Istri Ke Empat Sang Juragan

Istri Ke Empat Sang Juragan
Come back


__ADS_3

Hujan pun turun dengan begitu derasnya,,


Namun Ahmad tak bergeming dari tempatnya berdiri dari tadi,,ia termenung dan masih mencerna pengakuan Ana, rasanya begitu berat melepaskan perempuan yang sudah mengisi relung hatinya yang paling dalam itu,Ana sudah menjadi separuh jiwanya,dan kini ia harus merelakan nya untuk selamanya.


"A ayo berteduh, nanti Aa sakit!"Teriak Aisyah di tengah guyuran hujan yang membasahi mereka.


"Aku ingin sendiri,Syah!"Jawab Ahmad menepis tangan Aisyah dan tak memperdulikan nya.


Tatapan nya terfokus pada sebuah kaca jendela yang terbuka, netra nya menangkap sosok perempuan yang sepertinya sedang menatapnya juga,dia adalah Ana.


Tak lama sosok seorang pria merangkulnya dari belakang,dan mereka pun hilang entah kemana rimba nya.


"Kau siap pulang hari ini?!Mirna tak berhenti menelpon ku karena aku sudah lama tak pulang ke rumah!dia sudah tahu jika Ibu sekarang di rumah sakit,, daripada dia membuat kehebohan disini, sebaiknya kita yang segera kembali!"Raden berencana untuk segera kembali ke rumah utama, sudah terlalu lama ia meninggalkan istana nya terus,dan ketiga istrinya pun sudah terlalu bawel menanyakan keberadaan nya.


"Terserah Anda saja!"Jawab Ana tak peduli, mungkin juga karena suasana hati nya sedang buruk,jadi ia merasa bad mood, enggan berdebat dengan juragan nya itu kali ini.


----------------


****************


"Mamaaah! akhirnya mamah kembali dengan selamat! selamat datang kembali di rumah mamah ku tercinta!"Mirna yang pandai mencari muka berhambur memeluk ibu mertua nya,dia berpura pura senang nyonya Lidia kembali, padahal yang sebenarnya terjadi adalah hal yang sebaliknya, namun demi kembalinya sang suami, Mirna harus rela Ibu mertua nya kembali ke rumah.


"Bagaimana kabar Mamah?Mamah baik baik saja bukan, Sarah sudah memasak makanan kesukaan mamah!"Sambutan Sarah tak kalah penuh drama,ia segera mendorong kursi roda sang mertua menuju meja makan.


"Ningsih mana?kok dia gak keliatan?!"Tanya Nyonya Lidia, ucapan nya masih terdengar kaku dan tidak lancar,bukan karena peduli, tapi memang iya, perempuan satu itu tidak kelihatan batang hidungnya sama sekali.

__ADS_1


"Sejak Juragan tidak pulang ke rumah, Ningsih ikut ikutan jarang ada di rumah mah!"Jawab Sarah sambil duduk di samping mertua nya, ikut cari muka.


"Iya,,Aku juga heran,dia sering kelayapan sekarang, kadang suka pulang pagi dalam keadaan mabuk!"timpal Mirna, seperti biasa saling menjatuhkan satu sama lain pun di mulai.


Raden sudah tahu semuanya tentang gerak gerik ketiga istrinya, karena mereka selalu berada di bawah pantauan nya, Ningsih memang akhir akhir ini lebih sering menghabiskan waktu di club' malam kembali, tempat ia berasal dahulu, belanja belanja seenaknya menghambur hambur kan banyak uang dan berfoya-foya, Raden sengaja membiarkan nya untuk mengalihkan perhatian mereka.


"Oh iya, Suamiku kapan tiba,Gas?! apa dia masih di kantor?! Tanya Mirna, karena Ibu mertua nya pulang tidak bersama suaminya, hanya Bagas dan beberapa bodyguard saja.


"Mungkin sedang dalam perjalanan,kami hanya tidak satu mobil saja, mungkin ke jebak macet!"Jawab Bagas sambil ikut duduk di meja makan.


"Selamat datang Tuan!"Terdengar suara pelayan menyambut sang Juragan di depan,para pelayan pun terlihat berjejer memberi hormat.


"Nah itu dia data, datang,,,!"Ucap Mirna kegirangannya sambil beranjak ingin menyambut sang suami yang lumayan lama tak menemuinya.


Alangkah terkejutnya Mirna dan Sarah begitu Suami mereka pulang membawa musuh bebuyutan mereka,Ana seharusnya sudah membusuk di penjara, begitu lah harapan mereka.


Namun apa yang terjadi, Juragan Raden malah membawa nya kembali ke hadapan mereka.


