Istri Ke Empat Sang Juragan

Istri Ke Empat Sang Juragan
Takdir jodoh


__ADS_3

"Pokok nya Mamah gak setuju kamu nikah sama Ana!"


Protes Nyonya Lidia begitu Raden meminta restu sang Mamah untuk menikahi Ana.


"Raden pikir Mamah bakal seneng Ana jadi mantu mamah, bukankah kalian tidak terpisahkan!?"


Sanggah Raden setengah mengejek.


"Pokoknya jangan! Apalagi kamu hanya berniat untuk mempermainkan nya saja, sebagai alat balas dendam kepada tiga istri mu itu, kalau kamu benar benar mencintai nya dan ingin membahagiakan nya,itu lain cerita!"Ucap Nyonya Lidia tetap bersikeras dengan penolakan nya.


"Yah mungkin dengan berjalannya waktu, rasa itu akan ada Mah, siapa yang akan tahu! lagipula Ana sudah setuju menikah dengan Raden besok!"


"Apa!?kau sudah gila ya!ya jelas saja dia setuju,dia sedang ada dalam tekanan kamu saat ini!kamu tidak lihat nasib mamah setelah dinikahi oleh Papi mu?! meskipun dia begitu mencintai Mamah, tapi justru itulah masalah nya,,nyawa mamah sampai sekarang terus menerus dikejar kejar orang orang yang membenci kita!Mamah tak ingin hal yang sama terjadi kepada Ana,,jika kau menyayangi nya, bebas kan saja dia! biar Mamah juga ikut dengan nya, kamu gak usah khawatir,Ana sangat menyayangi Mamah,dia akan menjaga Mamah selama nya!"


"Mamah tuh apa apa an sih! Raden lebih menyayangi Mamah dari siapapun, Raden tak akan membiarkan Mamah pergi kemanapun, Raden selalu membutuhkan Mamah! Raden tak bisa hidup tanpa Mamah!"Ucap Raden dengan mata nya yang berkaca-kaca.


"Sayang,, bukan Mamah ingin meninggalkan mu! Mamah hanya merasa aman saat bersama Ana, hanya dia yang mampu menjaga Mamah,kamu bisa bebas bekerja tanpa harus mengkhawatirkan Mamah, bukan!"Ucap Nyonya Lidia begitu melihat putera kesayangannya itu nampak bersedih,ia memeluk nya penuh kasih sayang.


"Dengan menikahi Ana,Ana akan selalu berada di samping Mamah tanpa Raden merasa risih saat bersama kalian, lagipula aku dan dia saat ini sedang saling membutuhkan,Mamah jangan khawatir,Ana adalah wanita kuat yang tak terkalahkan oleh siapapun, Mamah tahu betul tentang dia, kan?!"Raden berusaha meyakinkan Ibu nya.


"Janji sama Mamah jangan pernah menyakiti nya Den!dia sudah Mamah anggap seperti anak Mamah sendiri,jika kamu menyakiti nya berarti kamu menyakiti Mamah!"


"Raden janji mah, pernikahan ini hanya akan berlangsung sampai tujuan kita masih masing tercapai, selama itu, Raden pastikan semua nya akan baik baik saja!"


"Semoga kamu berubah setelah menikah dengan nya, Den! Mamah selalu berharap yang terbaik untuk kamu, Mamah ingin melihat Kamu bahagia, bukan sekedar memiliki harta dan kekuasaan yang berlimpah, tapi juga memiliki seseorang yang dapat membawanya mu ke dalam kebahagiaan dunia dan akhirat,kamu mengerti kan maksud, mamah, mulai sekarang belajar lah ilmu agama kepada calon istri ke empat ku itu,, mamah mohon, saat mamah meninggal nanti,mamah ada yang mendoakan dan mamah akan meninggalkan mu dengan tenang!"


"Mamah doakan saja,ya!"


...****************...


Ana masuk ke ruangan dimana Ibunya masih terbaring koma dengan memakai gaun pernikahan yang begitu indah,ia nampak cantik sekali dengan balutan gaun berwarna putih dengan paduan warna silver,senada dengan hijab nya serta manik manik diatas kepalanya,,dia terlihat anggun dan menawan.


