
"Siapa perempuan itu?! kenapa Raden menikahi nya secara diam-diam,apa dia perempuan istimewa baginya!?"
Prabu bertanya tanya sambil mondar-mandir di dalam ruangan pribadi nya.
"Dia hanya gadis biasa bos! bahkan dia adalah seorang perempuan bercadar, jadi rasanya tidak mungkin jika Juragan Raden bisa jatuh cinta kepada nya, perempuan itu adalah seorang yang taat beragama, bahkan menurut informasi yang Saya dapatkan dia adalah seorang penghafal Al-Qur'an yang baru keluar dari pesantren!"
Dengan cekatan Jaka menjawab semua rasa penasaran Juragannya itu.
"Sebenarnya aku tidak peduli dengan gadis itu, hanya saja jika dia adalah seorang yang penting bagi si Raden,adik sekaligus musuh bebuyutan ku itu,,dia bisa dijadikan alat untuk menghancurkan semua yang sudah dia ambil dariku,, setelah aku berhasil membuat Ibunya lumpuh dan duduk di kursi roda, tapi aku masih tidak puas, kekuasan si Raden tidak berkurang sedikitpun dan aku masih saja selalu kalah darinya!"
Prabu adalah kakak tiri dari Raden,dia adalah anak yang tidak diakui oleh Juragan Jaya,ayah dari Raden,,Ibu nya Prabu ternyata sudah hamil sebelum menikah dengan ayah nya, sehingga Tuan Jaya meragukan keabsahan prabu sebagai putera kandung nya, bukan tak pernah tes DNA tapi kedua belah pihak tetap bersikukuh dengan keyakinan masing-masing,,dan Juragan Jaya meragukan keaslian hasil tes DNA tersebut,makanya Prabu tidak mendapatkan harta warisan sepeserpun dari Juragan Jaya.
Itulah yang membuat Prabu dendam kepada Raden, Raden dan ibunya selalu mendapatkan perlakuan khusus dari sang Ayah, hingga kini mereka selalu berseteru, bersaing bahkan selalu saling menjatuhkan dalam hal apapun.
"Ningsih bahkan sudah tersingkir sekarang ,Jaka!dia adalah salah satu alat untuk menghancurkan adik ku tercinta itu, bahkan aku tidak bisa menyelamatkannya kini!" Ujar Prabu sambil menikmati rokok kesukaannya,dia berpikir keras untuk menghancurkan Raden agar ia bisa jatuh miskin hingga ke akar akarnya.
"Apa ada kabar dari Mirna?!"
Tanya nya kemudian, ketiga istri Raden sebenarnya adalah antek-antek nya.
Mereka adalah para perempuan penjilat yang gila harta dan kekuasaan, begitu mudah nya mereka di peralat dan di bodohi oleh nya, mereka semua memiliki dendam yang sama terhadap Raden.
"Dia berhasil lolos karena berpura-pura hamil, Juragan,jadi dia dan Sarah masih berada di dalam rumah itu!"
"Hahahaha!dia hanya sedang beruntung,Jaka!dan dia benar-benar sedang hamil,dia tidak berpura pura, hanya saja,,ayah dari anak itu perlu dipertanyakan,, hahaha, rencana ku akan berhasil kali ini!Jaka,,,,!terus gali informasi tentang istri baru si Raden, ikuti dia dan bawa dia ke hadapan ku! aku yakin dia akan sangat berguna bagiku!"
"Baik Juragan!"
****************
"Kondisi Ibu mu masih begitu begitu aja An, belum ada perubahan, kadang tangan nya gerak dikit sih, tapi tetap saja masih jauh dari kata baik!"
"Semoga ada keajaiban ya Mang! Allah segera memberi kesembuhan untuk ibuku!"
"Bagaimana keadaan mu setelah menikah An?"
__ADS_1
"Begitu lah Mang, semoga Allah memberikan kita kekuatan dalam hal apapun!oh iya mang,,ini ada sedikit uang untuk keperluan Mamang sekeluarga!"
Ucap Ana sambil menyodok sejumlah uang untuk ustadz Imran.
"Tidak An, simpan saja untuk keperluan mu, Mamang sekeluarga tidak kurang apapun, Alhamdulilah!"Ucapnya sambil tersenyum.
"Ambillah Mang, gunakan untuk apa saja,Umi juga pasti banyak keperluan!"
Imron terdiam sambil menatap uang yang diberikan Ana.
Jika ia menolaknya,Ana pasti akan kecewa dan ia takut Ana curiga kalau kehidupannya kini sudah dijamin oleh Juragan Raden.
