Istri Ke Empat Sang Juragan

Istri Ke Empat Sang Juragan
Dijebak


__ADS_3

"Ning,,Lo kemana aja sih,susah banget dihubungi?!gak tahu apa kondisi di rumah sudah kacau,Lo malah enak enakan seneng seneng sendiri!"Mirna langsung menghubungi Ningsih setelah gagal ingin mengguna guna suaminya.


"Hoamm,,ada apaan sih!ribet banget deh! biasanya nya juga kamu gak peduli dan seneng aku bikin masalah!"Jawab Ningsih di balik ponselnya, sepertinya ia baru bangun tidur pagi ini.


"Raden sudah balik dan membawa Ibunya yang nyusahin itu ke rumah,dan yang paling parah adalah,dia membawa kembali perempuan bercadar itu lagi!"


"Apa?! si Ana?!"Ningsih cukup terkejut dengan apa yang ia dengar.


"Iya,,dan kamu tahu?!dia datang bukan sebagai pelayan lagi,dia datang sebagai istri ke empat suami kita!"


"Apa ?!kamu serius?! jangan bercanda deh Mir!"


"Gue serius! makanya balik dong, dasar ****** Lo! kerjaan nya cek in mulu!Gue aja dipindahkan ke lantai dua,si nenek penyakitan itu tinggal di lantai satu bareng si ninja,dan Lo bakal di usir dari lantai empat! emang Lo mau!?"


"Enggak lah!ogah gue kalah sama dia!"


"Ya makanya mikir dong!cari cara buat ngehancurin dia, gue dan Sarah udah kehabisan ide,gagal mulu!"


"Tenang,gue ada cara jitu buat hancurin dia!gue yakin kali ini pasti berhasil! serahin semuanya sama Gue!"


"Tapi beneran ya! jangan gagal terus! capek tahu!"


"Tenang aja ,aku akan rusak dia dengar menjualnya ke para pria hidung belang!"


"Bagus!aku suka dengan rencana mu, hahaha!"


Ningal segera menghubungi mantan bosnya yang biasa menyediakan para wanita penghibur untuk pria hidung belang.


"Malam ini club' Britz meminta banyak pesan kelas elite,Sa! katanya untuk bule dari NY dan timur tengah, Lo punya kenalan cewek yang agak agak unik ga buat pria yang timur tengah?!"Tanya germo yang bernama Josh itu kepada Ningsih yang memiliki nama lain Salsa.


"Pas banget, gue ada! ntar gue kirim photo nya, pasti dia bakal suka!dimana, club' Britz?ntar gue ikut meluncur kesana!"Ningsih nampak begitu kegirangan,ia yakin rencananya pasti akan berhasil


"Jangan macam-macam Lo,jika suami Lo tahu bisa mampus kita!"


"Alah, santai aja kali!gue juga butuh senang senang kali,udah lama gue gak nyicipin bule lagi!"


"Parah Lo! terserah Lo aja deh!kalo ada apa apa tanggung sendiri akibat nya, jangan pernah bawa bawa nama Gue !"Teriak Josh memberi peringatan kepada sahabat nya itu.


Malam hari nya Ningsih segera mengatur rencana supaya Bisa memancing Ana agar bisa keluar.


"An,, kita mau mengadakan acara penyambutan buat kamu di hotel Britz malam ini,kamu bisa datang kan?!"Mirna ikut menyusun rencana.


"Acara apa?! gak tahu yah, soalnya saya gak bis meninggalkan Nyonya besar sendiri!"


"Gak apa apa bawa aja sekalian,ini acara keluarga kok!"


"Ya udah kita lihat nanti aja ya!"Jawab Ana tidak begitu yakin dengan ajakan madu nya itu,ia curiga mereka sedang merencanakan sesuatu kembali untuk menyingkirkan nya.


"Kita bakal kecewa banget lo jika kamu gak datang, soalnya kita udah pesan tempat dan makanan disana,ya,,ikut ya!"pokok nya harus datang!"Mirna begitu memaksa.

__ADS_1


Ana tak dapat menolak lagi, akhirnya dia mengiyakan saja ajak dari Mirna.


Ana sempat mengirim pesan kepada Raden namun sialnya ponselnya kehabisan baterai tiba-tiba.


Sesampainya di hotel Britz,ana langsung ke tempat yang di arahkan Mirna, yaitu cafe di dalam hotel itu sendiri.


Namun tak ada siapa siapa disana,ia menunggu kedatangan yang lain nya juga tidak kunjung datang, Nyonya Lidia yang katanya juga akan datang bersama Mirna pun tak ada.


Tak lama seseorang menghampiri nya, seorang pria yang berperawakan seperti orang timur tengah yang cukup tampan.


"Hi,,you Ana?!"


"Ya,,kamu siapa, bagaimana Anda bisa mengenal saya?!"Tanya ana penuh rasa heran.


Pria itu tersenyum bahagia dan malah duduk di meja Ana,Ana semakin risih.


"Aku Murad,senang bertemu denganmu! apakah kita bisa langsung saja masuk ke dalam kamar,aku sudah tidak sabar ingin mencicipi mu cantik!matamu begitu indah,aku sangat menyukainya!"Ucap pria itu dengan tatapan mata yang genit.


"Apa maksud Anda!? Anda pasti sudah salah orang,saya bukan wanita penghibur seperti yang anda kira!"Ana sang marah dan ketakutan,ia segera berdiri dan berniat segera meninggalkan tempat itu,ia sadar ternyata ia sudah di jebak,dan bagaimana ia bisa bertindak sebodoh itu.