Hari ia akan menikah dengan sang Juragan kaya raya yang bukan dambaan nya, semua ia lakukan demi sang Ibu,, semoga ini adalah keputusan yang terbaik yang akan Allah ridhoi, begitu kata ustadz Imran yang akan ikut menyaksikan pernikahan Ana yang akan dilangsungkan di hadapan Ibunya,di dalam rumah sakit.


Netra semua orang tak lepas dari sosok sang calon mempelai pengantin perempuan, apalagi Juragan Raden,ia seakan melihat bidadari yang turun dari kayangan, matanya bahkan seakan tak berkedip sama sekali,andai saja sang Mamah tak menyenggol nya, mungkin ia sampai lupa akan mengucapkan ijab kabul saat itu.


Sedangkan Ana,, hatinya masih tak berhenti bergelut dengan pikirannya yang serba serbi,,,

__ADS_1


Di tempat lain pun tengah berlangsung pernikahan antara Ahmad dan Aisyah,,


Ahmad nampak tak bisa fokus, sekali kali ia melihat sekeliling, berharap Ana datang menyaksikan pernikahan nya, namun sayang ia tak kunjung datang.


"Saya terima nikah dan kawin nya Ana Khairun Nisa dengan mas kawin emas seberat satu kilogram dibayar tunai!"


Raden mengucapkan ijab qobul dengan begitu lancar hanya dalam sekali tarik nafas.


"Bagaimana para saksi sah?!"


"Saaaahh!!"


"Alhamdulillah!"


Ucap semua yang hadir nampak serempak.


"Alhamdulillah Mad, akhirnya kamu sudah sah menjadi seorang suami, Abah dan umi selalu berharap kalian akan bahagia sampai ke janah nanti!"Ucap umi Fatma, begitu Ahmad selesai mengucapkan ijab qobul,dan akhirnya ia pun kini sudah sah menjadi suami dari Aisyah Nurul hidayah.


"Abi titip Aisyah ya,Mad!jaga dia dengan baik, sekarang dia adalah tanggung jawab kamu sepenuh nya, sayangi dia dengan segenap jiwamu dan jangan pernah sakiti dia!"Begitu Abinya Aisyah,dia memberikan wejangan nya kepada menantu kebanggaan nya itu.


"Aisyah akan ikut serta ke Kairo bersama mu,itu sudah menjadi keputusan Abi, tolong jaga dia di negara rantau,ya,Mad!"


"Apa?! bukannya Aisyah tidak bisa ikut Abi?! maksud Ahmad, itu yang dikatakan Aisyah sebelum kita menikah!"Ahmad sangat terkejut dengan apa yang dikatakan mertua nya itu,bisa kacau rencana nya untuk membawa serta Ana ke Kairo.


"Kenapa,, kamu gak senang Aisyah ikut?!"


"Bu bu bukan begitu Abi,jika memang tidak bisa, tidak usah dipaksain, Ahmad gak apa apa jika harus berangkat sendiri,, tapi jika Aisyah mau ikut,itu Alhamdulillah sekali!"Ucapan Ahmad agak berbanding terbalik dengan apa yang ia rasakan saat ini,Ana tetap menjadi prioritasnya, bahkan ia berencana akan menyewa perawat untuk menjaga Ibunya Ana.


"Jika sudah menikah maka sudah kewajiban seorang Istri untuk mengikuti suaminya kemanapun dia pergi,Abi sudah mengizinkan Aisyah untuk menimba ilmu bersama mu di Kairo,jadi bawa lah dia kemana kamu inginkan,Mad!"


"I iyaa Abi, Alhamdulillah kalau begitu!"Ucap Ahmad dengan gugup dan merasa tak enak hati.


Entah air mata apa yang keluar dari kedua ujung mata milik Ana, bagaimana ia tak akan menangisi nasibnya yang malang, Pria pujaan hatinya malah menikah dengan sahabat nya sendiri, apa daya ternyata Aisyah sudah mencintai Ahmad terlebih dahulu.


Memang takdir harus berkata lain, bahkan kini ia harus menikah dengan Pria yang boleh dibilang tidak ia sukai, Juragan tengil yang sama sekali berbanding jauh terbalik dengan Pria pujaan hatinya,ia sama sekali bukan tipe nya,, setiap bertemu bahkan mereka selalu saja bersitegang,tak ada akur akur nya sama sekali,,


Tapi inilah takdir Tuhan yang tidak dapat terelakkan,,

__ADS_1


Ana kini sudah menjadi Nyonya ke empat dari Juragan Raden Kusuma Jaya, konglomerat terpandang seantero jagat raya.