Ia tidak meminta nya sama sekali, Raden sengaja berinvestasi atas nama Ana lewat Imran,ia membelikan Ana sejumlah fasilitas semacam ruko,tanah, sawah, mobil, motor dan segala macam kebutuhan keluarga nya pun dijamin oleh Raden, namun Raden meminta Imran untuk merahasiakannya nya dari Ana, karena Raden yakin Ana pasti akan menolak nya.
"Baiklah An, Mamang akan mengambil nya kali ini, tapi kamu harus membahagiakan diri kamu sendiri,dan kamu harus menjaga diri kamu baik baik! dan ingat perbanyaklah sedekah!"
Imran berniat menyimpan uang Ana untuk investasi yang lain.
Ana berjalan kaki menyusuri trotoar sambil menunggu taksi yang lewat,ia berniat untuk segera pulang setelah menengok ibu nya d rumah sakit.
Ia menengok ke belakang dan melihat sekeliling,tak ada siapapun disana.
Ia yakin ada yang tidak beres,ada yang sedang mengincarnya,ia berusaha tetap tenang dan berpura-pura tidak terjadi apapun, namun ia tetap waspada
Ia melihat beberapa langkah kaki yang mengikuti nya, terlihat dari bayangan karena panas sedikit terik waktu itu.
Ana berlari menuju tempat yang ramai untuk mengecoh mereka,dan benar saja beberapa pria bertubuh tinggi besar sedang mengincarnya, mereka ikut berlari mengejar Ana dan terjadi lah aksi kejar-kejaran di jalanan yang tengah ramai.
Hingga akhirnya Ana terpojok di antara bangunan tinggi yang tak ada lagi tempat untuk ia melarikan diri.
Dengan nafas nya yang ngos ngos an ia berusaha menenangkan diri dan mengambil nafas dalam dalam dan ia pun mengambil ancang-ancang untuk melawan mereka.
"Siapa kalian!?dan kenapa kalian mengejar ku!?"
Teriak Ana.
__ADS_1
"Tenang lah,Nona!Aku tak berniat mencelakai mu, asal Anda mau bekerjasama,kami tidak akan menyakiti mu!"Kata salah seorang dari mereka yang ternyata adalah Jaka,anak buah Juragan Prabu.
"Kerjasama? kerjasama apa maksud mu?!"
"Juragan kami ingin bertemu dengan Anda? sebaiknya Anda ikut kami sekarang juga!"
"Siapa juragan kamu!?"
"Jangan banyak tanya, ikut saja dengan ku,dan semuanya akan baik-baik saja!"
Jaka meraih tangan Ana dan berniat menyeret nya ke dalam mobil untuk segera dibawa kehadapan Juragan nya yang tengah menunggu kedatangan nya.
"Lepaskan Aku!Aku tidak akan pergi kemanapun!?apa kalian tidak tahu siapa aku?!"
Ana berusaha mengelak dan mengulur waktu,ia berpikir keras bagaimana cara terbaik melewati mereka yang sudah tentu mereka bukanlah orang sembarangan.
"Hahaha, tentu saja tahu!Kau adalah gundik dari Raden Kusuma Jaya,musuh bebuyutan Juragan kami! untuk itulah Juragan Prabu ingin bertemu dengan mu,dia ingin membuat penawaran khusus untuk Anda Nona,,dia ingin membebaskan mu dari cengkraman Juragan mu itu!"Ucap Jaka sambil terus mendesak Ana hingga ia benar benar terpojok.
Ana belum pernah mendengar nama Prabu sebelumnya, siapa dia sebenarnya,jika dia benar benar musuh bebuyutan Juragan Raden,itu berarti ia sedang berada dalam bahaya sekarang, mereka pasti berniat menculik dirinya untuk dijadikan sandera.
"Aku tidak akan pergi kemanapun tanpa seizin suamiku!"
"Kalau begitu terpaksa kami akan membawamu dengan cara kekerasan!"
"Lakukan jika kau bisa!"
Tantang Ana sambil mengelak dan melawan mereka satu persatu dengan gagah berani.
Mereka cukup kewalahan menangkap Ana yang ternyata cukup pandai dalam ilmu beladiri.
Hingga akhirnya Ana berhasil lolos dari mereka dan berniat segera kabur, namun tiba-tiba saja Jaka mengeluarkan senjata api dan menodongkan nya tepat di belakang kepala Ana.
"Sekali Anda menggerakkan kaki Anda untuk menghindar,maka kepala anda akan hancur saat ini juga,dan ingat!Ibu Anda yang tengah sekarat pun akan terkena imbasnya jika anda sulit diajak bekerjasama,juga keluarga angkat Anda, mereka tidak akan lolos dari Juragan Prabu!"
"Cklek!"
__ADS_1
Terdengar Jaka menarik pelatuk senjata api itu dengan sungguh sungguh