Istri Ke Empat Sang Juragan

Istri Ke Empat Sang Juragan
Konspirasi


__ADS_3

"Sayang! Kenapa dia ada di kamar Mamah!? bukankah seharusnya dia mendapatkan hukuman darimu?!"Mirna,dia adalah istri pertama Raden,ia berusia 30 tahun,Putri dari pemilik pabrik rokok yang cukup terkenal,dia sengaja dijodohkan dengan Raden dengan alasan bisnis, setengah saham perusahaan Mirna kini dikuasai Raden.


Dia langsung protes begitu melihat gadis bercadar sedang mengurus mertua nya.


"Hukuman nya ya ini! mengurus mamah seumur hidup dia tanpa di gaji!"Jawab Raden acuh tak acuh,pagi ini dia tengah bersiap siap pergi, berkeliling memantau daerah kekuasaan nya.


"Tapi,,,!"Mirna berniat untuk protes,namun segera Raden menggertak nya.


"Jadi kamu yang mau mengurus mamah?!ya bagus lah, dengan senang hati aku mempersilahkan nya!"Sindir Raden,dia tahu jika Mirna sebenarnya adalah yang paling tidak menyukai keberadaan Mamah nya di istana milik Raden itu.


"Bukannya gak mau Sayang, tapi kan jika aku sibuk mengurus mamah,aku gak bakalan gak banyak waktu buat nyenengin kamu!"


"Ya makanya jangan banyak protes, Mamah adalah urusan ku,jadi apapun keputusan ku tentang Mamah,, tidak ada lagi yang boleh ikut campur!"


"Ya udah deh terserah kamu, sayang!tapi ngomong ngomong kapan dong kamu mau berkunjung ke lantai satu ,aku kangen banget sayang sama Kamu,masa sih tiap malem aku harus tidur sendiri terus?!"Rayu Mirna sambil menyentuh area area sensitif milik Raden,ia berharap suami yang dinikahi nya 2 bulan lalu itu akan tergoda dengan rayuan mautnya kali ini.


Bagaimana Mirna tidak kesal, selama mereka menikah, belum sekalipun Raden menyentuh nya sebagai seorang istri,dia selalu sibuk dengan urusannya dan selalu tidak memiliki waktu untuk ketiga istrinya.


"Aku sibuk!dari awal pernikahan,kita hanya lah


bersandiwara,jika kamu merasa keberatan dengan


sikap ku,kamu boleh angkat kaki dari rumah ku!"


Ucap Raden sambil beranjak menuju meja makan,ia berniat untuk sarapan.


"Sarapan dulu A?!"Ucap Sarah, istri kedua Raden.


Dia adalah puteri dari Juragan tanah di daerah sana, hampir seluruh daerah tersebut adalah milik keluarga Sarah, seperti Mirna,Sarah juga dinikahkan dengan Raden karena alasan bisnis,kini hampir seluruh tanah garapan milik Sarah dikuasai Raden.


Beda hal nya dengan Ningsih,dia adalah puteri dari pemilik tempat hiburan malam yang tersebar hampir di berbagai kota, orang tua nya meninggal di tangan Raden karena perebutan kekuasaan,dan Ningsih terpaksa dinikahi Raden karena kasihan.

__ADS_1


"Apa Ibuku juga sudah sarapan?!"Tanya Raden kepada Bagas yang berdiri di samping kanan nya.


Pelayan baru itu yang menyiapkan segala keperluan Nyonya besar sendiri,di mulai dari memilih bahan hingga memasak,tak satupun orang diizinkan untuk membantu nya!"Jawab Bagas dengan setengah berbisik.


"Benarkah?! bagus lah! tidak sia sia aku memperkerjakan dia! Antar sarapan ku ke lantai 4 aku ingin sarapan bersama Ibuku!"


"Baik Juragan!"Jawab Bagas sambil memberi isyarat kepada pelayan agar segera mempersiapkan sarapan untuk Tuan mereka.


"Biar Saya saja yang mengantar nya ke atas!"Ucap Sarah sambil menyiapkan makanan kesukaan suaminya,memang diantara ketiganya, Sarah lah yang lebih pandai memasak.


"Jangan sok cari perhatian!Aku yang lebih berhak dibandingkan kalian berdua, siap kan sarapan untuk suami ku juga untuk ku,dan aku lah yang akan mengantarkan nya ke atas,kami akan sarapan bersama!"Sanggah Mirna dengan memasang wajah yang galak.


"Ya gak bisa gitu dong! Saya yang sudah memasak dan menyiapkan semua nya untuk suami saya, bukan untuk kamu ya Mir!jadi aku lah yang berhak sarapan bersama nya di atas!"Sarah juga tak mau kalah, kesempatan sarapan berdua dengan sang suami memang sangat jarang terjadi,dan ini adalah kesempatan yang bagus untuk mendekati Juragan Raden yang sedingin es itu.


"Berani kamu ya,?!kamu seharusnya sadar posisi kamu disini,aku adalah istri pertama Juragan Raden dan kamu harus lebih menghormati dan menghargai ku, ngerti kamu!"Dengan garang, Mirna menyerang Sarah dan menjambak rambutnya, terjadilah saling cakar mencakar diantara keduanya.


