
"Sekali Anda menggerakkan kaki Anda untuk menghindar,maka kepala anda akan hancur saat ini juga,dan ingat!Ibu Anda yang tengah sekarat pun akan terkena imbasnya jika anda sulit diajak bekerjasama,juga keluarga angkat Anda, mereka tidak akan lolos dari Juragan Prabu!"
"Cklek!"
Terdengar Jaka menarik pelatuk senjata api itu dengan sungguh sungguh.
"Oke,, apa yang harus aku lakukan?!"secepatnya Ana mengambil keputusan, meskipun itu pilihan yang sulit, tapi sepertinya Prabu tidak main-main dengan ancaman nya,,Ana tak ingin terjadi sesuatu dengan keluarga nya terlebih Ibunya yang kondisi nya masih belum ada kejelasan.
"Hahahaha! Akhirnya,,,!"
Prabu tertawa penuh kemenangan.
"Mudah saja Nona manis!kau hanya perlu membuat Raden jatuh cinta kepada mu sampai tergila gila hingga ia rela melakukan apapun untuk diri mu, jangan pernah pergi dari nya sebelum kau mengambil alih seluruh harta kekayaan nya,, setelah kau berhasil membuat nya bertekuk lutut dihadapan mu,, hempaskan dia dan buat dia hancur sehancur hancur nya,,apa kau faham?!"
Ana menatap lekat lekat ke arah musuh bebuyutan suaminya itu,,
"Apa keuntungan yang akan ku dapatkan?!"Ucapnya kemudian, karena baginya kini tak ada gunanya untuk melawan pria kejam tersebut.
"70:30 itu bagian yang akan kau dapatkan!"
Jawab Prabu.
"bagi rata!"Ana masih bernegosiasi.
"40:60! Lo 40 dan gue 60!"Bahasa Prabu sudah tidak formal lagi
"No!!bagi rata!"
Ana tetap bersikukuh.
"Sialan, ternyata matre juga Lo!oke,,deal!"Akhirnya prabu mengalah juga.
"Jika Anda ingkar janji atau berani menipu saya,saya tidak segan-segan untuk kabur membawa seluruh hasil dari usaha saya sendiri itu!"Ana balik mengancam musuhnya.
"Hahaha,, kita buat kesepakatan dengan sehat hitam diatas putih!"
__ADS_1
"Tentu!itu harus dilakukan! sekarang biar kan aku pergi!"
??
"Tentu saja,, kau harus segera kembali kepada suami tercinta mu itu!dan mulai lah tugas mu dengan sempurna!"
Ucap Prabu sambil memberi isyarat agar anak buahnya melepaskan Ana segera.
****************
"Darimana saja kamu!? seharian gak pulang dan jam segini baru kembali!"
Tiba tiba Ana dikejutkan oleh suara bariton suaminya yang ternyata sudah menunggu nya di depan pintu entah sejak kapan.
Waktu menunjukkan sudah pukul 21.30 memang,dan ini pertama kalinya Ana pergi tanpa pamit dan pulang sampai selarut ini.
"Aku tanya dari mana kamu seharian ini gak ada kabar,, bahkan para pengawal pun sampai kehilangan jejak mencari mu,, jangan katakan kamu dirumah sakit atau pergi ke rumah keluarga mu, karena aku sudah mengecek nya kesana dan kamu tidak ada!Aku bahkan sampai akan lapor polisi jija kamu tak kunjung kembali!"Terlihat raut wajah marah bercampur cemas menghiasi tatapan tajam sang suami.
"A,,a,,aku,,,"
"Apa ini kamu yang sebenarnya,dan kau hanya menutupi nya dengan balutan penampilan mu yang sok alim,hah?kau bertemu dengan selingkuhan mu kan?kau janjian ketemuan sama ustadz muda itu kan sebelum dia pergi ke luar negeri,iya kan!?"
Entah dari mana Raden memiliki prasangka seperti itu,ia berpikir jika Ana bertemu dengan Ahmad sebelum ia berangkat ke Mesir, bahkan Ana sendiri tidak tahu jika Ahmad sudah pergi atau belum.
