Istri Ke Empat Sang Juragan

Istri Ke Empat Sang Juragan
Insecure


__ADS_3

"Apa yang membuat mu tetap bertahan di sini, padahal ada orang yang berbaik hati mau membebaskan mu?! padahal pria tadi sangat tampan dan cocok untukmu!Apa kau pikir sudah bisa mengambil hati mertuaku , lalu kau akan menguasai suamiku juga,hah?! dasar penjilat!"umpat Mirna yang mencegat Ana beserta dua madunya yang lain.


Ketika Ahmad datang tadi, ketiga nya memang mengintip dan mendengarkan apa yang sebenarnya terjadi, mereka sempat senang karena akhirnya Ana akan segera pergi, namun harapan mereka sirna begitu Ana menolak ajakan pria itu agar segera keluar dari rumah juragan Raden.


"Apa maksud kalian!? seperti yang anda ketahui Nyonya,saya hanya ada urusan pekerjaan disini,tak ada yang lain! lagipula tidak akan mungkin saya mau sama suami anda anda yang seperti itu,dia bukan tipe saya!"Jawab Ana sambil berlalu meninggalkan mereka bertiga, namun Ningsih menjegal tangan Ana karena masih belum puas.


"Kami tetap akan menyingkirkan mu dari sini!Aku tidak suka ada benalu yang merugikan di antara kami!"Ucapnya sambil mencengkram bahu Ana.


"kau sudah menghancurkan rencana ku, wanita aneh!jadi bersiaplah untuk menghadapi kehancuran mu!"Tambah Mirna, sedangkan Sarah hanya tersenyum sinis sambil mendorong tubuh Ana hingga mengenai tembok, kemudian mereka pun berlalu ke kediaman mereka masing-masing.


"Tenang saja! aku masih memiliki banyak cara untuk menyingkirkan nya, kita lihat saja nanti,apa yang aku rencanakan pasti akan berhasil menyingkirkan dan akan membuat Raden membencinya seumur hidup!"


Bisik Mirna kepada ketiga madu nya itu.


Mereka hanya mengangguk sambil tersenyum puas,Sarah dan Ningsih setuju setuju saja dengan rencana Mirna, mereka sudah sepakat untuk membagi rata apapun yang mereka dapatkan kelak dari Raden, mereka hanya tidak sadar jika sebenarnya Mirna adalah ular berkepala dua yang sangat berbisa.


Nyonya Lidia sudah terlelap ketika Ana memeriksa nya sebelum ia pergi untuk beristirahat.


Setelah ia selesai melaksanakan sholat Isya dan beberapa sholat sunah lainnya, kemudian ia membuka Alquran dan membacakan beberapa ayat sambil ia mengulang ulang hafalan yang ia miliki, karena takut lupa jika ia tak merawat nya dengan benar didalam otak nya.


Tanpa ia sadari, Raden sudah berdiri di belakang nya, tadinya ia berniat melihat kondisi sang ibu paska terapi, namun yang ia temukan adalah gadis pujaan hatinya yang tengah melantunkan ayat suci Al-Quran di hadapan sang Ibu yang tengah terlelap.


"Shodaqallahul aidzin,,,!"


Ana pun menyudahi murajaah nya,dan bersiap untuk tidur.


"Astaghfirullah! sejak kapan anda berada disana!"Ana begitu terkejut begitu melihat sosok laki-laki di belakang nya, segera ia memakai cadar nya agar sang Juragan tak melihat wajah nya secara langsung.


"Lain kali ketuk pintu jika mau masuk kesini,ini memang rumah anda, tapi saya juga memiliki privasi yang tidak boleh pria bukan mahram manapun melihat aurat saya!"Ucap Ana dengan kesal.


"Tadi kau terlihat sibuk dengan urusanmu itu, jadi tadi nya aku tak ingin mengganggu!"Jawab Raden acuh tak acuh,dia memeriksa ibunya, mencium kening nya kemudian beralih kepada Ana yang terlihat pura pura sibuk berbenah.


"Pria yang tadi siapa?! pacar kamu!?"Tanya Raden kepo tentang Ahmad,ia merasa Ahmad begitu perhatian kepada Ana,dan Ana terlihat salah tingkah begitu Ahmad datang.

__ADS_1


"Bukan urusan anda! kenapa anda harus tahu!"


Jawab Ana sambil tetap dengan aktivitas nya,ia tak menoleh Raden sedikit pun.


"Ya aku penasaran saja, sekarang kau berada di bawah naungan ku, jelas aku harus tahu siapa saja yang dekat dengan mu, keluarga mu, tenang mu, atau siapapun itu!"


"Sudah di bilang kan tadi,dia adalah anak dari guru ku di pesantren, lagipula dalam agama ku tidak ada yang namanya pacaran,gak boleh, haram hukumnya!"


Jawab Ana menegaskan kembali.


Raden agak sedikit lega, tapi dia masih yakin jika ada sesuatu diantara mereka berdua, seperti perawan yang terpendam satu sama lain.


"Tapi sepertinya dia menyukai mu!"Pancing Raden.


"Ya mana saya tahu, Juragan!apa saya juga harus lapor kepada anda tentang perasaan orang lain atau pun perasaan saya!Saya sih senang senang saja jika dia beneran suka sama saya,dia kan idaman semua perempuan, tampan, mapan, Soleh lagi!"Ucap Ana dengan sikap nya yang blak blakan seperti berbunga bunga.


Seketika wajah Raden berubah cemberut, aura nya tiba tiba terlihat kembali menakutkan, jelas ia tidak suka jika ada pria manapun yang menyukai gadis kecilnya itu.