Sedangkan Ningsih hanya menonton saja sambil menikmati sarapannya dengan santai.


"Ya sudah,kita antarkan saja bareng bareng!"Ucap Sarah sambil menjeling kan mata nya ke arah Mirna.


...****************...


"Kenapa Kau biarkan Ibuku makan sendiri, bukankah sudah menjadi tugas mu mengurus dia dan menyuapi nya makan!?"Bentak Raden begitu melihat Ibunya makan sendiri tanpa bantuan Ana.


"Dia harus dibiasakan mandiri,agar syarat syarafnya terangsang dan insyaallah bisa kembali normal lagi!"Jawab Ana santai.


"Aduh Mamah,biar Ning bantu ya!"Ningsih yang baru sampai bersama kedua madunya langsung mencari perhatian suaminya,ia menyuapi Ibu mertua nya dan menyeka area mulut nya yang belepotan,Mirna dan Sarah langsung saling memandang dengan tatapan sinis, Ningsih selalu begitu,dia pandai bermuka dua.


"Uo,,uo!"Seperti nya Mirna yang merasa jijik melihat cara makan Ibu mertuanya yang belepotan kemana mana,ia merasa mual dan selera makannya langsung hilang,ia segera pergi ke kamar mandi guna menghindari pemandangan yang menurut nya sangat menjijikkan itu.


Sarah tersenyum sinis,dia berpura pura sibuk menyiapkan sarapan untuk suami nya.

__ADS_1


"Apa yang sedang kau siapkan?!"Tanya Raden kepada Ana yang tengah sibuk menyiapkan obat untuk ibunya.


"Obat herbal dari tumbuh-tumbuhan untuk merangsang kembali syaraf syaraf Ibu Anda yang semakin melemah!"Jawab Ana tanpa menoleh sedikitpun ke arah suara.


"Jangan sembarangan kamu ya! Mamah sudah memiliki dokter khusus, sayang! bagaimana kalau pelayan ini salah memberi Mamah obat,dan kondisi Mamah akan semakin parah!"Kata Mirna sambil hendak membuang semua obat herbal yang sudah susah payah disiapkan Ana.


"Jangan membuang keributan didepan Mamah,dia bisa stres dan darah nya akan semakin tinggi!"Ucap Raden membentak istri pertamanya itu,ia segera menahan tangan Mirna yang sudah bersiap melakukan keributan.


"Di pesantren Saya berpengalaman merawat Ibu dari Guru saya,dengan penyakit yang sama dengan nyonya besar, bahkan lebih parah dari beliau! setiap hari saya di suruh membuat racikan dari daun dan akar yang disarankan oleh tabib yang menangani nya,dan Alhamdulillah kondisi beliau semakin hari semakin membaik hingga sekarang!"Ana meyakinkan semua orang jika obat yang ia buat aman dan bagus untuk kesehatan Nyonya besar.


"Selamat pagi semuanya! Selamat pagi Juragan,senang bisa bertemu dengan Anda hari ini!Hari ini saya akan memeriksa keseluruhan kondisi Nyonya besar!"Tiba tiba datanglah Dokter yang biasa sudah menangani Nyonya besar selama ia sakit.


"Tentu, silahkan Dok!"Jawab Raden, sengaja ia ingin bertemu langsung dengan dokter yang katanya dekat dengan istri pertamanya itu.


"Kondisi nya semakin memburuk Juragan!Saya sarankan Nyonya besar sebaiknya di rawat di Rumah sakit besar saja,agar beliau bisa di tangani dengan optimal!"Kata dokter tersebut setelah ia selesai memeriksa Nyonya besar.


"Benarkah,tapi pihak rumah sakit menyarankan agar Ibu ku di rawat di rumah saja,agar tingkat stres nya lebih rendah dan agar lebih leluasa juga menjalani terapi syaraf nya!"Raden merasa mereka sengaja sudah merencanakan agar Ibunya tidak tinggal di rumah.


"Sebaiknya Anda mencari rumah sakit yang lebih elite, Singapura misalnya!"Jawab dokter tersebut sambil melirik ke arah Mirna.


"Benar sayang, pelayan baru itu bisa menjaga Mamah disana!"Mirna ikut meyakinkan suaminya, sebenarnya ini adalah idenya,dia ingin jika Ibu mertua nya yang selalu merepotkan nya itu bisa segera mati atau setidaknya segera keluar dari rumah ini dan jauh dari pandangan nya.


"Baiklah akan aku pertimbangkan! beri saja dia obat seperti biasa,aku akan segera membuat keputusan!"Jawab Raden,ia berusaha sebisa mungkin menyembunyikan kecurigaan nya.


"Baik Juragan, tentu obat nya akan selalu saya berikan!"


Dokter tersebut terlihat mengeluarkan beberapa bungkus obat yang biasa ia berikan kepada nyonya besar, Raden terlihat melihat satu persatu obat tersebut dan mencari efek samping dari obat tersebut di google dan sungguh ia tercengang setelah tahu untuk apa obat obat tersebut.


"Tangkap dia dan segera laporkan dia kepada polisi atas tuduhan percobaan pembunuhan Ibuku!"


Perintah Raden dengan geram,ia terlihat begitu marah dan menatap tajam ke arah dokter tersebut.

__ADS_1


__ADS_2