"Apa yang kamu pikirkan,kamu tidak mempercayai ku?!aku tidak mungkin berbuat serendah itu!"
Ana berusaha membela diri.
"Kalau begitu katakan dari mana! aku sampai seharian mencari keberadaan mu dan kau menghilang begitu saja, hanya pesantren itu yang tidak bisa aku akses!dan aku yakin kau berlindung disana dan bertemu dengan mantan kekasih mu itu!"
Raden mencengkram erat leher Ana seperti hendak mencekiknya.
"Demi Tuhan,aku tidak pergi kesana dan menemui siapapun!"
Jawan Ana sambil ketakutan, nafas nya tertahan karena tenggorokan nya di tekan dengan keras.
__ADS_1
"Den, Raden! hentikan Nak! kamu bisa membunuh istri mu,, bicarakan baik-baik dan dengar kan dulu penjelasannya,, jangan tersulut emosi dulu!"Nyonya Lidia yang khawatir dan takut Putera nya itu sampai kebablasan menyiksa menantu kesayangan nya itu segera datang menengahi.
"Mamah jangan ikut campur!dia harus diberi pelajaran karena sudah berani membangkang!dia berani keluar rumah tanpa seizin ku dan pulang sampai selarut ini tanpa rasa bersalah!"
"Bukan kah dia sudah minta izin sama kamu untuk melihat kondisi Ibu nya?! tolong jangan begini,Nak!di bisa mati kehabisan nafas!"
"Taoivdia tidak ada disana Mamah!Aku katakan mamah jangan ikut campur,masuk kamar dan istirahat! Ayo,kau memang harus diberi pelajaran!"
Kemarahan sudah menguasai Raden saat ini, otak nya sudah dikuasai berbagai prasangka buruk tentang alasan menghilang nya istri kesayangan nya itu hari ini,,
Raden menyeret Ana untuk masuk ke dalam ruangan pribadinya dengan begitu kasar, entah apa yang akan terjadi, semua orang yang melihat kejadian nampak saling bertatapan mata, mereka pun bertanya tanya kemana saja Anaz hari ini hingga membuat Juragan nya marah besar,, sedangkan Mirna dan Sarah tersenyum bahagia melihat Ana akan mendapatkan hukuman setimpal atas kelakuan yang ia buat sendiri.
"Hahaha, ternyata kita tidak perlu susah payah melakukan apapun Mir, kita gak akan pernah nyangka jika wanita ninja itu ternyata bukan wanita baik baik seperti yang disangkakan suami kita!"
Ucap Sarah setelah menonton drama yang baru saja mereka saksikan.
"Blamm!"
Terdengar suara pintu ditutup dengan begitu keras.
Itu tandanya sesuatu akan terjadi di dalam sana terhadap Ana.
Ana mengurai airmata nya saat tubuhnya dihempaskan begitu saja ke atas ranjang king size milik Raden.
Kerudung beserta cadar nya sudah hilang entah kemana, Raden merampas nya dan membuangnya sembarangan,kini hanya tinggal rambut nya yang tergerai indah agak berantakan,ia benar benar sudah pasrah dengan nasibnya kali ini, mulut nya tetap bungkam,tak berani mengatakan yang sebenarnya dan tak berani juga untuk berbohong.
Raden melepaskan ikat pinggang nya,dan Ana berpikir itu akan dijadikan nya cambuk oleh nya untuk melukai tubuhnya,Ana hanya memejamkan matanya sambil terisak dengan wajah yang menunduk.
"Buka matamu dan lihat wajah ku! Katakan kemana kamu pergi seharian ini dan siapa yang kau temui!?"
Ucap Raden lagi masih dengan nada nya yang tegas dan amarah yang membuncah.
Ia menarik rambut panjang Ana hingga wajah Ana mendongak ke atas.
Dilihat nya Raden sudah berdiri dihadapan nya tanpa memakai busana sehelai pun,itu semakin membuat dada Ana bergemuruh, ketakutan menghantui nya, sudah dapat ditebak apa yang akan Suaminya itu lakukan terhadap nya,ia pasti akan memaksa nya untuk melayani nya sebagai hukuman atas apa yang sudah ia lakukan hari ini.
__ADS_1