
"Aku sudah memiliki wanita yang kucintai sejak aku kecil,,"Kenang Raden.
"Benarkah?!lalu siapa wanita itu?! kenapa Anda tidak menikahi nya?!Oh saya tahu! tentu dia menolak menikah dengan pria kejam seperti Anda bukan?! keputusan dia sudah sangat tepat!"Ejek Ana,dia bicara asal asalan saja tanpa rasa takut.
"Dia adalah kamu Ana,apa benar kamu akan menolak ku setelah tahu aku yang seperti ini!ini adalah Aku ,Ana!pria kecil yang dulu sudah kamu tolong waktu itu!"
Batin Raden sambil menatap Ana yang beranjak menjauhi nya.
"Hei,,apa kau bilang tadi, pria kejam?!"Raden terlihat gusar,ia menarik kerudung panjang Ana dan menahan nya.
"Ya,iya dong!apa aku salah?aku yakin wanita yang anda cintai itu wanita baik baik,jadi ia pasti menolak menikah dengan anda kan?! wanita normal akan berpikir berulang kali memiliki suami seperti anda, juragan tengil!"Ejek Ana.
"Kenapa kau berpikir seperti itu!?"Tanya Raden semakin kesal,ia menahan terus kerudung Ana yang sudah basah kuyup karena mereka ikut turun ke dalam kolam air panas.
"Karena wanita yang baik adalah untuk pria yang baik dan pria yang baik adalah untuk wanita yang baik, jika Anda menginginkan wanita yang baik itu ,maka anda dulu harus menjadi pribadi yang lebih baik!"Jawab Ana sambil menepis kan kerudung nya agar terlepas, kemudian ia menghampiri Nyonya besar yang sudah hampir selesai melakukan terapi nya, lalu membantu nya naik ke daratan.
Raden terdiam ambigu,,
"Seburuk itukah penilaian mu terhadap ku gadis kecil ku!?jika begitu aku akan berusaha berubah, agar kamu memandang ku lebih baik dan suatu saat nanti kamu akan sadar,aku adalah yang terbaik untukmu!"Batin Raden, ia bertekad untuk meluluhkan hati Ana dengan berusaha menjadi apa yang dia mau.
Hari itu benar benar hari terbaik bagi Raden,ia pergi berjalan jalan bersama sang Ibu yang sangat ia cintai ditemani dengan gadis kecil pujaan hati nya,hal yang paling ia impikan selama bertahun-tahun.
Mungkin suatu hari nanti,ia akan berjalan jalan kembali dengan Ana dalam kondisi yang berbeda, sebagai sepasang kekasih yang saling mencintai.
Mereka terlihat begitu menikmati kebersamaan yang terjalin, Nyonya Lidia pun terlihat begitu sumringah dan bahagia,dia begitu menyukai Ana,dan sebagai seorang Ibu, Nyonya Lidia dapat menangkap kebahagiaan yang terpancar dari sang Putera,ia yakin jika Raden tengah dilanda jatuh cinta kepada perawat nya itu.
Sesampainya di rumah,Ana di kejutkan dengan kedatangan tamu yang bahkan tak terbayang kan oleh nya selama ini.
"Juragan,ada tamu yang ingin bertemu dengan Anda,sejak tadi ia menunggu Anda diruang tamu!"Ucap Bagas sambil menunjukkan seseorang yang tengah duduk menunggu kedatangan Raden dan Ana.
"Ajeungan Anom?!"(sebutan bagi kiai muda di daerah Sunda)
__ADS_1
Batin Ana ,ia benar benar kaget dengan kedatangan putra dari guru nya itu.
Dia adalah putera dari Guru nya Ana di pesantren yang baru pulang dari Kairo, Mesir .
Aa Ahmad, begitu ia di panggil.
Aa Ahmad sempat memberikan perhatian khusus kepada Ana, namun sayang nya ia sudah di ta'aruf kan dengan seorang puteri kiai yang merupakan sahabat dari Guru nya Ana itu .
Ana cukup tahu diri dan hanya mampu mengagumi A Ahmad dalam diam,ia tak berani membalas perhatian sang ajeungan Anom karena kondisi dirinya yang bukan lah siapa siapa.
Tapi Ana sudah cukup senang karena sudah mengenal sang ustadz muda itu,ia pintar, tampan dan sangat berwibawa.
"Aa,, kenapa Aa bisa ada disini?!"Sapa Ana dengan rasa kaget nya yang masih belum hilang.
"Assalamualaikum An, kamu apa kabar?!"Sapa Aa Ahmad sambil menatap Ana sekilas yang tengah mendorong nyonya besar di atas kursi roda nya.
