
"Kenapa gak cek in di hotel aja sih,,kalo Lo merasa risih di rumah!"Ledek Bagas ketika melihat Raden terlihat senyum senyum sendiri setelah kejadian di mobil tadi.
"Apaan sih,rese banget Lo! kejadian tadi gak di sengaja sama sekali,lagian tuh perempuan susah banget di takluk kin nya!"Tepis Raden.
"Ckk,Lo aja yang sok jual mahal, udah kehilangan baru tau rasa Lo!"Ujar Bagas
"Alah sok sok an nasehatin orang, Lo sendiri aja masih jomblo aja!"Raden berbalik meledek sahabat nya itu.
"Males gue ,,lihat hidup Lo yang ribet aja ,udah bikin gue enek!"
"Gue yang ribet,kok Lo yang enek sih! jalan hidup setiap orang itu beda beda ,kali aja Lo beruntung dalam hal percintaan!"
"Sok bijaksana Lo ya, sekarang! gini nih sejak Lo punya bini sok alim kayak si Ana, sedikit demi sedikit Lo ketularan tukang ceramah kayak dia!"
"Ah masa sih!?bagus dong, bentar lagi gue bakal jadi suami idaman buat dia dong,,, haha!"
"Lo belum ceritain tentang masa lalu kalian!?kali aja dia luluh hatinya setelah tahu Lo adalah anak laki laki di masa lalunya!"
"Gak tahu deh!Gue takut jika dia tahu yang e
sebenarnya malah akan merusak hubungan kita saat ini, membuat dia berada dekat gue terus aja susah nya minta ampun!"
"Terus sampai kapan Lo sembunyi in?!"
"Tahu deh!"
"Oh ya, nanti malam Mr.Dominic dari NY meminta bertemu di club' Britz ,,dia orang nya suka minum dan main perempuan,jadi bagaimana kalau kita sediakan minuman terbaik dan para wanita tercantik di club' kita itu untuk menjamu nya!"
Bagas mengalihkan pembicaraan ke arah bisnis.
"Terserah Lo aja deh!Lo atur aja gimana baiknya,gue ada janji makan malam nanti sama nyokap,Lo handle bisnis kita sama Mr Dom!"Jawab Raden.
"Gak bisa gitu dong, Den!ini proyek besar kita!dia udah jauh jauh datang kesini buat ketemu langsung sama Lo!dan Lo mau lewatkan kesempatan emas ini begitu saja? come on Raden!masih banyak waktu buat janjian makan malem sama istri kesayangan Lo itu,gue yakin dia bakalan ngerti kok!"
"Nyokap Gue, Gas! bukan Ana!"Sanggah Raden sok gengsi.
"Sama aja! Gue yakin Lo maunya sama si Ana bukan nyokap Lo, kan!biar Gue yang batalin janji Lo nanti malam sama dia!"
__ADS_1
"Iya iya! Gue dateng! bawel amat Lo,rese! lagipula bukan janjian,baru rencana juga!"
...****************...
*Bilang sama Mamah, malam ini aku akan pulang larut kayak nya!ada janji sama klien dari NY, minta doanya juga biar lancar semuanya,, bilangan sama Mamah!*
Raden sengaja mengirim pesan singkat kepada Ana,ia berpura-pura minta izin kepada Ibunya lewat Ana, padahal maksudnya adalah ia ingin memberi tahu kan kepada Ana sendiri.
*Ya,,*
Jawaban yang singkat dan menjengkelkan dari Ana,tak ada manis manis nya.
Malam itu suasana di club' malam Britz begitu ramai seperti biasanya.
Club' tersebut sangat terkenal dan selalu menjadi favorit banyak orang penikmat hiburan malam dan
Raden adalah pemilik saham terbesar di sana.
"Lihat siapa perempuan yang sedang bersama Mr Dom!"
Bisik Bagas begitu mereka sampai di ruang VIP tempat pertemuan yang sudah di pesan.
Namun Raden terlihat santai saja, seakan tak peduli dengan apa yang dilakukan oleh istri ketiganya itu dan bersikap seakan tak mengenalinya sama sekali.
"Mr.Raden!!"
Sapa Mr Dom begitu ia melihat Raden datang menghampiri nya, mereka langsung berjabat tangan dan ber tamah.
Ningsih terlihat sangat terkejut dengan kedatangan suaminya,ia tak menyangka jika Tuan Dom adalah tamu dari suaminya itu,ia nampak gugup dan kikuk, berniat mau segera pergi dari tempat itu,namun Mr Dom tak berhenti merangkul tubuhku,ia sungguh merasa risih dan sangat takut karena Raden pasti akan marah besar di balik ke pura pura an nya dengan tidak mengenali nya.
