
"Ada apa anda datang ke tempat kami malam malam seperti ini, Anak muda?!"
Tanya Kiyai Syam begitu kedatangan Raden malam malam.
"Mohon maaf pak Kiyai saya menganggu malam malam begini,saya hendak menanyakan mungkin Anda kedatangan Ana , sudah sejak dua hari kemarin dia pergi dari rumah saya sambil membawa serta Ibu ku!"Raden langsung menanyakan keberadaan Ana kepada sang Kiyai.
"Ana tidak pernah datang kemari setelah anda menjemput paksa nya waktu itu, Bahkan kami tidak pernah mendengar kabar dari nya sama sekali!"
Jawab kiyai Syam, ucapan selalu teduh dan menyejukkan,dan sepertinya dia benar benar tidak tahu tentang Ana.
Raden pun pergi dari pesantren dengan tangan kosong,ia sempat menanyakan tentang tempat pengobatan yang pernah Ana sebutkan, namun Kiyai Syam bilang itu dilakukan di dalam pesantren bukan di tempat lain.
Raden berusaha mencari kemanapun,ke berbagai tempat yang memungkinkan besar Ana pergi sambil membawa ibunya,ia masih tetap tak habis pikir, bagaimana Ana bisa berpikir untuk membawa Ibu nya yang tengah sakit , padahal jika ia ingin pergi,ia akan lebih mudah tanpa membawa seseorang yang bahkan duduk di kursi roda dan akan sangat menyusahkan nya.
Sudah hampir seminggu, tidak ada tanda tanda jejak dari Ana atau Ibu nya yang bisa dijadikan petunjuk.
Begitu lihai Ana bersembunyi, bahkan Raden sempat mencoba melacak nya lewat ponsel yang ia gunakan,atau mungkin ATM ibunya yang pernah ia gunakan, namun tidak ada sama sekali, entah dari mana mereka bisa bertahan hidup, mungkin dari gaji Ana yang pernah ia berikan atau dari perhiasan Ibunya yang ia jual, entah lah! semakin keras Raden berpikir, semakin ia tak bisa lagi berpikiran jernih.
...----------------...
"Kamu tahu jika Ana kabur dari tempat majikan nya Mad?!"Tanya Kiyai Syam kepada Ahmad,sang Kiyai yang memiliki mata batin yang kuat, merasa jika putera nya tahu sesuatu tentang Ana.
Bahkan ia juga tahu jika Ahmad sebenarnya menaruh hati kepada murid kebanggaan nya itu.
"Tahu,bah!tahu dari berita!Ana kan kini menjadi selebritis dadakan karena di duga sudah menculik Ibu dari majikannya!"Jawab Ahmad terlihat santai,ia sama sekali tidak terlihat cemas karena keberadaan Ana belum diketahui.
"Kamu tidak tahu tentang keberadaan nya sekarang?!"Tanya pak kiyai lagi.
Ahmad terdiam,ia tidak berani berbohong kepada Ayahnya, tapi ia juga tidak mungkin memberitahu kan tentang keberadaan Ana.
__ADS_1
"Mad?!"Kiyai Syam menatap Putera nya dengan tajam,ia sedang menunggu jawaban dari Ahmad.
Ahmad menarik nafasnya dalam dalam karena gugup.
"I i iya,Bah,,, Ahmad tahu,, tapi maaf Ahmad tidak bisa memberitahu kan nya kepada Abah, yang jelas dia sekarang berada di tempat yang aman dan baik baik saja!"Jawab Ahmad sambil membungkuk meminta maaf.
"Mad,jika kamu benar menyukai Ana kenapa kamu tidak memperjuangkan nya?!"
Degh,,
Bagaimana Abah nya itu bisa tahu perasaan Ahmad yang sebenarnya.
"Ahmad tidak mungkin menolak putri dari Guru Ahmad sendiri kan Bah?!"Jawabnya lirih sambil terus menunduk.
Kiyai Syam tersenyum sambil mengusap kepala Putera kesayangan nya itu.
"Anak Abah sudah dewasa,, serahkan semuanya kepada Allah saja,Nak!jika kalian berjodoh tentunya tak ada satupun yang bisa menghalangi nya!"Betapa bijaksana nya Kiyai Syam, bahkan terhadap hal hal seperti itu, ia tidak pernah memaksakan kehendak nya kepada siapapun.
Dengan telaten Ana merawat Nyonya Lidia di tempat pengobatan yang Ahmad tunjukkan.
Ia diterima begitu baik disana, bahkan disana Ana mendapatkan seorang teman baru yang cantik dan Sholehah,ia putri dari pemilik pengobatan itu, namanya Aisyah.
Tempat pengobatan tersebut nampak seperti pesantren memang, namun sang pemilik sangat ahli dalam hal pengin alternatif,disana Ana banyak belajar berbagai hal dari Aisyah, dia begitu ramah, baik hati dan pintar.
