
"Ssstt, lihat cara berjalan si ninja, hihihi,dia pasti digempur habis-habisan sama pria Turki semalam!"Bisik Mirna begitu melihat Ana pulang ke rumah dalam keadaan wajah yang lesu dan cara berjalannya pun sedikit sempoyongan.
"Ih, kejam kamu!kalau Raden tahu dia akan habis di siksa oleh nya, karena sudah berani melayani pria hidung belang!ih serem!"Ucap Sarah dengan nada mengejek, namun ia puas karena akhirnya dendam nya terbalas kan dengan sempurna.
"Mantap kan ide si Ningsih?! berguna juga dia ternyata!"Mirna mengajak Sarah untuk tos dan mereka berencana merayakan keberhasilan mereka kali ini.
"Tapi ngomong ngomong kemana si Ningsih sekarang ya?! ponselnya mati dan susah dihubungi!"Sarah menanyakan keadaan Ningsih yang tidak dapat dihubungi dari semalam.
"Alah, kayak yang gak tahu dia aja!paling dia masih asyik dugem!udah gak usah ngurusi dia,ayo kita lihat reaksi mertua kita saat melihat menantu kesayangan nya pulang dalam keadaan sudah tidak perawan,ahahaha!"
"Brak!"
Terdengar suara pintu yang di dobrak dengan paksa.
Ternyata Raden yang baru pulang dengan mata penuh amarah.
"Kamu baru pulang sayang?!"Sapa Mirna sambil menghampiri suaminya.
Namun Raden malah menarik lengan Mirna dan mencengkram nya dengan keras.
"Keluar dari rumah ku sekarang juga ,atau kau akan bernasib sama seperti si Ningsih!"Ucap Raden dengan tiba tiba.
"Apa maksud kamu?apa salah ku sampai aku kamu usir! seharusnya yang harus keluar dari rumah ini adalah dia! dia sudah menjual dirinya kepada Pria hidung belang semalam!aku punya banyak bukti nya!"Mirna menunjuk ke arah Ana yang berdiri di ambang pintu kamar nya sambil memegangi ibu mertuanya.
"Dari mana kau tahu?!ooohh,jadi benar kan!kau adalah dalang dari semua yang terjadi padanya semalam,kau pikir aku tidak tahu,jika selama ini segala yang terjadi kepada Ibuku dan kepada Ana adalah karena ulah mu!"
"A a apa?bu bu bukan seperti itu maksudku!aku tidak tahu menahu tentang apapun yang terjadi padanya,aku tahu karena Ningsih yang memberitahukan rencananya nya kepada ku!aku sempat mencegahnya, tapi ningal bersikukuh akan menjual Ana kepada seolah pria!hanya itu yang aku tahu, benar kan,Sar?!"
Mirna menatap Sarah untuk meminta perlindungan,ia terlihat sangat gugup karena sudah keceplosan bicara.
"A aku bahkan tidak tahu sama sekali!"Jawab Sarah dengan terbata, jelas ia sangat takut kebawa bawa dengan urusan tersebut,memang dari awal ia tidak tahu tentang rencana Ningsih,ia baru tahu setelah Ana pulang ke rumah dalam kondisi yang lemah seperti sudah di perkosa.
"Kau masih mau mengelak?!lalu ini apa?!aku punya bukti chat antara kamu dengan Ningsih semalam, andai saja aku terlambat datang sedetik saja, entah bagaimana sekarang keadaan Ana!"
__ADS_1
Raden memperlihatkan ponsel Bunga yang kini berada ditangan Raden.
"Apa!?jadi?jadi semalam,,,"
"Ya,aku datang tepat waktu dan menyelamatkan nya dari rencana busuk kalian!"
"Jadi,, semalam dia tidur dengan siapa,,,? semalam dia bahkan tidak pulang ke rumah!"Ucap Nyonya Lidia, seakan dia ingin mempertegas dan ingin membuat kedua menantu jahat nya terbakar api cemburu karena sebenarnya semalam Ana tidur dengan suaminya.
Mirna dan Sarah menatap tajam ke arah suaminya, perasaan mereka sudah tidak enak, karena sejatinya Raden sangat sulit di dekati, bahkan mereka pun tidak pernah disentuh nya selama ini,lalu bagi mungkin seorang Ana bisa tidur dengan Raden yang terkenal gay itu.
"Tentu saja dengan ku?! kenapa apa ada masalah?!dia adalah istri ku,jadi tidak ada salahnya nya kan kita melakukan hubungan suami istri seperti itu!"
"Apa?!"Mirna dan Sarah berteriak bersamaan.
Sedangkan Ana hanya memalingkan wajahnya dan beranjak masuk ke dalam kamar,kali ini ia tidak menyangkalnya, berarti apa yang dikatakan Raden benar adanya, hatinya semakin dongkol, kenapa Raden harus memberitahu semua orang jika mereka tidur bersama semalam,ia semakin marah saja kepada Raden.
