Istri Ke Empat Sang Juragan

Istri Ke Empat Sang Juragan
Pecah seribu


__ADS_3

"Pasti gara gara dia, Dokter Firman sampai kena masalah seperti itu!Aku harus membuat perhitungan dengan nya, akan ku buat rumah ini seperti neraka bagi nya!"Umpat Mirna, untung nya Firman adalah teman setia,dia sangat tergila-gila kepada Mirna, sebelum Mirna menikah dengan Raden, mereka adalah sepasang kekasih, makanya saat kejahatan firman terbongkar, dia tidak membawa bawa nama Mirna di hadapan Raden.


"Nyonya ,saya turun dulu ke bawah ya!saya harus mengambil peralatan untuk menyeduh obat obat herbal untuk Nyonya!"Kata Ana sambil memapah Nyonya besar untuk kembali ke atas tempat tidur,ia baru saja berjemur di bantu oleh Ana.


"Nyonya istirahat saja dulu,ada penjaga di luar yang akan menjaga Nyonya selama saya di bawah!"Ana sengaja meminta beberapa penjaga terpercaya untuk menjaga di lantai empat,itu sengaja ia lakukan demi keselamatan Nyonya besar.


"Terimakasih,,,!"Ucapnya sambil tersenyum hangat,baru kali ini beliau merasa diperlakukan begitu baik oleh seseorang selain putra nya.


Ana pun turun ke bawah, terlihat ketiga Nyonya tengah berkumpul di bawah dengan aktivitas masing masing, seperti nya merek sedang menunggu kepulangan suami mereka.


Ana melewati mereka begitu saja, tanpa sedikit pun menoleh ke arah mereka,dia melangkah dengan terburu-buru.


"Hei! Dasar pembantu tidak sopan!sini kamu!"Teriak Mirna,dia yang sangat kesal terhadap Ana karena Dokter Firman sudah ditangkap, merasa ini adalah kesempatan bagus untuk membalas nya.


Ana menghentikan langkah nya,ia pun berbalik dan menghampiri Mirna dengan sopan.


"Maaf Nyonya Saya sedang terburu-buru!"


"Banyak alasan! bersihkan semua guci yang berada di ruangan ini,dan kau harus berhati hati, semua guci ini kesayangan suamiku dan harganya mahal mahal!apa kau mengerti!?"Perintah Mirna.


"Baik Nyonya!"Tak ingin banyak berdebat,Ana segera mengerjakan apa yang nyonya lantai satu perintah kan,lagi pula nyonya besar sedang beristirahat dan sudah ia beri obat.


Mirna tersenyum kecut, jelas ada yang ia rencanakan untuk Ana,ia berjalan kesana kemari sambil menunjuk nunjuk apa yang harus Ana kerjakan.


Tiba tiba pelayan pribadinya membisikan sesuatu kepada Mirna,ia memberitahu jika Juragan Raden sudah ada di garasi.


Dan tiba tiba saja, dengan sengaja Mirna mendorong tubuh Ana sehingga Ia jatuh terjerembab dan mengenai satu guci yang baru saja tiba kemarin,guci tersebut sengaja dibawa Raden dari negeri Cina, karena ia sangat menyukai setiap guci antik dari seluruh dunia.


"Ya ampun Ana!ini tuh guci kesayangan Suamiku!Guci ini baru saja ia beli kemarin dari Cina! pecah berantakan deh semuanya!"Bentak Mirna dengan perasaan yang sangat senang,ia puas akhirnya dapat mengerjai pelayan baru itu.

__ADS_1


"Apa yang sedang terjadi disini! setiap aku pulang selalu ada saja keributan!"Raden yang terlihat sangat kelelahan begitu terkejut ketika melihat guci kesayangan nya sudah hancur berantakan.


"Dia memecahkan guci baru kamu sayang!"Tuding Mirna sambil bergelayut manja di lengan Raden dihadapan kedua istrinya yang lain, mereka seakan berlomba mencari perhatian dari suami mereka.


"Astaga! bagaimana bisa kau memecahkan guci ku!guci ini hanya ada satu satunya di dunia,dan aku sudah susah payah membawanya kemari!Ya ampun!Aku sudah menugaskan mu merawTerlihat gurat kekecewaan di wajah Raden,dia bingung harus bagaimana, biasanya siapa pun yang membuat kesalahan fatal ataupun kecil, Raden akan segera memecatnya atau memberinya hukuman yang setimpal, tapi ini Ana,gadis kecilnya yang ia cintai dalam diam.