"Kenapa kamu begitu peduli kepada Bu Lidia,Ana? bahkan dia bukan siapa-siapa kamu!?"Tanya Aisyah sambil mengajar kan Ana cara memijit orang yang sudah lumpuh.
Ana tersenyum mendengar pertanyaan dari sahabat baru nya itu.
"Alasan yang sama seperti kamu saat mengobati orang orang yang sakit ini, Syah!"
__ADS_1
Jawab Ana sambil mengikuti gerakan Aisyah.
Aisyah tertawa ringan,ia begitu mengagumi sosok Ana , begitu pula Ana,dia begitu mengagumi Aisyah, sifat keduanya hampir sama persis, mereka begitu senang karena Allah sudah mempertemukan mereka dalam hal kebaikan.
Sudah hampir dua Minggu setelah Ana menghilang,,
Kondisi Nyonya Lidia kini semakin membaik,dia sudah mulai dapat berjalan meskipun masih tertatih-tatih dan masih harus di papah.
Dia senang dan nyaman bersama Ana, bahkan ia mengatakan tak ingin kembali ke rumah itu lagi selama masih ada ketiga menantu yang selalu berlaku semena-mena terhadap dirinya ,,meskipun sesekali ia menanyakan Raden dan bertanya kapan ia bisa bertemu dengan putera kesayangannya itu.
Ana hanya menjawab, mungkin nanti jika Nyonya Lidia sudah sembuh total,itu ia katakan supaya Nyonya Lidia semakin bersemangat untuk segera sembuh.
......................
Raden semakin frustasi mencari Ana dan ibunya,ia sangat cemas karena kondisi ibunya yang sedang tidak baik-baik saja, bagaimana keadaan sekarang, apakah ia baik baik saja bersama Ana?
Begitu lah ia berpikir setiap hari.
Kini semenjak kejadian itu, Raden tak pernah pulang ke rumah,ia bahkan tak memperdulikan ketiga istrinya lagi, pekerjaan pun Bagas yang menghandle nya,ia benar benar fokus kepada pencarian Ana dan Ibunya, bahkan tak hanya anak buahnya,kini ia pun melibatkan pihak kepolisan untuk ikut mencari,Ana masih menjadi perbincangan hangat di setiap media di berbagai televisi maupun media sosial lainnya,ia menjadi daftar pencarian orang yang siapapun menemukan nya akan mendapatkan hadiah dari Raden.
"Den, segera datang ke kantor polisi! pihak kepolisan menemukan seseorang yang diduga mirip Ana di sebuah tempat pengobatan alternatif, kita harus segera meluncur kesana!"Kata Bagas lewat panggilan telepon, dia terlihat begitu antusias dengan kabar yang baru saja ia terima dari pihak kepolisian.
"Sebaiknya segera saja kita kesana,aku akan menyusul sekarang juga!"Jawab Raden,ia begitu senang mendapatkan kabar baik tersebut, mudah mudahan kali ini berita nya benar, karena selama ini,ia banyak menerima laporan tentang keberadaan Ana, namun setelah di cek,semuanya hanya omong kosong.
Hari ini pengobatan tempat Ana tinggal terlihat banyak sekali pasien,di saat seperti ini, biasa nya Ana tidak akan keluar dari kamar nya karena takut ada yang mengenali nya, biasa nya ia hanya akan merawat Nyonya Lidia dan beristirahat total di bilik mereka yang terpencil.
Namun tanpa sengaja seorang pengunjung yang sedang iseng dengan ponsel nya seperti nya tanpa sengaja menangkap gambar Nyonya Lidia dan dirinya yang tengah berlatih berjalan di belakang pondok mereka, karena nyonya Lidia sedang semangat semangat nya belajar berjalan.
"Iya betul sekali!itu adalah Ana dan Ibuku! dimana mereka sekarang, Pak?!"Dengan girangnya karena akhirnya Raden menemukan orang yang selama ini ia cari cari,saat pihak kepolisan memperlihatkan foto yang mereka temukan dari salah satu channel YouTube seseorang yang juga tengah berobat di tempat tersebut, Raden tak sabar ingin segera bertemu sang Ibu.
__ADS_1
"Maafkan kami Pak! sepertinya mereka menyadari kedatangan kita,gadis yang membawa Ibu Anda berhasil lolos, sedangkan Ibu Anda kamu temukan di salah satu pondok disana, tapi ia menolak kamu bawa karena ketakutan!"Jawab salah seorang polisi sambil menunjukan dimana kini Bu Lidia berada,dia di lindungi oleh pemilik tempat tersebut, sedangkan Ana masih dalam pengejaran,ia lari karena takut masuk penjara.