"Mimpi kamu!mana mau dia sama perempuan kayak kamu!bar bar,liar dan urakan!"Ejek Raden sambil menggetok kepala Ana dengan cukup keras.


"Tuh galak lagi!mana ada laki laki yang mau sama kamu!"Kata Raden lagi, tingkah mereka seakan keduanya sudah dekat lama, tak ada penghalang selayaknya bos dengan bawahan nya, padahal Raden terkenal bos yang angkuh selain kepada Bagas.


"Sok tahu!A Ahmad tuh sebenernya suka sama aku, hanya sayang nya dia sudah dijodohkan oleh keluarganya!"Ucap Ana akhirnya membuka rahasia nya sendiri.


"Tuh kan, hahaha!aku bilang juga apa,jika pun ada yg mau, bahkan keluarga nya tak akan ada yang setuju, udah jelek, miskin,bar bar,liar lagi!"Ejek Raden begitu puas dan seenaknya, membuat hati ana sedikit terluka, memang apa yang dikatakan Raden benar adanya, tapi apakah benar ia tak berhak untuk bahagia?


Ana menundukkan matanya yang berkaca-kaca, memang benar gadis miskin seperti nya tak layak mendapatkan pria sesempurna Ahmad.


"Mewek deh! cengeng!ya Lo sadar diri lah! banyakin ngaca makanya!"Bukan nya merasa bersalah, Raden malah semakin menjadi mengejek Ana,ia ingin membuat gadis itu patah hati dan merasa insecure terhadap pria manapun.


Ana mendorong tubuh Raden marah,ia berlari menuju tempat tidurnya yang berdekatan dengan kamar Nyonya besar.


"Blugh!"

__ADS_1


Ia menutup pintu kamarnya nya dengan kasar,dan menangis lah disana ia dengan sejadi jadinya.


Ada sedikit rasa bersalah di hati Raden,tapi itulah dia,pria dengan beraneka jiwa yang tak dapat di tebak hanya dengan menyelami isi hatinya.


...****************...


"Dengar kan semua nya!"


Ucap Bagas di depan semua pelayan dan penghuni istana Raden Kusuma jaya di pagi ini.


Raden sengaja menyuruh semua orang untuk berkumpul di ruang makan karena kata Bagas ada sesuatu yang harus disampaikan.


"Dua Minggu ke depan, Juragan Raden dan Aku ada urusan pekerjaan di Amerika yang tidak bisa diwakilkan!Juragan berharap selama kami pergi kalian disini harus bisa menjaga kehormatan Juragan kalian dan tidak saling menjatuhkan satu sama lain,selama kami pergi ,maka kami akan mengirim seseorang untuk mengurus semuanya disini,dia adalah Arifin,kepercayaan kami di kantor! hormati dia dan patuhi semua keputusan nya seperti kalian menghormati Juragannya Raden, Juragan sudah menyerahkan semuanya urusan untuk dua Minggu ke depan, kecuali urusan Nyonya Lidia akan langsung ditangani oleh Ana, orang kepercayaan Juragan Raden untuk merawat nya langsung, untuk urusan Ana dan Nyonya Lidia tidak ada satu orang pun yang boleh ikut campur, karena Juragan sendiri yang sudah mengatur nya langsung,apa kalian semua mengerti??"


Bagas begitu panjang lebih menjelaskan semuanya,ia pun memperkenalkan Arifin yang merupakan tangan kanan Raden setelah Bagas.


Mirna tersenyum senang,


"Ini adalah kesempatan terbaik untuk menyingkirkan gadis ninja itu juga nenek peot itu,dan semua nya akan semakin dekat dengan keinginan ku,aku akan menguasai seluruh harta Raden dan akan ku buat ia bertekuk lutut dihadapan ku, hahaha!"


Batin Mirna,ia memutar otak dengan sedemikian rupa nya karena ia harus segera membuat rencana yang indah agar ia tak mengotori tangan nya sendiri untuk menyingkirkan Ana dan Nyonya Lidia.


"Sepertinya Si Arifin cupu itu sangat cocok jika dinikahkan dengan si gadis ninja itu!hemmm,,ide yang cemerlang Mirna!jika si Ana di nikahkan, otomatis dia akan segera minggat dari rumah ini,dan aku akan lebih leluasa untuk menyingkirkan si nenek peot!"


Ide itu muncul begitu saja di pikiran Mirna,otak jahat nya selalu brilian jika menyangkut harta dan kekuasaan.


"Sebelum pergi,aku ingin mengunjungi orang tua angkat Ana yang katanya tinggal di daerah sini juga!Aku harus tahu dan berbaik hati kepada semua orang yang terlibat menjaga Ana selama ini!"Ucap Raden sebelum ia pergi ke bandara.


"Baik Juragan!"Ucap Bagas sambil segera memerintahkan supir supaya menuju tempat tinggal orang angkat Ana dulu.


"Anda menikahi Ana tanpa ada saksi dan walinya adalah Taryana?!"Paman angkat Ana yang merupakan ustadz setempat begitu terkejut setelah Raden mengatakan semuanya tentang Ana dan dirinya.


"Iya Pak ustadz, memang nya kenapa!? bukan kah Taryana adalah ayah kandung Ana?!"Raden heran karena seperti nya paman Ana tersebut kurang menyukainya.

__ADS_1


"Memang benar Taryana adalah ayah kandung Ana,tapi dalam agama kami syarat menikah itu harus ada saksi dan wali,Anda bilang saksi tidak ada,dan mohon maaf, dulu ana lahir di luar nikah jadi secara hukum agama,ana harus dinikahkan oleh wali hakim,dan sudah dapat dipastikan pernikahan anda dengan putri kami tidak sah, Juragan!Dan mohon maaf, apakah anda seorang Muslim?!"


__ADS_2