Namun tangan nya dicekal oleh pria tersebut dengan begitu erat.


"Rileks sayang!santai saja! kita sudah ditakdirkan bertemu disini, jadi apa salahnya jika kita bersenang-senang,aku akan membayar mu dengan harga yang tinggi!"


"plak!"


Bentak Ana sambil menampar cukup keras pria tersebut.


"Minum saja ini dulu,aku jamin kau tidak akan menyesal!"


Pria itu malah hendak meminum kan segelas minuman ke mulut Ana dengan paksa,ia hendak membuka cadar Ana dengan menarik nya kasar.


"Tunggu,Aku akan meminumnya sendiri!"Ucap Ana berusaha tenang dan mengecoh pria tersebut.


"Bagus! bersikap manis ,nona! Aku pun pasti akan memperlakukan mu dengan sangat baik!"


Ana pun terpaksa meminum minuman tersebut, lalu setelah nya ia pun berteriak minta tolong.


"Tolong,,! tolong pria ini sudah melecehkan ku!"


Teriaknya, namun Pria tersebut segera memukul Ana, tempat itu sangat sepi karena ternyata sudah dibooking oleh Murad sendiri,tak ada yang mendengar teriakan Ana, bahkan para pelayan seakan berpura pura tidak mendengar apapun.


Dan tiba tiba saja,,


"Bugh!"


"Lepaskan tangan kotor mu itu dari bahu istriku! atau kau akan mati di tangan ku saat ini juga!"


Mr Murad terlihat sangat kaget begitu mendapatkan bogem mentah dari rekan kerja nya.

__ADS_1


"What's wrong?! kenapa Anda memukul ku?!"Ucapnya dengan nada tinggi sambil berdiri. berdiri membalas.m


"Apa saja yang sudah kau lakukan terhadap istri ku hah?!"


Raden yang semakin kalap siap untuk menghajar kembali wajah Murad ,ia tak peduli dengan apapun saat ini.


"Istri?? Apakah dia istri Anda!? bukan kah Anda sengaja memberikan nya untuk ku sebagai hadiah!?"


Murad berusaha membela diri.


"Dia adalah istriku,dan tidak ada seorang pun yang boleh menyentuh nya selain aku,atau kau ingin mati sekarang juga,hah!?"Raden mengeluarkan pistol nya dan langsung mengarahkan nya ke kepala Murad.


"Tidak, tidak,Mr.,,ini salah faham, seseorang mengirimkan nya untuk aku pakai malam ini,aku yakin seseorang sudah menjebak nya,aku mohon maaf,aku tidak mungkin melakukan hal ini jika tahu di adalah istri Anda!" Murad mohon ampun dengan begitu ketakutan.


Ana terlihat memegang kepalanya, kepala nya terasa berputar putar dan mata nya berkunang-kunang.


Raden segera melemparkan tubuh Murad ke lantai dan segera menangkap tubuh Ana yang nampak oleng.


"An, kamu baik baik saja!?"


"Entahlah,, kepala ku rasa nya ingin pecah! Ah,,panas sekali,gerah!"Jawabnya sambil ingin membuka kerudung dan cadar nya.


"Ana sadarlah!ayo kita pulang sekarang!apa yang kau berikan kepada istri ku!"Raden kembali menatap Murad yang terlihat sangat ketakutan.


"O obat perangsang,,!"


Jawab nya gugup.


"Sial! kau urus dia !!aku akan mengantarkan nya dulu pulang!"Ucap Raden kepada Bagas, kemudian ia segera memapah Ana dan berniat untuk mengantar nya ke rumah.


Namun sikap ana tiba tiba saja tidak seperti biasanya, berikan kali dia hendak melepaskan hijab dan cadar nya hingga Raden merasa kewalahan untuk mencegah nya, ia memeluk dan menciumnya di hadapan umum, mungkin pengaruh obat perangsang nya sudah bereaksi.


Untuk menghindari hal hal yang memalukan, Raden segera meminta salah satu kunci kamar VIP miliknya dan berniat menyimpan ana disana dulu sampai ia sadar.


Raden segera menidurkan Ana di tempat tidur yang begitu mewah itu.


Ia melepaskan sepatunya, agar ia lebih nyaman saat istirahat nanti.


Namun saat ia selesai membuka sepatu milik Ana, pemandangan menakjubkan terpampang jelas dihadapan Raden kini,Ana sudah melepaskan semua hijab dan cadar nya,dan ia sedang bersiap melepaskan pakaiannya juga.


"Akhh,,gerahhh!"Ucap nya dengan nada yang terdengar menggoda.


"Astaga Ana! sadar lah,An!Ana,,,,!sial!kau akan menyesal jika tahu yang kau perbuat ini ,Ana!"


Ucap Raden sambil berusaha memakai kan kembali pakaian Ana yang sudah satu persatu terlepas dari tubuhnya.


Namun Ana malah semakin menjadi,ia menggerayangi tubuh Raden dan berusaha melepaskan kemeja nya juga.


Raden tak dapat berkutik,disisi lain ia takut jika terjadi sesuatu diantara mereka,ia tak menampik jika ia sangat menginginkan nya, namun jika itu harus terjadi,maka harus atas dasar suka sama suka,, bukan karena kecelakaan seperti sekarang ini.

__ADS_1


__ADS_2