Istri Ke Empat Sang Juragan

Istri Ke Empat Sang Juragan
Bertemu calon istri Ahmad


__ADS_3

"Aku turut prihatin ya An,Umi dan Abah juga mengucapkan rasa belasungkawa nya, namun mereka belum bisa menjenguk Ibu mu karena mereka sangat sibuk dengan pelaksanaan pernikahan ku lusa,kamu bisa datang kan, An!?


Oh iya An, perkenalkan ini adalah calon istri ku,,Aku sengaja mengajak nya kesini karena ingin memperkenalkan nya kepada mu!"


Kata Ahmad sambil menyuruh calon istrinya itu masuk,dia masih berdiri di depan pintu sebelum Ahmad mengajak nya ke dalam.


"Dasar tidak peka, bagaimana dalam kondisiku yang sedang berkabung seperti ini,A Ahmad malah membawa calon istrinya!"Batin Ana sambil menatap lekat ke arah gadis bercadar itu yang datang menghampiri nya.


"Assalamualaikum,Ana!Kamu masih ingat dengan saya?!"Sapa gadis tersebut yang suara nya merasakan tak asing di telinga Ana.


"Aisyah?!kamu kah itu?!"Tebak Ana, dia merasa jika calon istri Ahmad adalah teman dekat nya ,Aisyah.


Perempuan bermata sipit itu mengangguk pasti sambil berhambur memeluk Ana.


"Masyaaallah An, betapa aku mengkhawatirkan mu selama ini, kamu baik baik saja kan ,An?!"


Tangis haru pun pecah diantara keduanya, mereka saling melepas rindu setelah begitu banyak hal terjadi yang mereka lalui.


"Aku gak nyangka jika kamu adalah calon istri dari Putera Guruku di Pesantren,kamu sungguh beruntung, Aisyah!"Ucap Ana sambil tersenyum, mereka kini duduk di kursi taman rumah sakit tersebut, Ahmad sengaja memberi mereka waktu untuk ngobrol berdua,ia harap keduanya bisa saling memahami satu sama lain.


"Dia adalah cinta pertamaku An, pertama kali aku melihat nya waktu itu saat dia masih berusia sekitar 12 tahun,dan aku masih sangat kecil waktu,aku sangat menyukai nya waktu itu,dan ketika kami dewasa,aku sangat senang karena ternyata dia adalah jodoh yang dipilih kan Abi untuk ku, hingga saat ini rasanya seperti mimpi saja ,An,lusa aku akan menikah dengan pria pujaan hati ku!"Mata Aisyah begitu berbinar saat dia menceritakan kisah cinta nya bersama pria pujaan hati Ana juga, terasa begitu menyayat hati, namun Ana berusaha menyembunyikan perasaan nya dan sebisa mungkin ia harus ikut bahagia atas kebahagiaan Aisyah.


"A Ahmad juga menceritakan tentang mu,An,aku sempat curiga jika Ana yang dia maksudkan adalah kamu,dan benar saja, Aku senang kita akhirnya bertemu lagi dan ternyata kmu juga adalah teman dari calon suamiku!"Ucap Aisyah sambil memeluk Ana lagi.

__ADS_1


Ana sempat menahan nafas saat Aisyah bilang jika Ahmad sudah menceritakan tentang dirinya,sejauh mana Aisyah tahu tentang hubungan nya dengan Ahmad,ya memang hanya sebatas teman saja seperti itu.


"Kami memang berteman sejak dia pulang dari Kairo saja, lagipula kami hanya sesekali bertemu karena memang kami sibuk dengan studi masing masing, beliau memang selalu baik kepada siapapun,dan banyak membantu orang kesusahan seperti Aku,jadi aku sangat senang begitu tahu ternyata kamu adalah calon istrinya!"Kata Ana menjawab semua kemungkinan andai saja Aisyah khawatir tentang hubungan antara dirinya dan A Ahmad.


"Kamu tidak jatuh cinta sama dia kan ,An?!"Aisyah begitu penuh selidik,dia hanya takut menyakiti perasaan seseorang andai nanti setelah ia menikah.


"Idih, apaan sih kamu!gini gini Aku juga memiliki pria pujaan hatiku sendiri!"Ana berusaha menutupi tentang perasaan dirinya yang sesungguhnya dan tentang perasaan Ahmad terhadap dirinya,ia tak mungkin sampai hati melukai perasaan seorang Aisyah, sahabatnya yang sudah membantu nya selama ini.


