Istri Ke Empat Sang Juragan

Istri Ke Empat Sang Juragan
Penebus hutang


__ADS_3

Harum bunga mawar terasa semerbak menusuk ke setiap rongga hidung bersamaan dengan semilir nya angin di sore hari.


Ana masih standby berada di rumah sakit, menunggui sang ibu yang masih dalam kondisi koma,ia juga masih sibuk merawat Nyonya Lidia yang masih di rawat di rumah sakit yang sama,nyonya Lidia menolak di bawa pulang karena merasa kasihan kepada Ana jika harus bolak balik rumah sakit dan rumah majikannya.


Ana kini sering termenung setelah bertemu dengan Aisyah, keputusan nya sudah bulat,ia akan menolak tawaran Ahmad untuk menjadi istrinya yang kedua.


Ia tak ingin menyakiti hati sahabat nya,juga tak mungkin meninggalkan sang ibu dalam kondisi seperti sekarang, banyak yang harus dipertimbangkan dan ia tak boleh egois.


"Biaya perawatan ibu kamu sangat besar,An,, apakah sebaiknya kita bawa pulang paksa saja,ya!?"Kata ustadz Imran,ia tahu Ana sedang pusing memikirkan biaya perawatan ibunya yang semakin membengkak, sedangkan Ayah tirinya sudah di jemput paksa oleh keluarganya karena mereka tak sanggup membayar biaya rumah sakit tersebut.


"Kalau di rawat di rumah bagaimana dia bisa cepat pulih Mang!"


Keluh Ana dengan lirih,ia berusaha untuk tetap tegar dan kuat, namun tetap saja ia hanya seorang wanita yang rapuh ternyata.


"Atau kita pindahkan saja ia ke rumah sakit yang lebih murah!?"ustadz Imran kembar memberikan solusinya.


"Tetap saja Mang, rumah sakit mahal pun tetap akan memakan biaya yang banyak, karena kondisi Ibu yang seperti itu!"


"Ya sudah kita minta pertolongan saja sama Allah, tidak mungkin Allah menguji seseorang di luar kemampuannya hambanya bukan?!"Hibur Ustadz Imran sambil tersenyum hangat,kini siapapun tidak dapat berbuat banyak mengingat kemampuan mereka yang hanya sekedar nya.


"Apa aku terima saja tawaran Juragan Raden ya,Mang?! bagaimana menurut mamang?!"Tanya Ana penuh keraguan.


Imran terdiam,ia tidak berani memberikan Ana saran apapun, konsekuensi cukup besar untuk menjadi istri ke empat seorang mafia sekelas, Raden Kusuma Jaya, setidaknya dia tahu banyak tentang dirinya, namun ia juga tidak bisa mengelak jika hanya Raden lah jalan keluar satu satunya.


"Minta petunjuk sama Allah An, Juragan Raden hanya makhluk biasa seperti kita!"Jawaban Ustadz Imran masih sama abu abu nya.


"Aku sudah istikharah Mang,dan Allah memberikan petunjuk tentang A Ahmad,aku sudah bulat untuk melepaskan nya juga melupakannya, tentang Juragan Raden, akhir akhir ini dia selalu muncul dalam mimpi ku, entah lah Mang!"


"Lalu apa yang kamu takut kan tentang nya, selain dia kurang dalam hal Agama,dia juga sudah memiliki tiga istri yang lain,apa tujuan dia ingin menikah dengan mu,An?!apa dia mencintai mu?!"


"Bukan Mang,dia hanya membutuhkan ku untuk merawat Ibu nya ,itu saja,dan dia ingin mengungkapkan kejahatan ketiga istrinya terhadap Ibunya,dan dia bilang butuh bantuan ku!Ana juga gak tahu tujuan dia sebenarnya!"


"Ada satu hal yang harus Mang sampaikan tentang pria itu An! sebenarnya dia pernah menikahi mu lewat Ayahmu, untung nya dia menemui Mamang sebelum dia pergi ke luar negeri dan menceritakan semuanya tentang Ayahmu yang sudah menikah kan mu dengan nya, dengan jaminan hutang nya yang sudah terlalu banyak!"

__ADS_1


"Apa?! Mamang bercanda kan, bagaimana bisa pernikahan seperti itu bisa terjadi!! Aku tidak terjadi terima pokok nya!"Ana begitu terkejut dengan apa yang dikatakan Mang Imran, tidak mungkin semua itu terjadi tanpa sepengetahuan nya..


"Tenang An, Mamang belum selesai bercerita! Namun ia menikahimu tanpa adanya saksi dan karena dulu kau lahir di luar nikah,maka kau harus dinikahkan oleh wali hakim, tidak sah jika kau dinikahkan oleh ayahmu!jadi paman menyuruh nya untuk membatalkan pernikahan nya dan saat itu juga dai membatalkan pernikahan nya dengan mu."


Kata Mang Imran, menceritakan yang ia tahu kepada Ana.


