
"Anaaaa!!"
Teriak Raden pagi ini, seperti biasa auman nya menggema hingga memenuhi seluruh ruangan.
"Iya juragan!"Jawab Ana sambil berlari segera menghampiri juragan nya yang sudah menjadi suaminya itu, namun tetap saja ia diperlakukan bak seorang pelayan.
"Tutup pintunya!"Ucap Raden yang masih menggunakan handuk sambil bertelanjang dada, sepertinya dia baru selesai mandi, sedang kan Ana hanya berdiri di daun pintu karena merasa risih.
Ana pun masih ke dalam kamar Juragan nya sambil menundukkan matanya,ia tak mau menodai netra nya yang masih suci itu dengan pemandangan yang jorok di pagi hari.
"Apa sarapan ku sudah siap?!"Tanya nya sambil mengeringkan rambut nya dengan menggunakan handuk.
"Nyonya Sarah yang menyiapkan sarapan Juragan! saya tidak diperkenankan membantu nya!"Jawab Ana sambil tetap menunduk.
"Lalu apa kerjaan mu?!"Tanya nya ketus.
"Tentu saja merawat Ibu, eh maksudnya Nyonya besar, sesuai dengan perintah Anda!"Jawab Ana hampir salah ucap.
"Dia sudah selesai kau urus?"
"Sudah juragan, beliau sedang menunggu Anda untuk sarapan!"
Jawab Ana.
"Sarah juga yang menyiapkan sarapan untuk nya!?"
"Tentu tidak! beliau hanya boleh memakan makanan yang saya siapkan!"
"Bagus! kalau begitu kering kan rambut ku biar cepat selesai, lalu siapkan pakaian kerjaku!Aku ada pertemuan dengan klien dari Singapura pagi ini! makanya hari ini aku tidak akan bisa menemani mamah melakukan terapi!"Ucap Raden sambil menyodorkan headliyer kepada Ana.
"Baik Juragan , Nyonya biar saya saja yang akan mengantar!"
Jawab Ana sambil mengambil alat pengering rambut itu dari tangan Raden,ia harus mau melakukan nya kini, sekarang dia adalah istri ke empat dari sang juragan.
Mirna yang sedang sibuk berdandan terlihat gusar setelah mendengar teriakan suaminya yang memanggil nama istri ke empat nya.
Apa yang mereka lakukan di dalam sana,ia kini sedang terbakar api cemburu.
Dengan perlahan dan mengendap-endap, Mirna mendekati pintu kamar sang suami,dan menempelkan telinganya di daun pintu.
"Lebih cepat Ana,aku sedang terburu-buru,,Aw! kau sempit sekali, ternyata kau memang belum berpengalaman, sini biar aku ajarkan biar kau cepat cekatan dalam melayani ku!"
"Maaf!"
hanya itu yang Ana ucapkan,,
Mirna semakin gerah dan penasaran dengan apa yang mereka lakukan pagi pagi di kamar itu, sudah hampir setengah jam mereka tak kunjung keluar.
"Brak!"Mirna membuka pintu dengan cukup keras,,, kecemburuan nya sudah tak terbendung lagi,ia menerobos begitu saja ke dalam kamar sang suami
__ADS_1
yang ternyata Ana sedang memasang kan dasi untuk nya.
"Sayang, kenapa kamu tidak meminta tolong kepada ku saja, aku sudah lihai dalam hal apapun, apalagi hanya memasang kan dasi!"Mirna nyelonong masuk begitu saja sambil mendorong tubuh Ana hingga sedikit oleng dan menjauh.
"Nah kan rapih!"Ucapnya sambil tersenyum puas semanis mungkin,dia menyelesaikan pekerjaan Ana yang dianggap nya tidak mampu.
Raden hanya terdiam saja, sebenarnya ia kesal karena Mirna sudah mengganggu kebersamaan nya dengan Ana.
"Aku punya hadiah untuk mu sayang!"Mirna mengeluarkan sesuatu dari dalam saku bajunya,dan ternyata itu adalah sebuah parfum berukuran mini,Ana sedikit curiga dengan parfum tersebut, sebuah parfum yang sudah langka di gunakan karena biasanya hanya digunakan pada momen tertentu saja, sebagai obat atau untuk mengguna guna i seseorang.
"Prang!"
"Aduh! maafkan saya Nyonya,saya tidak sengaja!"Dengan sengaja Ana menyenggol tubuh Mirna hingga parfum tersebut jatuh dan pecah berantakan.
Dengan segera Ana memakai kan masker kepada Raden dan mendorong nya agar menjauh.
Kemudian ia pun segera mengambil parfum tersebut dan mengepel bekas tumpahan nya.
Ana tahu betul Parfum tersebut sudah di mantra mantra i, entah apa tujuan Mirna.
"Plak!"
"Kurang ajar!Apa yang kau lakukan!?kau tahu parfum itu sangat mahal! bangun!kau harus mempertanggung jawabkan perbuatan mu,kau sudah merusak semuanya!aku sengaja menyiapkan parfum itu untuk suamiku!"
Mirna sangat murka,dia menarik kerudung Ana dan mendorong tubuh Ana hingga kepala nya terbentur ke dinding.
"Sudah sudah! biarkan saja dia Mirna,Ayo kita sarapan sekarang!"Raden berusaha mengalihkan perhatian Mirna yang tengah marah besar,ia tidak ingin Ana disakiti siapapun, namun ia juga tidak bisa secara terang terangan membela Ana,itu malah akan membuat suasana semakin memanas.