"Benarkah?! siapa dia An?! kenal kan dong sama Aku,A Ahmad tahu gak orang nya?! jangan jangan Ridho ya?!"Tebak Aisyah asal,dia sempat menyangka jika Ana dan Ridho mungkin ada hubungan, melihat keakraban nya bersama Ahmad selama ini, karena Ridho merupakan orang terdekat Ahmad, sopir sekaligus assisten pribadi nya.


"Ih, bukan dia Aisyah,apaan sih kamu!"Jawab Ana,,tetap berusaha bahagia .


"Lalu siapa Ana,aku penasaran banget sama dia!"


"Ya ampun An,itu mah jodoh yang belum pasti atuh! syukur syukur kalian dipertemukan lagi, kalau tidak lebih baik kamu move on aja ,An!"


"Yah,aku juga mikir nya kayak gitu, kalo jodoh gak akan kemana, Allah maha segalanya, bukan?!"Jawab Ana dengan tatapan matanya yang kosong kedepan.


Memang benar ia berharap pria di masa kecilnya itu akan Allah kirim lagi untuk nya dan menjadi jodoh terbaik sesuai dengan harapan nya, meskipun kini relung hatinya terbagi kepada Ahmad, namun hidup bersama nya adalah sesuatu yang mustahil lagi kini.


"Ini Aku gadis kecilku,Aku sudah ada di hadapan mu,aku adalah pria di masa kecilmu,Aku hanya takut kamu tidak bisa menerima ku dengan keadaan ku sekarang,Aku belum bisa menjadi seseorang yang Kamu harapkan!"Batin Raden yang sedari tadi ternyata berada di dekat mereka,ia sedang menemani sang Ibu berjalan jalan saat itu,dan langkah nya terhenti saat mendengar Ana menyebut pria dimasa kecilnya,dan Raden tahu itu adalah dirinya.


...****************...

__ADS_1


"Bagaimana jika Ana kita ta'aruf kan dengan Ridho A,, mereka terlihat cocok satu sama lain,dan kita bisa bersama terus kemana pun jika mereka sampai menikah! jadi aku ada teman kemanapun kita pergi!"Usul Aisyah, ketika mereka berada di perjalanan pulang setelah bertemu Ana.


"Uhuk uhuk uhuk!"


Terdengar Ridho dan Ahmad batuk bersamaan, Ridho yang paling tahu tentang Ahmad dan Ana,jadi bagaimana bisa ia menikah dengan perempuan yang dicintai oleh sang Tuan guru.


"Gak mungkin lah, Syah,Ana sudah mencintai pria lain!"Jawab Ahmad,dan yang ia maksud adalah dirinya.


"Iya sih,dia bilang juga begitu!"Sambung Aisyah.


Sontak Ridho dan Ahmad saling menatap curiga, mungkin keduanya sudah saling bercerita.


"Ana sudah memiliki pujaan hati nya sejak ia masih kecil, namun sampai saat ini Allah belum mempertemukan mereka,jadi aku sarankan dia untuk move on saja,dan aku usulkan Ridho untuk mendampingi Ana, bagaimana Dho, kamu suka kan sama Ana?!"Tanya Aisyah meyakinkan perasaan Ridho dahulu.


"Ah,,eu eumm,,Aku sudah memiliki calon istri,Teh,di kampung!"Jawab Ridho gugup sambil melirik ke arah Ahmad.


Ahmad bernafas lega, ternyata Ana masih menyembunyikan segala nya dari Aisyah, entah kapan ia akan menceritakan semuanya, atau sebaiknya tidak,tapi ia tak dapat membohongi perasaannya, selama ini Aisyah hanya bagaikan adik saja baginya,tak lebih,dan seluruh hatinya sudah terisi oleh Ana,gadis biasa yang luar biasa.


Dan Ahmad penasaran siapa pria yang Ana maksud,pria di masa kecilnya yang masih saja ia tunggu, atau itu sebagai alibinya saja, untuk menjaga perasaan Aisyah sebagai sahabat nya??


Entahlah,,, tentu saja nanti ia akan menanyakan nya langsung kepada Ana,dan lusa ia akan menikah dengan perempuan yang belum ia cintai sedikit pun.


"Betapa egoisnya aku, maafkan aku ,An!"

__ADS_1


Batin Ahmad dengan mata yang berkaca-kaca.


__ADS_2