Ana pun dapat bernafas lega, setidaknya ia dapat terlepas dari pernikahan yang bahkan ia tidak tahu apapun.0


"Mamang hanya bisa mendoakan dan mendukung setiap keputusan mu,mamang tahu kamu pasti bisa melewatinya,jika ada jalan lain,maka sebaiknya kita hindari berhubungan dengan Juragan itu, An! tapi nyatanya memang Mamang juga tidak bisa membantu mu!"


Ana menghembuskan nafasnya berat, pikiran nya sedang kacau dan ia tidak dapat berpikir jernih dan perutnya juga terasa begitu keroncongan.


Imran tidak bisa berlama lama di rumah sakit,dia seorang guru mengaji yang lumayan sibuk.


"Kita bicara sekarang!"


Juragan Raden tiba tiba menarik lengan Ana entah dari arah mana ia datang.


"Lepaskan tanganku!Aku bisa jalan sendiri!"Bentak Ana sambil menepis tangan kekar sang juragan.


"Berhenti menyentuh ku seenaknya begitu, sudah berapa kali aku bilang,kita tidak boleh bersentuhan karena bukan mahram!"Ucap Ana tegas.


"Kalau kita sudah menikah, berarti boleh dong,aku bebas menyentuh mu sesuka hatiku,iya kan!?"Raden semakin berani menggoda nya.


Ia malah dengan sengaja hendak menyentuh bahu Ana, namun Ana segera mengelak nya dan mendahului langkah Raden menuju sebuah kantin.


Perutnya sudah sangat lapar.


"Hutang mu sudah semakin membengkak, bagaimana kau bisa membayar nya?!"Ucap Raden setengah mengancam,ia menatap Ana yang sedang makan dengan cueknya.


"Siapa yang suruh membayar kan perawatan Ibu ku!gara gara Anda,aku memiliki hutang kesana kemari,Aku tidak sanggup membayar biaya rumah sakit yang terus membengkak!"


Raden hanya tertawa.

__ADS_1


"Kalau aku tidak membantu mu, menurut mu bagaimana nasib ibumu sekarang,hah?!dasar tidak tahu berterima kasih!"Umpat Raden.


Ana semakin lahap memakan berbagai makanan yang ia pesan, banyak sekali, ia tak perduli,jika sedang banyak pikiran nafsu makannya akan meningkat drastis.


"Gila bar bar banget sih! makan nya aja banyak tapi badanmu tetap saja kurus,gak malu apa di lihat banyak orang!"ledek Raden.


"Bodo amat!Euuuuu!"Ana pun mengeluarkan suara sendawa dari mulutnya.


"Astaga! Perempuan macam apa kau ini, sungguh memalukan! Cepat tanda tangan!Aku tidak banyak waktu lagi,Aku akan segera membawa Ibu ku pulang ke rumah!dia ingin kau ikut bersamanya, aku memiliki penawaran yang bagus dan kau tidak punya pilihan lain selain menyetujui nya!"


Ucap Raden sambil melemparkan sebuah map ke hadapan Ana setelah ia menghabiskan makanan nya yang seabreg.


Perlahan Ana membuka map tersebut dan membaca nya.


"Apa, bagaimana hutang ku bisa jadi sebanyak gini?!Anda mau memeras ya!?"Ucap Ana dengan nada tinggi.


"Memeras dari mana?! Kenyataan nya begitu Ana,coba kau tanya pihak rumah sakit, sudah berapa uang yang aku transfer untuk pengobatan ibumu! belum lagi masih banyak biaya lain ke depan nya,kau pikir kau sanggup bayar,hah!


Buset,,500 juta! hutang ana sudah mencapai angka segitu.


"Dan ini apa?!aku harus menikah dengan mu besok?!Gila kali ya! Anda pikir menikah bisa segampang itu?!"


"Ya tinggal nikah aja,apa susah nya!Aku sudah menyewa perawat untuk merawat ibu mu selama kau kembali ke rumah ku! Pokoknya kita akan menikah besok, tidak ada penolakan lagi atau protes apapun lagi,jika tidak, bayar semua hutang hutang mu segera!apa kau mengerti,gadis tengil!"


Ancam Raden, sambil berlalu dari hadapan Ana.


"Hei, bayar dulu makanannya!"Ana menahan tangan Raden,ia tidak mempunyai uang lagi bahkan untuk sekedar membayar biaya makan nya sendiri.


"Akan aku tambah kan ke dalam bon hutang milik mu!"


Ucap Raden sambil mengeluarkan kartu ATM milik nya dan memberikan nya kepada Ana.


Ana hanya bisa terdiam ambigu,ia sulit melangkah kan kedua kakinya saking merasa shock karena harus segera menikah besok dengan Juragan tengil yang bahkan ia sangat membencinya.

__ADS_1


Menjadi istri ke empat sang juragan, adalah mimpi buruk bagi nya.


__ADS_2