ningsih yang biasanya terlihat cuek dan kekanak-kanakan karena memang usianya yang paling muda diantara istri Raden yang lainnya,hari ini dia terlihat agak dewasa dengan dandanan nya yang agak menor dan seksi.


"Tidak semua tentang Juragan Raden bisa aku buka begitu saja meskipun kepada istrinya sendiri!aku sudah bersumpah setia kepadanya!Aku minta maaf!"Ucap Bagas,dia terlihat kaku karena merasa risih bicara dengan istri dari bos nya secara privat seperti ini.


"Aku hanya ingin membicarakan tentang pelayan baru itu!"Kata Ningsih sambil menyulut sebatang rokok.


"Ana?!"Bagas meyakinkan perkiraan nya.


"Kenapa dengan dia?!"


"Siapa dia sebenarnya?!"Sepertinya Ningsih mencium sesuatu yang disembunyikan Raden tentang pelayan baru itu.


"Seperti yang diketahui oleh semua orang,dia adalah tawanan Juragan Raden,Ayah nya memiliki banyak hutang kepada Juragan dari semenjak zaman Juragan Jaya dulu,dia tak mampu membayar dan menyerahkan Ana kepada kita!hanya itu!Memang nya Anda berharap dia itu siapa?!"


Bagas sangat berhati hati dalam membicarakan tentang profil Ana kepada siapapun.


"Oh jadi benar ya rumor itu!?Aku hanya melihatnya seperti di istimewa kan saja oleh suamiku, semua orang pun beranggapan demikian, apalagi setelah kejadian kemarin!"


"Juragan hanya sangat membutuhkan Ana saat ini,dia sangat lihai dalam merawat Nyonya besar, pengalaman nya di bidang medis patut diperhitungkan,Anda bisa lihat juga hasilnya bukan?!"


Jawab Bagas,dia berusaha meyakinkan Ningsih demi menepis semua kecurigaan nya.


"Ya aku tahu! hanya saja, setelah hadir nya pelayan itu, suamiku jadi terlihat lebih ceria,dia lebih sering pulang dan menghabiskan banyak waktu di lantai empat, bahkan aku saja yang sudah sebulan dinikahi nya, belum sama sekali disentuhnya!memberi perhatian kepada ku pun tidak pernah!dan Aku yakin kepada Mirna dan Sarah pun dia belum pernah melakukan apapun!Aneh! kurang cantik apa coba kita kita ini?!"

__ADS_1


Keluh Ningsih.


"Jelas saja dia ceria, karena kondisi ibu nya yang semakin membaik setelah kehadiran Ana!dia juga banyak menghabiskan waktu di lantai empat karena senang melihat setiap perkembangan dari Nyonya besar setiap harinya! menurut ku satu kekurangan kalian,jika kalian ingin mendapatkan hati juragan Raden,maka kalian harus mau merawat Nyonya besar dengan tulus!"Saran Bagas.


"Ahhh, mana ada yang mau, Gas! mengurus orang tua lumpuh kayak gitu! kita kan istri dari seorang juragan,masa harus bersusah payah mengurus orang tua yang penyakitan!"Jawab Ningsih ketus,dia memang selalu berbicara ketus dan blakblakan.


"Ya jangan harap kalian bisa mendapatkan Juragan ku, padahal setidaknya berikan saja perhatian kepada nyonya besar, bukan malah sebaliknya!ah sudahlah, jika tidak ada yang penting lagi,saya mau undur diri nyonya!"


Kata Bagas pamit.


"Tunggu Gas!tak bisakah kamu menemani ku hari ini, sebentar saja lagi?!"Ningsih mulai melancarkan rayuan mautnya.


Dia memegangi tangan Bagas dan mengelus nya lembut.


"Maaf Nyonya, Juragan sudah menunggu saya untuk pekerjaan selanjutnya!"Bagas menolaknya sopan.


"Aku kesepian,dan aku yakin kamu juga kesepian kan?!Aku sering melihat mu curi curi pandang kepada ku!"Ucap nya dengan percaya diri, padahal belum pernah Bagas tertarik kepada istri dari bos nya itu.


"Maaf Nyonya,saya harus segera pergi!"Bagas menarik tangan dengan agak keras, namun Ningsih malah menahan nya semakin erat.


"Gas, please!Aku akan memberi mu bonus!"


"Maaf Nyonya,saya seorang Gay!"Tak tahu harus bagaimana lagi,Bagas hanya asal ucap saja.


"Apa?!Aku tidak percaya!"


"Itulah mengapa Saya masih melajang sampai sekarang!"


"Lalu Juragan Raden,,apa dia juga,,,,?!"


Bagas mengangguk mengiyakan saja perkiraan Ningsih, sesuai perintah Juragan nya.


"Jadi kau dan suami ku,,,?!"


Bagas hanya terdiam,lalu pergi begitu saja.


Ningsih pun terpaku ambigu di tempat nya.

__ADS_1


Pantas saja Suami nya itu seperti tidak bergairah tatkala melihat ketiga istrinya yang bohay bohay itu.


Ternyata dia seorang Gay.


__ADS_2