Istri Ke Empat Sang Juragan

Istri Ke Empat Sang Juragan
Dijebak


__ADS_3

"Anda menikahi Ana tanpa ada saksi dan walinya adalah Taryana?!"Paman angkat Ana yang merupakan ustadz setempat begitu terkejut setelah Raden mengatakan semuanya tentang Ana dan dirinya.


"Iya Pak ustadz, memang nya kenapa!? bukan kah Taryana adalah ayah kandung Ana?!"Raden heran karena seperti nya paman Ana tersebut kurang menyukainya.


"Memang benar Taryana adalah ayah kandung Ana,tapi dalam agama kami syarat menikah itu harus ada saksi dan wali,Anda bilang saksi tidak ada,dan mohon maaf, dulu ana lahir di luar nikah jadi secara hukum agama,ana harus dinikahkan oleh wali hakim,dan sudah dapat dipastikan pernikahan anda dengan putri kami tidak sah, Juragan!Dan mohon maaf, apakah anda seorang Muslim?!"


Tanya sang Paman,ia ingin memastikan jika Juragan Raden yang terlihat sudah jatuh hati kepada keponakan angkat nya itu satu akidah dengan Ana


"Ya,saya muslim dari lahir, tapi saya besar di luar negeri dan tidak ada pengetahuan agama sama sekali karena aku lebih sibuk dengan sekolah dan karir,,"Jawab Raden mengakui kebodohan nya.


"Astaghfirullah, pantas saja,,ya jadi begitulah juragan, Anda tidak bisa mengakui Ana sebagai istri sah Anda karena ijab qobul yang anda lakukan bersama Taryana tidak lengkap syarat syarat nya, jika pun Anda masih ingin menikahi Ana,itu harus ada kesepakatan antara kedua belah pihak dan harus memenuhi syarat syarat nya,yaitu pengantin laki laki dan pengantin perempuan, mahar,wali dan saksi pernikahan, jadi anda tidak bisa seenaknya menikahi seseorang tanpa sepengetahuan mempelai perempuan yang bersangkutan!"


Raden tertegun mendengar penjelasan sang ustadz,ia merasa ditipu habis habisan oleh Taryana, bagaimana ia bisa sebodoh itu dalam melakukan sesuatu, biasanya ia terkenal jeli dan teliti dalam hal apapun.


"****!! bagaimana aku bisa se ceroboh ini!"Raden mengumpat kepada dirinya sendiri, bagaimana ia bisa tidak tahu tentang hal yang lumrah seperti itu.


"Mungkin Taryana sama tidak tahu nya seperti anda juragan,dia kan seorang pemabuk berat,bisa jadi saat dia menikah kan anda kepada putri nya dia dalam keadaan oleng!"Kata Bagas berusaha menenangkan Bos nya itu,kini mereka sedang diperjalanan menuju bandara.


"Sekarang bagaimana,apa kita harus menunda keberangkatan kita dan mencari Taryana terlebih dahulu?"Tanya Bagas,ia tahu jika Raden sekarang sedang galau.


"No! suruh saja para pengawal kita untuk mencarinya dan mengawasi nya sampai kita kembali dari New york dua minggu ke depan!aku harus tetap profesional dalam urusan pekerjaan!dan jangan lupa suruh pengawal yang lain untuk mengawasi ketiga istriku dan suruh juga yang lainnya untuk menjaga Ana dan Ibu ku!"Raden berusaha tetap profesional dan tidak terpengaruh oleh hal hal yang menyangkut pribadinya.


"Baik Juragan!"Bagas pun tak kalah profesional nya,dia sangat menghormati Raden sebagai atasan ketika mereka sedang bekerja.


...----------------...


Arifin adalah sosok yang jujur, pendiam dan polos, penampilannya sedikit cupu dengan kacamata tebal yang selalu ia gunakan.


Dia lumayan agamis dengan tidak pernah meninggalkan shalat yang lima waktu meskipun ia sangat sibuk.


Kini selama dua Minggu ke depan ia akan berada di istana milik Bos nya,ia tak sadar jika sesuatu sedang mengintai nya, sesuatu yang akan membuat nya berada dalam masalah besar.


setiap hari ada saja keributan yang membuat nya pusing, hanya penghuni lantai empat yang terlihat santai dan tenang,dan itu adalah Ana,ia sangat kagum dengan sosok gadis yang satu itu,baru kali ini ada perempuan yang mencuri perhatian,dia begitu mahal dan elegan,dan tak pernah membuka diri terhadap laki-laki manapun, membuat nya semakin penasaran.

__ADS_1


"Fin,,bisa tolong cek Nyonya besar di lantai empat,Ana sedang membeli obat di luar,dan harus nya ada yang menggantikan nya terlebih dahulu untuk menjaga nya,aku sedang sibuk saat ini!"Kata Mirna,entah apa yang sedang ia rencanakan lagi kini.


"Baik Nyonya, saya akan segera naik!"Jawab Arifin, tanpa bantahan apapun lagi ia pun segera naik ke lantai empat.


Ia begitu semangat karena ia memang selalu ingin melihat sosok Ana.


Arifin yang jarang naik ke sana terlihat agak celingukan, tumben hari ini terlihat sepi, biasanya di depan pintu sudah terlihat dua orang pengawal penjaga nyonya besar kepercayaan Juragan nya, mereka sama sekali tak memiliki akses masuk ke ruangan inti, itu sangat di larang karena permintaan Ana yang privasi nya sangat di jaga.


Perlahan ia memegang daun pintu dan ternyata aneh nya tidak di kunci, yang biasanya selalu terkunci dari dalam dan harus ada persetujuan dari Ana jika ada yang harus masuk,kini aneh nya tidak.