"Dimana Mr Murad? bukannya dia datang bersama Anda?!"Tanya Raden dengan berbicara dalam bahasa inggris.
"Ah,dia tidak bisa menahan diri ingin segera menikmati hadiah dari Anda , untuk urusan bisnis dia sudah menyerahkan sepenuhnya kepada kita, hahaha!"
Jawab Mr Dom.
"Hadiah? hadiah apa? aku belum mengirimkan hadiah apapun untuk kalian?"Ucap Raden sambil menatap Bagas penasaran,dan di balas dengan gelengan kepala dari asisten nya itu, tanda ia tidak tahu menahu tentang hadiah yang dimaksud.
__ADS_1
Namun Ningsih terlihat sangat panik dan salah tingkah.
"Lihatlah!perempuan di sebelah ku sudah memesankan perempuan istimewa untuk nya dan dia tidak sabar ingin segera mencicipi nya!dan aku pun sangat suka dengan perempuan yang satu ini,,dia sangat hot dan agresif, hahaha!"jawab nya sambil memperlihatkan sebuah foto wanita bercadar yang sepertinya tidak asing di mata Raden.
Raden langsung memperhatikan perempuan bercadar itu karena sangat curiga dengan sosoknya.
"Dimana mereka sekarang!?"Tiba tiba saja Raden bertanya dengan sikap nya yang garang dan terlihat sangat murka,dia menarik kerah baju Mr Dom yang tubuhnya tinggi besar itu.
"Ada apa ini sebenarnya, Mr Raden?!apa ada masalah?!"Mr Dom terlihat begitu ketakutan karena seluruh anak buah Raden menodongkan senjata ke arah nya.
"Katakan Dimana mereka sekarang?!"Raden tak menggubris ketidakmengertian pria bule itu, mata melotot merah menyala penuh dengan amarah Durga,ia takut terjadi sesuatu yang tidak du inginkan kepada istri kesayangan nya ,Ana,,
Ia tak habis pikir bagaimana Ningsih bisa menjual Ana kepada pria Turki yang merupakan rekan bisnisnya yang datang bersama Mr Dom untuk membicarakan proyek pembangunan hotel terbesar dan termewah di dunia.
"Mr Murad menunggu nya di hotel Britz, begitu menurut informasi yang aku dapatkan tadi, apa ada masalah Mr Raden?!"Dominique masih tak mengerti dengan perubahan sikap drastis dari rekan nya itu setelah melihat perempuan bercadar yang sudah dikirim untuk menemani Mr Murad.
"Kau sudah melakukan kesalahan besar! dasar wanita murahan!ambil dia dengan percuma,Mr Dom!dan jual dia ke pasar gelap luar negeri, pastikan dia tidak akan pernah kembali lagi ke hadapan ku!"Ucap Raden sambil memandang ke arah Ningsih dengan penuh kebencian dan amarah yang bergejolak, kemudian ia menampar nya dengan sangat keras, lalu ia pun segera berlalu untuk mencari keberadaan Ana.
"Mohon maaf dengan ketidaknyamanan nya Mr Dom, pertemuan akan kita tunda sampai suasana kembali kondusif!"Ucap Bagas meminta maaf kepada Mr Dom,ia tetap menjaga hubungan baik, karena semua ini murni kesalahan Ningsih,Mr Dom tidak tahu jika ia sedang berurusan dengan kedua istrinya Juragan nya, terutama perempuan bercadar itu adalah istri kesayangan nya.
Sedangkan Ningsih langsung di seret oleh para bodyguard dan entah hendak di bawa kemana.
Hotel Britz letaknya tidak terlalu jauh dari club',,
sesuai petunjuk, Raden langsung menuju kesana, karena ia adalah pemilik saham terbesar,maka tidak sulit baginya untuk menemukan kamar yang dipesan atas nama Mr Murad,ia bertanya juga kepada resepsionis apakah ada perempuan bercadar yang datang bersama nya?
namun resepsionis tersebut bilang tidak, hanya saja ada perempuan bercadar yang baru saja datang dan menuju kamar Tuan Murad, ia baru saja datang beberapa menit yang lalu.
Raden semakin khawatir dan ketakutan dengan nasib sang Istri, dengan bergegas ia menuju kamar Mr Murad.
Namun di setiap lorong menuju kesana, ia sudah tidak menemukan sosok Ana,ia semakin gelisah.
Tak sengaja ia menengok ke arah cafe hotel,terlihat seorang pria yang berperawakan seperti orang arab tengah memaksa seorang perempuan bercadar untuk meminum sesuatu.
Raden segera berlari ke arah mereka dan tiba tiba saja,,
"Bugh!"
__ADS_1
"Lepaskan tangan kotor mu itu dari bahu istriku! atau kau akan mati di tangan ku saat ini juga!"