"Ehem!"Raden memberi kode karena merasa diabaikan padahal ia adalah sang tuan rumah.
Raden merasa kesal karena Ana begitu sopan dan menghormati pria itu, tidak seperti kepada dirinya yang selalu galak dan mengejek nya.
"Assalamualaikum Kang!Saya Ahmad!"sapa Ahmad begitu sopan,ia menyodorkan tangan nya untuk berjabat tangan dengan Raden.
Namun Raden tak mengindahkan nya dan tak membalas jabatan tangan Ahmad.
"Ada keperluan apa datang ke rumah ku!?"Tanya Raden kurang bersahabat.
"Emm ,,,sebelum nya saya minta maaf, kedatangan saya kesini adalah karena di utus Ayah saya yang juga adalah guru Ana di pesantren untuk menjemput Ana agar dia kembali ke pesantren!"Jawab Ahmad langsung kepada intinya.
"Degh!"
Jantung ana seakan berhenti berdetak, antara bingung dan senang karena ada yang memperhatikan nya ternyata, namun ia bingung karena ia sudah terikat kontrak dengan Nyonya besar.
__ADS_1
"Anda pikir bisa semudah itu,, anda tahu kenapa Ana berada disini?!"
Jawab Raden dengan wajah nya yang datar dan sok berwibawa.
"Saya tahu Kang! Akang tinggal sebutkan saja berapa hutang Ayah nya Ana dan kami akan membayarkan nya sekarang juga!"Jawab Ahmad begitu bersahaja.
"Bukan hanya sekedar itu,apa Anda sudah bertemu dengan Ayah nya Ana?!"Tanya Raden lagi.
"Belum,, kebetulan Pak Taryana saat ini sangat susah ditemui! tapi saya yakin beliau akan senang jika masalah ini cepat terselesaikan!"Jawab Ahmad dengan begitu percaya diri.
"Berarti Anda belum tahu dengan jelas hal yang sebenarnya sudah terjadi! sebenarnya saya tidak ada masalah jika Anda berniat membawa Ana kembali! Anda tinggal tanya saja kepada Ana,apa dia mau ikut dengan mu atau dia mau tetap tinggal disini,itu terserah dia saja!"Kata Raden sambil menatap ke arah Ana, sedangkan Nyonya besar sudah naik ke lantai atas di antar Bagas.
"Bagaimana An?!"Ahmad pun meminta keputusan dari Ana.
"Saya,saya,,,euh,,maaf kan saya A,, saya sangat berterimakasih karena Aa sudah jauh jauh mau menjemput saya dengan kebaikan AA dan pesantren yang luar biasa,,tapi sepertinya untuk saat ini saya masih belum bisa kembali ke pesantren karena saya sudah terikat kontrak kerja dengan juragan Raden,saya berjanji kepada nya untuk tetap tinggal disini sampai kondisi Ibu nya membaik!Aa dan Abah tidak usah khawatir karena disini saya diperlakukan dengan baik dengan gaji yang cukup tinggi, sekali lagi saya mohon maaf dan terimakasih
yang sebanyak banyaknya,juga sampai kan salam ku kepada Umi dan Abah!"Jawab Ana begitu hati hati disambut dengan senyum penuh kemenangan dari Raden.
Ahmad tertegun mendengar jawaban dari Ana,ia pikir Ana akan senang dengan kedatangan nya.
"Apakah kamu yakin dengan keputusan mu An?!"seakan merasa tidak puas dengan jawaban Ana, Ahmad kembali meyakinkan keputusan Ana.
"Apa masih belum jelas jawaban dari nya!? pintu keluar nya ada di sebelah sana! silahkan, sebelum para bodyguard mengantar kan anda keluar!"Ucap Raden dengan tegas dan garang.
"Tidak perlu repot-repot, Kang!saya bisa sendiri!"
Jawab Ahmad sambil berdiri diikuti oleh orang orang yang mengantarkan nya.
"Kalau begitu saya pamit pulang An, hubungan Aa jika kamu perlu sesuatu!"Kata Ahmad sambil menatap Ana sekilas,Ana hanya mengangguk sambil menunduk tanpa berani menatap Ajeungan Anom panutan nya itu.
Ada rasa terharu, bahagia,dan sedih karena Ahmad sudah begitu perhatian jauh jauh ingin menjemputnya, tapi ia sedih karena ia tidak bisa memilih untuk ikut dengan nya, entah benar alasannya karena Nyonya besar atau ia terlanjur nyaman berada di rumah itu dengan segudang masalah yang ada di dalamnya.
__ADS_1
Entah lah, hanya waktu yang bisa menjawab nya.