"Usir dia dari sini Sayang!aku pun sudah muak dengan tingkah nya disini!dia sok alim dan sok suka ngajarin agama kepada pelayan yang lain, sangat menggangu!"Mirna sengaja memprovokasi suaminya supaya semakin marah kepada Ana.


"Saya tidak sengaja Juragan, maafkan saya!Saya akan mengganti guci anda dengan apapun!"Ucap Ana sambil menunduk.


Semua penghuni istana tersebut menyaksikan kejadian tersebut, mereka sampai merinding membayangkan hukuman yang akan diterima oleh pelayan baru itu.


"Mengganti dengan apa?! bahkan gaji setahun pelayan disini tak akan sanggup untuk mengganti Guci itu! lagipula guci itu tidak ada lagi dimana pun,itu adalah peninggalan kaisar zaman dulu!"Bentak Raden,dia begitu kecewa karena guci yang dia incar selama ini kini sudah hancur berantakan.


Ana hanya bisa tertunduk, semuanya terdiam ambigu, seakan ikut merasakan ketakutan yang Ana rasakan saat ini,juga kekecewaan yang Raden alami.


"Blugh!"


Raden menutup pintu ruang pribadinya tanpa pengawal yang mengikutinya.


Mereka yang menyaksikan kejadian tersebut saling menatap dan menahan nafas setelah melihat Ana diseret paksa oleh Juragan mereka.


"Apa yang hendak anda lakukan?!"


Ana benar benar ketakutan, Raden mendorong tubuh nya hingga terjatuh ke atas kasur king size-nya.


"Bukan kah kau bilang tadi kau akan mengganti guci ku dengan apapun!? kau bisa membayar nya dengan sesuatu yang aku inginkan berarti?!"


"Tidak, tidak!apa yang ingin anda lakukan!?"

__ADS_1


Ana terus mundur menjauh, sedangkan Raden semakin gencar mendekati nya.


Dengan kasar Raden menarik cadar yang menutupi wajah Ana, dia sempat menatap wajah Ana dan menikmati kecantikan nya yang ternyata sangat luar biasa, sedangkan Ana memalingkan wajahnya sambil menutupi nya dengan kedua telapak tangannya berharap ia dapat menghindar dari tatapan nakal sang juragan.


Namun apa yang di nyana, Raden malah menarik tengkuk leher Ana dan dengan brutal nya ia ******* bibir Ana yang masih perawan itu.


Ana semakin gelagapan, dengan sekuat tenaga ia berusaha menghindari nya,ia meraih apa saja yang bisa ia pegang,dan ,,"praangng!"


Ana memukul kepala Raden dengan pas bunga yang berhasil ia raih,


"Aww! sialan!"Terdengar suara teriak Raden yang cukup kencang dan sampai terdengar keluar kamar pribadinya tersebut, beberapa orang pengawal yang berjaga di depan pintu cukup khawatir dan mereka berusaha untuk menerobos masuk, namun pintu nya dikunci dari dalam.


Ana segera bangkit,dan dengan tenaga super nya ia menerjang Raden dengan kakinya hingga mendarat tepat di wajahnya.


"Ciatt!bugh!!"


Tendangan amat sangat keras, hingga tubuh Ana sendiri pun sempoyongan dan hampir jatuh menimpa tubuh Raden.


"Akhh!"


Seketika darah bercucuran dari kepala dan sudut bibir Raden.


Raden kalah telak kali ini,Ana benar benar marah karena Raden sudah menjamah tubuhnya yang masih suci.


Ana segera berlari menuju pintu,ia pun membuka kunci nya lalu segera berhambur keluar menuju lantai empat.


Setelah pintu kamar pribadi Raden terbuka dan Ana keluar dengan ketakutan, semua pengawal Raden masuk untuk memastikan kondisi Juragan nya di ikuti oleh ketiga Raden, mereka sangat shock dan terkejut melihat kondisi Raden yang babak belur seperti itu.


Sebagian pengawal nya berniat untuk mengejar Ana ke lantai empat, namun Raden segera mencegah mereka,dan ia menyuruh ketiga istrinya untuk keluar dari kamar nya dan tidak diperbolehkan untuk ikut campur dalam urusan ini.

__ADS_1


__ADS_2