"Sayang, jangan bilang kalau dia akan kembali kerja dirumah ini,Aku gak mau ya!"Sarah menimpali.


"Jika ada yang tidak suka, silahkan keluar dari rumah ku!dan aku beritahukan kepada kalian semua yang ada disini, mulai saat ini kalian harus hormati Ana seperti kalian menghormati Nyonya kalian yang lainnya!"Teriak Raden begitu lantang menggema memenuhi seluruh ruangan rumah tersebut, semua mata tertuju kepada sang Juragan dan kepada Ana.


"Lho lho lho! tunggu tunggu!apa maksud kamu Sayang!? Nyonya?!"Mata Mirna membelalak,ada perasaan tak enak saat mendengar ucapan sang Suami yang terdengar aneh.


"Iyaa,, Nyonya!dia istri ku sekarang,kami sudah menikah dua hari lalu!jadi mulai sekarang dia adalah bagian dari rumah ini, kalian harus menerima nya,suka atau pun tidak!"Jawab Raden dengan tegas dan tatapan nya yang ganas.

__ADS_1


"Dan satu lagi!demi kenyamanan Ibuku, kosongkan lantai satu hari ini juga, Ibuku akan pindah dari lantai empat ke lantai satu, Mirna!kamu bisa pindah ke lantai dua,dan Sarah ke lantai tiga, untuk hukuman karena Ningsih sekarang menjadi tidak patuh,dia akan dipindah ke ruang bawah tanah! lantai empat akan ku gunakan sebagai kantor!"


"Tapi ini gak adil!Aku penghuni lantai satu dan selamanya akan tetap begitu!"Protes Mirna.


"Kau berani membantah ku?! berarti kau akan tidur dikandang singa dan menjadi santapan nya,apa itu yang kau mau!?Aku melakukan ini untuk Ibuku,apa kau tidak melihat kondisi nya? lagipula ini adalah rumah ku, jadi aku yang berhak mengatur siapapun yang harus tinggal disini!jika tidak suka,itu adalah urusan mu sendiri?!apa akan ada lagi yang protes?!maka siapkan diri kalian untuk menjadi santapan hewan peliharaan ku!"Tegas Raden sambil beranjak menuju ruangan nya.


Semua orang tak berani membantah dan mulai mengosongkan lantai satu.


Tak berapa lama beberapa properti datang untuk digunakan di lantai satu oleh Nyonya Lidia dan Ana.


perabotan yang sangat mewah lengkap dengan segala pernak-perniknya yang sesuai dengan keinginan Nyonya Lidia.


Kebencian Mirna semakin memuncak kepada Ana da mertua nya,ia tak habis pikir bagaimana suami nya malah menikahi perempuan yang notabene sudah menculik Ibunya sendiri,dia yakin Ana menggunakannya sihir dan guna guna untuk mengelabui Raden,dan ini tidak bisa dibiarkan.


"Ini sudah keterlaluan! bagaimana bisa dia kembali ke rumah ini dan tiba-tiba menjadi seorang Nyonya, padahal dia adalah seorang kriminal, aku yakin ada yang tidak beres!otak Raden seperti sudah dicuci oleh nya,,apa kau tadi tidak melihat tatapan matanya yang kosong?!"Ujar Mirna dengan sedikit mengada ada.


"Iya,,dan dia langsung membuat kehebohan di rumah di hari pertama nya masuk, selalu seperti itu, bahkan selama ini suami kita tidak pernah memandang kita, apalagi setelah kehadiran perempuan itu,aku tidak terima!bisa bisa kita akan tersingkir dan tujuan kita menguasai seluruh harta Raden Kusuma bisa semakin berantakan! lalu apa yang harus kita lakukan sekarang!?"Tambah Sarah, membuat hati Mirna semakin panas.


"Kita cari dukun yang bagus untuk menghancurkan nya,dukun dibalas dengan dukun,,suruh Ningsih mencarikan nya untuk kita sebelum dia dikurung di ruang bawah tanah!buat dirinya berguna sebelum dirinya hancur karena ulahnya sendiri!"


"Baik,, aku akan menghubunginya sekarang,jika dia tidak sedang mabuk tentunya!"Jawab Sarah sambil mengambil ponselnya.


"Ah, sialan!kita tidak bisa mengandalkan dia sekarang! cari tahu saja kepada para pelayan kita, mereka pasti lebih tahu karena mereka berasal dari perkampungan, lakukan dengan hati hati, jangan sampai menjadi Boomerang untuk kita sendiri!"Kata Mirna sambil berpikir keras, bagaimana caranya menyingkirkan lagi Ana dan mertua nya.


Sarah mengangguk dan langsung menuju dapur.

__ADS_1


__ADS_2