
"Assalamualaikum An,kami sudah menunggu kamu dari tadi,aku pikir kamu gak datang!"
Ana berniat menjenguk ibunya di rumah sakit, namun ia malah disuguhkan pemandangan yang membuat nya hatinya nyelekit.
Ahmad datang bersama istrinya dan sudah menunggu nya di ruang tunggu dari tadi.
"Ah,,maaf ,saya kira tidak akan kedatangan tamu!"
Jawab Ana sambil menyalami Aisyah dan memberi mereka selamat atas pernikahan mereka.
"Mohon maaf ya Aku gak bisa datang kemarin, banyak kejadian tak terduga yang tidak memungkinkan ku untuk datang ke acara kalian!"Ucap Ana berbasa basi,meski sebenarnya hatinya terasa pilu karena pujaan hatinya kini sudah menjadi milik orang lain.
"Bisa kita bicara sebentar An!?"Ucap Ahmad terlihat bersemangat.
"Baiklah kita bicara di taman saja!"
Mereka bertiga pun pergi menuju taman rumah sakit untuk berbicara.
"Aku sudah tahu tentang Kalian berdua An,, maksud ku kamu dan A Ahmad!Aku tidak keberatan jika kamu mau menikah dengan A Ahmad untuk jadi madu ku,kita akan pergi bersama sama ke Kairo!"Aisyah nampak berusaha tegar mengatakan hal yang menyakitkan bagi semua wanita siapapun itu.
Ana benar benar tercengang dengan kebesaran hati seorang Aisyah, betapa ia sangat legowo mau berbagi cinta dengan nya,Ana malah menatap ke arah Ahmad, seakan meminta penjelasan dari seorang Ahmad.
Ahmad menganggukkan kepala nya, membenarkan apa yang di ucapkan istrinya.
__ADS_1
"Jika Aisyah setuju,Aku berharap kamu mau menerima tawaran kami An,, Aku akan berusaha adil terhadap kalian dan aku yakin kita akan bisa melewatinya bersama sama!"
Entah apa yang dirasakan Ana kini,dia hanya menundukkan kepalanya dengan airmata yang tak dapat ia bendung lagi.
"Aku sungguh terharu dengan kebesaran hati kamu Aisyah!kamu benar benar calon ratu bidadari surga yang sesungguhnya,, namun keadaan tidak semudah yang kalian bayangkan, Aku hanya menganggap A Ahmad sebagai Kakak ku sendiri,tak lebih dari itu, Syah,,aku yakin A Ahmad juga sama,,dia hanya bersimpati karena keadaan ku yang selalu dalam kondisi sulit dan A Ahmad selalu ingin membantu ku, hanya sebatas itu Aisyah!"
"An,,,?!"
Ahmad tak terima dengan apa yang dikatakan oleh Ana, tidak sesuai dengan fakta yang sesungguhnya.
Sedangkan Ana,,ia tahu persis perasaan Aisyah yang sesungguhnya,ia hanya tak ingin kehilangan Ahmad, betapa besar rasa cinta nya hingga ia rela mengorbankan perasaan nya demi Ahmad.
"Maafkan Aku,A,, aku harus menolak kebaikan hati kalian berdua, aku tidak ingin meninggalkan Ibu yang kondisi nya masih belum pasti,,dan satu lagi,,, alasan yang paling penting,dan maaf aku baru mengatakan nya kepada kalian,,Aku sudah menikah kemarin, persis saat kalian melakukan akad nikah,aku pun sama ,,di depan Ibu ku yang masih koma,aku sudah sah menjadi istri dari seseorang!"
"Aku serius A,,Aku sudah menikah kemarin,dan ini adalah cincin pernikahan nya!"
"Tapi,An!Ana!gak bisa gitu dong!kita sudah sepakat untuk segera menikah,,dan aku akan mengajakmu serta bersama ku,aku tak bisa terima ini An,,Ana! dengarkan Aku,,aku tidak peduli, pokok nya kita akan menikah sekarang juga dan lusa depan kita akan berangkat!"
Ahmad nampak begitu frustasi,,ia menggoyang goyangkan bahu Ana dengan cukup keras.
"A,, sudah A! dengar kan dulu penjelasan Ana!"Aisyah berusaha menenangkan suaminya, padahal hatinya begitu sakit melihat betapa Ahmad tak terima dengan apa yang Ana ucapkan.
"Gak bisa Syah!Aku dan Ana sudah sepakat akan menikah setelah mendapatkan izin darimu, bagaimana ia bisa berubah pikiran secepat itu,aku yakin dia hanya berbohong karena tak ingin menyakiti mu, iya kan An, kamu bohong kan,An?!Kamu tidak dengar kata Aisyah tadi!?dia ikhlas dan ridho kamu jadi madunya, jadi kamu gak usah tak enak hati!"
__ADS_1
"Stop A!Aku serius!Aku sungguh sudah menikah dan ini buktinya!"
Bentak Ana sambil menunjukkan jari manisnya yang memakai cincin kawin.
Dalam waktu bersamaan muncul sosok Raden yang sedang berjalan ke arah mereka,dari kejauhan ia melihat Ana tengah berbicara dengan Ahmad dan ia pun menghampiri mereka karena penasaran apa yang sedang mereka lakukan disana.
"Dia adalah suamiku sekarang,,A,,!Aku harap kalian akan bahagia selalu, begitu juga Aku!"Ucap Ana sambil menghampiri Raden lalu menggenggam tangan nya yang disambut langsung oleh Raden sambil tersenyum ke arah mereka, kemudian ia mengecup tangan Ana dengan mesra.
Ahmad hanya bisa melongo, ia terdiam ambigu menatap ke arah Ana dan Raden dengan tatapan yang masih tidak percaya.
"Aisyah,,aku harap kita bisa memiliki momongan bersama sama,,aku selalu mendoakan untuk kebahagiaan kalian,,aku permisi ya,Aku harus memeriksa dulu keadaan Ibu!"
Kata Ana pamit,ia menggandeng lengan Radenp dengan mesra dan mereka pun berlalu ke dalam rumah sakit, Ahmad masih terdiam di tempat menatap kepergian mereka.
Ana menghentikan langkah nya di lorong rumah sakit, matanya nampak berkaca-kaca, menahan nya agar tak tumpah, Raden yang memperhatikan nya dari belakang sambil mengikuti nya, perlahan menghampiri nya, menarik tubuh Ana ke dalam dekapannya dan membiarkan Ana menangis sepuasnya di dalam pelukannya.
Ia tahu perasaan Ana kini, meski ia sedih kecewa, tapi akhirnya kini ia bisa bernafas lega, perlahan ana melepaskan Ahmad, pria pujaan hatinya yang sudah dimiliki orang lain,kini saingan nya pun sudah lenyap.
"A,, sebaiknya kita pulang sekarang ya!? sebentar lagi hujan akan turun!"Ajak Aisyah sambil mengapit lengan sang suami yang sedang di landa patah hati.
Sakit bagaikan teriris sembilu, itulah yang Aisyah rasakan kini, sakit yang tak terkira dengan lukanya yang tak berdarah, meratapi perasaan sang Suami yang baru saja kemarin mengucapkan janji setia untuk nya, ternyata hatinya sudah dipenuhi dengan nama orang lain, betapa miris dirinya kini.
Namun ada sedikit perasaan lega yang menyeruak,kini Ahmad hanya milik nya seorang, dengan berjalannya waktu pasti perasaan sang suami pun pasti akan menjaga miliknya seorang,ia hanya harus lebih bersabar lagi dan bertahan sampai akhir.
__ADS_1