"Dan kalian ingin tahu dimana Ningsih sekarang?!"
Mirna dan Sarah saling bertatapan, keduanya nampak begitu ketakutan.
Sarah segera bersimpuh dikaki suaminya sambil memohon agar tidak bernasib sama seperti Ningsih.
"Aku benar benar tidak tahu menahu tentang apapun yang terjadi kepada Ana semalam,aku berani bersumpah!dan aku berjanji aku akan memperlakukan nya dengan baik mulai sekarang,, tolong ampuni Aku!"Rengek Sarah dengan memelas sambil menangis ketakutan.
"Kau pikir aku akan percaya!kau pikir aku tidak tahu tentang apa yang kau lakukan selama ini,kau berusaha mencuri dari ku,dan berniat ingin menguasai harta ku seluruh nya! dasar wanita ular!kau pikir aku akan melepaskan mu begitu saja! tentu saja tidak, Sarah!akan ku buat kau menyesal seumur hidup!kau akan tersiksa dalam kuburan yang kau buat sendiri, di rumah ini kau akan ku jadikan budak seumur hidupku,cam kan itu!"
Sarah menangis sejadi jadinya, tentu saja semua keputusan Raden tak dapat di ganggu gugat lagi,ia harus menerima hukuman yang diberikan untuk nya, namun baginya itu masih mending,ia masih bisa balas dendam kepada Raden dan Ana, selama nafas nya masih ada,ia akan tetap menjadi bayang bayang kehancuran bagi Suami kejamnya itu,ia bersumpah.
"Hoek Hoek Hoek!"
Tiba tiba saja Mirna muntah muntah dan berlari ke kamar mandi terdekat.
Semua orang berbisik bisik, mungkin saja dia sedang hamil.
__ADS_1
"Kamu kenapa Mir? sakit?!"Tanya Sarah kepada madunya itu,ia menghampiri Mirna yang masih berada di kamar mandi,
sedangkan Raden tak peduli dan malah menghampiri ibu nya.
"Gak tahu ,dari kemarin rasanya aku ingin muntah terus!"Jawab Mirna.
"Atau mungkin kamu hamil Mir?!"Sarah berasumsi.
"Entahlah,aku memang sudah telat dua mingguan!"
"Aku akan membujuk Raden agar memeriksa mu,jika kamu hamil,kita bisa lolos dari hukuman yang akan dia berikan kepada kita!"bisik Sarah,ia pun pergi menghampiri Raden yang sedang menyuapi Nyonya Lidia.
"Bisakah kamu menyuruh dokter untuk memeriksa Mirna? dia tidak berhenti muntah muntah dari tadi!"
"Aku tidak peduli! lakukan saja sendiri! lagi pula dia sudah bukan urusan ku lagi!"Jawab Raden begitu acuh.
Sarah pun segera memanggil dokter pribadi untuk memeriksa keadaan Mirna dan ternyata benar ia positif hamil.
"Hamil dari mana!? bahkan aku tidak pernah menyentuh nya!"Raden begitu uring-uringan begitu mendengar jika ternyata Mirna benar benar sedang hamil.
"Kamu lupa dengan malam itu,kita sudah melakukan nya sekali,dan kau ingin mengelak?!kau benar benar tidak bertanggung jawab!"Isak Mirna di dalam pelukan Sarah.
Raden tidak yakin, bahkan malam itu ia tidak ingat apapun, meskipun saat ia terbangun,ia sudah dalam keadaan telanjang di kamar Mirna.
Ia mengacak rambut nya kesal, tidak tahu apa yang harus ia lakukan kini, jelas ia sangat marah,tapi bagaimana jika benar anak yang dikandung Mirna adalah darah dagingnya,ia tidak mungkin mengabaikan nya begitu saja.
"Setidaknya izinkan dia tinggal sampai ia melahirkan bayinya!"Ana berusaha memberi saran,ia mendengar kegaduhan dan ia harus menyadarkan Raden jika ia tetap harus bertanggung jawab.
Raden menatap Ana penuh keheranan, bagaimana ia masih bisa membela orang yang hampir saja akan menghancurkan hidup nya,tapi setiap permintaan tak bisa ia tolak, lagipula apa yang dikatakan Ana ada baik nya juga.
"Baiklah,,! setidaknya sampai anak itu lahir aku akan menangguhkan keputusan ku atas semua perbuatan jahat mu itu, namun setelah itu tidak ada kata maaf, setelah hasil tes DNA keluar,aku tetap akan membuat mu menyesal seumur hidup!"
Mirna akhirnya bisa bernafas lega, setidaknya ia masih ada waktu untuk kembali menyusun rencana untuk balas dendam lagi dan lagi,dan kini harus sesempurna mungkin agar berhasil.
__ADS_1