
"Anaaa!!"
Tangis Nyonya Lidia langsung pecah begitu melihat Ana dihadapan nya kini.
"Maafin ibu ya An,gara gara ibu kamu jadi kesusahan seperti ini!"Ucap Nyonya Lidia sambil memeluk erat tubuh Ana.
"Nggak Bu, jangan menyalahkan diri sendiri seperti itu, semuanya terjadi atas kehendak Allah,Ana ikhlas menjalani semuanya!"Jawab Ana menenangkan Nyonya Lidia.
Sedangkan Raden hanya menatap mereka sambil berdiri di dekat jendela.
Pemandangan yang sungguh indah, gadis yang terkadang selalu menjengkelkan itu sudah berhasil merebut hati mamah nya, bahkan ia hampir tak diakui anak jika tidak segera mengeluarkan Ana dari tahanan.
"Ibu, makan ya,lalu minum obat, setelah itu langsung istirahat!,Ini sudah sangat larut,ibu harus segera tidur!"Kata Ana disambut anggukan dari Nyonya Lidia, kemudian dengan telaten,Ana menyuapi Nyonya Lidia dan memberinya obat,ia juga menjelaskan tentang kondisi ibu nya,agar Nyonya Lidia mengerti jika Ana harus bolak balik mengurus Ibu nya.
"Ibu turut prihatin atas apa yang terjadi kepada Ibu kamu, sayang! kamu pasti sedih sekali, begitu banyak yang terjadi akhir-akhir ini kepada mu, sayang, semoga kamu selalu diberikannya kesabaran dan kekuatan!ambil ini untuk membantu biaya pengobatan ibu kamu,ibu ikhlas memberikan nya kepada mu,ibu begitu banyak menyusahkan mu,jadi ibu mohon jangan menolak ini, Ana,jual dan gunakan uangnya untuk kamu!"
Kata nyonya Lidia sambil menyodorkan sebuah dompet yang berisi banyak perhiasan dan sejumlah uang.
"Tidak usah Bu, Juragan Raden sudah membayar nya tadi!"Ana menolaknya dengan halus,ia melirik ke arah Raden sekilas yang langsung memainkan ponselnya begitu Ana melihat ke arah nya.
"Benarkah?! bagus lah setidaknya ia tahu cara berbalas budi,uang tabungan Ana habis dipakai selama Ibu dalam pengobatan kemarin!jadi kau harus mengganti nya berkali-kali lipat!"Sepertinya nyonya Lidia masih kesal terhadap putera nya itu .
"Suruh siapa?! kalau aku tahu dari awal , tentu aku tak akan pernah merepotkan siapa pun,aku punya banyak uang untuk memenuhi semua kebutuhan ibu!"Jawab Raden dengan angkuhnya.
"Sombong sekali kau! kamu pikir semuanya dapat di beli dengan uang,jika benar kau berpikir begitu, sudah dari dulu ibu dapat sembuh!"Bentak Nyonya Lidia sambil melempar Raden dengan bantal.
"Ibu jangan marah marah terus, nanti tensi nya naik lagi, sekarang waktunya istirahat!Ana harus melihat kondisi Ibu yang akan menjalani operasi,nanti Ana kesini lagi buat melihat kondisi Ibu lagi,ya?!"Kata Ana begitu lemah lembut.
"Ternyata hanya kepada ku saja dia berkata dengan arogan tanpa sopan santun sedikitpun, dasar bocah tengil!"Umpat Raden di dalam hatinya.
Setelah memastikan jika Nyonya Lidia sudah beristirahat dengan tenang,Ana pun pamit kepada Raden untuk melihat kondisi Ibu nya.
__ADS_1
"Ibumu sudah dipindahkan ke ruangan khusus,aku sudah membayar semuanya!"
Kata Raden setelah mereka berada di luar ruangan.
"Terimakasih,,,!"Ucap Ana sambil membungkuk kan badan nya.
"Tapi itu tidak gratis!"