"Kita ke Villa ku saja dulu, kita akan berbulan madu di sana, jangan khawatir kan kedua Ibu kita,Aku sudah menyewa perawat untuk menjaga mereka!"


Goda Raden sambil berbisik, setelah mereka selesai melaksanakan akad.


"Apa,,?!Gak perlu bulan madu bulan madu segala!Aku gak mau pergi kemanapun tanpa Nyonya Lidia! dia tidak boleh ditinggalkan barang sedetik, kalau terjadi sesuatu kepada nya,baru tahu rasa Anda!"Ucap Anda dengan sewot nya, Nyonya Lidia selalu saja dijadikan alasan, sedang kan sang Ibu,dia ditempatkan di ruangan khusus yang tidak sembarangan orang bisa masuk, kecuali dokter dan perawat.


"Hahaha,kau pasti takut kan?! Aku bebas melakukan apapun terhadap mu,kan sekarang kita sudah menikah, sudah halal!"


Raden terus saja menggoda Ana yang terlihat semakin ketakutan.


"Jangan macam-macam ya, sesuai perjanjian, tidak akan terjadi apapun diantara kita selama tidak ada perasaan apapun yang terjad,dan sebelum kamu mampu menjadi imam yang baik untukku!"Ancam Ana.


"Uuhhh,, aku semakin suka dengan sikap kau yang bar bar seperti ini, bikin gemas! Aku semakin gak sabar dengan malam pertama kita,, pasti akan seru!"


Mata Ana semakin membelalak, melotot ke arah juragan Raden, sedang kan Raden malah terkekeh gemas melihat sikap ana yang sepertinya benar benar takut akan dirinya.


"A,,?!apa ada yang Aa sembunyikan dari Aisyah, sepertinya dari tadi Aa terlihat gelisah, apa ini ada hubungan nya dengan ketidakhadiran Ana?!"


Aisyah memberanikan diri untuk bertanya kepada suaminya,ia terlihat tegang dari saat pelaksanaan akad, hingga kini malam pertama mereka, Ahmad masih terlihat bersikap dingin dan acuh terhadap nya, ia hanya terus menatap layar ponselnya dan sesekali berusaha menelpon seseorang, Aisyah berpikir mungkin Ahmad kepikiran Ana yang tak hadir di upacara pernikahan mereka, mengingat keadaan Ibunya yang masih kritis.


Ada sedikit rasa cemas dan cemburu hadir di perasaan Aisyah, namun ia tetap berusaha berpikir positif, melihat kedekatan keduanya memang wajar jika Ahmad mencemaskan Ana.


"Ah, tidak juga,Syah!AA hanya cemas karena Ana tidak bisa dihubungi dari tadi, Aa takut terjadi sesuatu kepada nya,dia sudah tidak punya siapa siapa untuk dimintai tolong selain Aa!"Ahmad terlihat begitu gugup saat Aisyah mendekat nya dengan pakaian terbuka, biasa nya ia hanya melihat gadis tersebut dengan pakaian serba tertutup, menutupi seluruh tubuhnya.


"Kalau begitu, besok kita temui dia di rumah sakit,ya,A!? Aisyah juga merasa khawatir tentang Ana! sebaiknya sekarang kita istirahat ya,AA juga pasti lelah karena seharian terus berdiri,mau Aisyah pijitin, ya!"


" Gak k usah, Syah! Kamu tidur saja duluan,AA mau mandi terlebih dahulu!gerah!"Ucapnya sambil turun dari ranjang pengantin yang sudah di hiasi dengan sedemikian rupa.


Aisyah tertegun,apa Ahmad sengaja menghindari nya!?


Tanpa sengaja Aisyah melihat ponsel Ahmad yang tergeletak begitu saja di atas kasur,dan layar nya masih on dalam aplikasi chat,dan itu chat untuk Ana.


"Astaghfirullah,,!"


Aisyah terkejut karena secara tak sengaja ia membaca isi chat yang begitu panjang untuk Ana dari suami nya.

__ADS_1


__ADS_2