Arifin berpikir, mungkin karena Ana sedang keluar.


Arifin pun masuk ke dalam berniat mencari sosok Nyonya besar ,ia harus mengecek nya untuk memastikan jika dia aman dan baik baik saja, namun baru saja ia satu langkah maju, tiba-tiba saja kepala nya ada yang memukul dari arah samping dengan benda tumpul dengan sangat keras.


Ia tak sadarkan diri dengan kepala yang bercucuran darah.


...****************...


"Astaga,,,!jadi begini kelakuan kalian di belakang kami?!"Terdengar samar namun pasti,suara teriakan seseorang membangunkan Ana,ia mengerjap ngerjap kan matanya dan mengumpulkan kesadaran dengan penuh.


"Astaghfirullah,, dimana ini? apa yang sudah terjadi?!"


Pekik Ana,dia merasakan berat di tubuhnya seperti ada tangan yang melingkar, perlahan ia membuka selimut yang menutupi tubuhnya.


"Astaghfirullah, mengapa Pak Arifin bisa ada disini?!"Pekiknya lagi,ia melihat Arifin berada di samping tanpa mengenakan baju atasan, namun Alhamdulillah nya auratnya masih terjaga,Ana masih berpakaian lengkap dan cadar nya masih terpasang di wajahnya.


"Ya Allah apa yang sebenarnya terjadi?!"


Ucapnya sambil mengingat ingat kejadian yang menimpa nya baru saja,ia hanya ingat ada seseorang yang mengetuk pintu depan, kemudian ada yang membekap nya dan dari sana ia tak ingat apa apa lagi.


Astaghfirullah seseorang sudah menjebak nya!


Batin Ana.

__ADS_1


Terlihat orang orang yang mengerumuni nya saling berbisik mengumpat nya, ketiga istri majikan nya seperti mengambil foto dirinya dan Mirna sepertinya tengah melakukan video call entah dengan siapa.


Belum juga Ana sadar sepenuhnya, Arifin terlihat bangun,dia meringis sambil memegang kepalanya, kemudian mereka berdua saling melirik dan keduanya berteriak histeris.


Keduanya melompat bangun dari tempat tidur di kamar Ana,


"Apa yang sudah kalian lakukan?! bikin malu saja, kalian berbuat mesum saat sedang bekerja?!astaga!!jika suamiku tahu, kalian pasti akan di pecat!"Kata Ningsih mendramatisir, padahal dia juga ikut andil dalam rencana jahat yang sudah di buat Mirna.


"Aku tidak melakukan apa apa, tadi aku pingsan dan entah bagaimana dia sudah ada di ranjang ku!"Teriak Ana membela diri, sedangkan Arifin terlihat sibuk memakai kembali pakaian yang berserakan di lantai.


"Kalian akan segera mendapatkan sidang kode etik dari perusahaan, Juragan sudah menyerahkan sepenuhnya permasalahan ini kepada saya ,dia tidak akan pulang dulu dari Amerika karena malu dan media pasti akan mengejarnya jika sampai dia pulang, kabar ini sedang mencuat!"Ucap pengacara perusahaan yang ternyata ia pun sudah ada disitu.


Entah siapa yang menyebarkan begitu cepat masalah ini ke media,yang jelas berita memalukan ini langsung hangat menjadi pembicaraan di berbagai media sosial yang mencoreng nama perusahaan milik Raden juga nama Raden sendiri yang memang selalu menjadi sorotan di sekitar daerah tersebut.


Raden memang bergelut di bisnis dunia hitam tentang premanisme dan penjualan senjata ilegal, tapi dia juga memiliki berbagai properti semacam pertanian, hotel, mall,dan restoran untuk menutupi bisnis gelap nya itu.


"Aku juga tidak menyangka sayang!? aku tidak percaya Ana melakukan hal sekeji itu!Aku sarankan mereka segera di nikahkan saja untuk memulihkan citra buruk perusahaan kamu ,lalu setelah itu segera saja usir mereka,besok aku akan memanggil kedua wali mereka dan akan dinikahkan langsung saja!"


Mirna langsung menelpon Raden yang masih berada di luar negeri,ia bahkan mengirimkan foto saat Ana dan Arifin tengah terlihat tidur bersama.


"Kenapa sampai tersebar di media?!bikin malu saja!"Teriak Raden,jelas ia marah bukan karena malu nama baiknya tercoreng,tapi ia kecewa mengapa Ana bisa berbuat sejauh itu di belakang nya.


Raden sungguh tidak percaya dengan semua yang terjadi, tidak mungkin gadis kecilnya yang soleha itu melakukan hal sekeji itu.


"Segera pesan kan tiket untuk kita pulang ke tanah air, cari penerbangan yang paling awal!"Perintah Raden kepada Bagas dengan wajah yang merah padam menahan amarah.


"Tapi Juragan, sebaiknya kita tidak pulang dulu sekarang sebelum kabar ini mereda, musuh dan para pesaing perusahaan kita akan mengambil banyak keuntungan dari berita ini, Arifin adalah orang yang cukup berpengaruh di perusahaan, jadi semua pihak pasti akan terkejut dengan berita ini dan akan dijadikan senjata untuk menghancurkan kita!"


Bagas memberikan saran nya.


"Prangg!"


Raden membanting gelas yang ada di hadapannya,ia mengamuk seketika dan mengacak acak semua barang di kamar apartemen nya di Amerika.

__ADS_1


"Aku tidak peduli dengan semua itu! Aku hanya ingin bertanya langsung kepada Ana bagaimana ini bisa terjadi! pergi pesan tiket atau aku akan pulang sendiri bagaimana pun caranya!"


__ADS_2