"Apa?! maksud Anda?!"
"50 juta yang aku transfer itu sebagai tanda terimakasih ku karena kau sudah merawat ibu ku,baru saja aku bayar lagi 50 juta lagi untuk membayar biaya perawatan Ibu mu yang ternyata masih koma,,,tapi aku tidak keberatan,asal dengan satu syarat,,kau harus kembali bekerja untuk ku!"
"Apa?!"
Ana pikir juragan nya itu ternyata memiliki sisi baik karena sudah mau menolong nya, namun ternyata ia salah dugaan, rupanya Raden memiliki rencana yang lain terhadap dirinya.
"Dan bukan sampai disini saja,bocah tengil! kedepannya ibu mu akan terus membutuhkan biaya yang cukup besar, melihat kondisi nya yang sekarang, ia harus mendapatkan perawatan yang cukup lama,kau pikir dari mana kau akan mendapatkan uang sebanyak itu, sedangkan biaya menginap di rumah sakit ini saja sudah mahal, belum lagi untuk yang lainnya,kau mau jual diri!?"
"Anda pikir Saya akan mampu melakukan hal semacam itu?!"Ana sedikit meradang,lagi lagi juragan tengil ini selalu saja merendahkan nya.
"Ya apapun bisa dilakukan karena kondisi terdesak
bukan ?!"Raden semakin menyudutkan Ana.
Ana menghela nafas panjang,,
Jujur saja ia tak memiliki jalan keluarnya.
"Aku tawarkan satu solusi,dan aku akan menjamin semua kebutuhan mu juga biaya pengobatannya Ibu mu sampai sembuh lagi!"Entah apa lagi rencana Raden kali ini.
"Jangan macam-macam ya,aku gak akan pernah menjual diriku sampai kapanpun!"tukas Ana.
__ADS_1
"Siapa juga yang bernafsu kepada bocah tengil seperti ku ,hah! percaya diri sekali kau!"Ejek Raden seperti biasa,dia memukul kepala Ana dengan pelan namun terkesan tidak sopan.
"Lantas apa?!apa saya harus seumur hidup bekerja untuk Anda!?"Tebak Ana sambil mengusap kepala yang sedikit terasa ngilu.
"Lebih dari itu,,aku butuh bantuan mu untuk membuktikan semua kebusukan ketiga istriku,,!"
"Bukannya Anda orang yang paling berkuasa, apapun bisa Anda lakukan kepada siapapun bukan?!"potong Ana.
"Orang tua mereka bukan orang sembarangan, jika aku bertindak gegabah, malah bisa menjadi Boomerang untuk diriku juga kelangsungan hidup semua karyawan ku,aku dan mereka terikat hubungan bisnis yang cukup kuat, semuanya bisa berantakan jika mereka aku singkirkan begitu saja!"Raden menjelaskannya panjang lebar.
"Lagi lagi karena uang dan kekuasaan!"Gumam Ana.
"Yah, begitu lah duniaku Ana,jadi apa kau mau membantuku?!"
"Bagaimana caranya?!"Tanya Ana penasaran.
"Jadilah istri ku yang ke empat!"
Jeng jeng jeng..
Ana memijit pelipisnya yang tiba-tiba terasa nyut nyutan.
Tadi siang Ahmad menawari nya agar mau dijadikan istri nya yang kedua, sekarang lebih parah, Juragan tengil yang ia benci malah menawari nya menjadi istri nya yang ke empat.
Wah parah ini ..
Kenapa nasibnya bisa jadi begini,,Ayah dan ibunya memang tukang kawin cerai tapi ia memiliki impian yang berbeda tentunya, tidak ingin seperti mereka,gagal berulang kali dalam hal pernikahan, namun ini lebih parah,,
Di poligami?!
Apakah tidak ada kandidat lain yang single, bujangan lapuk juga gak apa apa,atau duda kaya raya yang masih keren gitu,,,
__ADS_1
Hups!!
Ana menepuk jidatnya saking merasa pusing.