Ana membawa Nyonya Lidia ke ruang makan,ada pemandangan yang tak biasa saat ia tak sengaja melirik ke arah Sarah ketika dia sedang menyiapkan makanan untuk Juragan nya,ia seperti sedang membubuhkan sesuatu yang mencurigakan,dan Ana harus tetap waspada.
"Maafkan saya juragan,saya tidak sengaja menumpahkan nya!"Tentu saja Ana sengaja,dia menumpahkan susu ke atas piring milik Raden.
"Ana,,! kenapa hari ini kau ceroboh sekali!Aku tidak jadi makan, selera makan ku sudah hilang!"Raden terlihat sangat kesal, entah kenapa pagi ini Ana bersikap sangat menyebalkan, seolah dia sengaja melakukan nya.
Ia pun segera beranjak dari ruang makan dan bersiap untuk segera berangkat.
"Kau akan menerima akibatnya nanti!"bisik Sarah dan Mirna geram.
"Nyonya sebaiknya kita sarapan di luar saja,kita sudah terlambat untuk melakukan terapi!"Ucap Ana sambil mendorong kursi roda Nyonya Lidia dan mengejar langkah Raden untuk mengikuti nya.
"Blugh!"
Ia segera masuk ke dalam mobil mewah yang ditumpangi suaminya.
"Kenapa kau masuk kesini? keluar!aku sedang terburu-buru!"
"Biarkan saya menumpang ke dalam mobil Anda, Juragan ku!ada yang harus saya bicarakan!"Rengek Ana dengan manja, membuat Raden tak bisa menolak nya.
"Dimana ibuku?!"Tanya nya lagi.
__ADS_1
"Dia di mobil yang lain bersama Bagas!"
"Dia belum sarapan!?"
"Kita sarapan di luar saja! suasana di rumah sedang tidak kondusif!"Jawab Ana dengan entengnya.
"Jelas saja tidak kondusif,kau yang membuat masalah tadi!"
Mereka kembali berdebat sambil jalan.
"Usaha kan jangan makan di rumah jika bukan aku yang menyiapkan nya,juga hindari interaksi langsung dengan Mirna dan Sarah,dan jangan memakai apapun pemberian dari mereka, termasuk makanan ataupun minuman!"Ana memberikan nasihat panjang kepada suaminya agar tetap waspada saat di rumah.
"Jangan berlebihan lah,kau cemburu?!"Tanya Raden setengah mengejek.
"Untuk apa aku cemburu,Aku hanya memperingatkan Anda saja! seperti nya mereka sedang merencanakan sesuatu, parfum yang dihadiahkan Mirna tadi untuk anda bukan parfum biasa,aku juga melihat Sarah membubuhkan sesuatu ke dalam makanan Anda, untung saja saya melihatnya,jika tidak mungkin saat ini anda sudah kena guna-guna!"
"Really,,,,?! sudah lah aku anak milenial jaman now,aku nggak percaya dengan hal hal yang seperti itu!"Jawab Raden sedikit menyepelekan,ia percaya hal yang logis logis saja,, jaman sekarang masih percaya hal seperti itu,itu sama sekali bukan style nya.
"Ya terserah mau percaya atau tidak!Aku sudah berusaha untuk memberitahu Anda,, jangan menyesal jika nantinya sesuatu terjadi kepada Anda,Juragan Raden Kusuma Jaya!"
"Hemm, bagaimana kau bisa serba tahu lebih dariku,Nyonya Kusuma jaya?! secara aku memiliki banyak anak buah dimana mana dan aku bisa tahu segalanya dari mereka?!"Goda Raden sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Ana.
"Tentu saja Aku lebih tahu segalanya, Juragan Kusuma yang terhormat, tidak semua hal bisa di beli dengan uang dan kekuasaan, tidak semua tempat bisa kau datangi,termasuk pesantren tempat ku menimba ilmu bukan?!"Seakan menantang, Ana malah semakin mendekatkan wajahnya ke hadapan wajah Raden, membuat Raden menjadi gugup.
"oooh,jadi di pesantren kau juga diajarkan ilmu hitam?!"Ucap Raden sambil terus memajukan tubuhnya makin merapat ke tubuh Ana.
"Tidak juga,aku hanya diajar kan cara mendeteksi dan menangkal nya saja!"Ana semakin mundur karena terdesak.
"Kita sudah sampai di tempat terapi Juragan!"
Tiba tiba sang supir mengagetkan mereka.
"Akh! dasar pengganggu!akan ku potong gajimu nanti"Umpat Raden dalam hatinya.
Ana dapat bernafas lega akhirnya,ia bisa lolos dari sang juragan kali ini,ia segera membuka pintu mobil dan segera keluar.
"Hei,,!"Teriak Raden.
"Apa!?"Jawab Ana sambil kembali berbalik.
"Kau tidak meminta izin padaku?!"Ucap Raden sambil menyodorkan satu tangan nya dengan penuh keangkuhan.
Ana memutar bola matanya karena kesal.
Dengan terpaksa ia pun meraih tangan suaminya itu dan mengecupnya sedikit saja.
Namun ia malah menarik tangan Ana hingga tubuh Ana terjerembab ke dalam pelukannya,dan ,,
Cup!
__ADS_1
Bibir Ana jatuh tepat diatas bibir Raden,mata Ana terbelalak dan berusaha untuk segera bangun ingin melepaskan diri, namun tangan Raden mencengkram nya dengan kuat,ia berusaha ingin membuka cadar yang menutupi wajah Ana, namun Ana terus berontak dan memukul dada Raden.
Raden tersenyum menyeringai,satu bonus untuk nya di pagi hari sebagai penyemangat di hari yang indah ini.