
Pukul empat dini hari,,
sudah menjadi kebiasaan sehari-hari, Ana bangun di jam segitu.
Pagi ini ia bangun agak tersentak, kepalanya terasa masih keleyengan karena efek obat yang masih menempel akibat kejadian semalam,ia memijit kepala nya dan memutar kepalanya perlahan, tubuh nya terasa kedinginan seperti ada angin yang menelusup,saat ia mengusap-usap bahunya,ia baru tersadar jika ternyata ia tidak memakai pakaian sehelai pun, bahkan bagian perut nya terasa berat, seperti ada yang menindih nya di bagian itu,, refleks ia menoleh ke samping kanannya dan ia
sangat terkejut, matanya terbelalak karena ternyata disana ada seorang pria yang tengah terlelap tidur sambil melingkarkan tangannya di pinggang nya.
"Aaaa,,,!"Ana berteriak sekeras-kerasnya sambil melompat dari tempat tidur dengan tubuh yang ditutupi oleh selimut.
Sontak pria disampingnya terbangun dengan tubuh telanjang tanpa tertutup apapun dan terpampang jelas di atas seprai yang berwarna putih itu terdapat bercak darah, tepat di bagian bekas Ana terbaring tadi.
"Aaa,,,!"
Kembali Ana berteriak sambil membalikkan badan nya karena tak ingin melihat tubuh pria itu.
Ia bahkan sampai menjatuhkan tubuhnya kelantai, area bawah paha terasa perih dan sakit.
"Apaan sih, berisik, ini tuh masih gelap,An!"Gumam Raden sambil masih menutup matanya.
"Apa yang sudah kau lakukan padaku!?"Teriak Ana sambil naik kembali ke atas ranjang dan memukuli Raden dengan membabi buta.
"Aduh,,aduh,,aw!sakit!apaan sih!heboh banget deh kamu!"Ujar Raden sambil menahan tangan Ana yang terus saja memukuli nya.
"Kenapa kau tega melakukan nya hah?!kau sudah memperkosaku!aku akan melaporkannya kepada polisi, biar tahu rasa kamu!"Ana tak berhenti menghajar Raden sambil meraung-raung,jelas saja ia sangat menyesali apa yang sudah terjadi semalam terhadap dirinya, harta yang paling ia jaga , kehormatan yang ia agung agungkan kini sudah hancur dalam sekejap saja dan sudah direnggut oleh pria yang tidak ia inginkan sama sekali.
"Lapor saja sana! emang ada seorang istri yang melaporkan suaminya karena mereka melakukan hubungan suami istri?!"kata Raden sambil terus berusaha memegangi tangan Ana yang brutal memukuli nya.
__ADS_1
Ana terhenyak,,
Benar,,!kini mereka sudah menikah dan hubungan suami istri yang mereka lakukan sah sah saja karena mereka sudah menjadi pasangan yang halal.
"Tapi kan,, tapi kita sudah sepakat Kusuma Jaya! kau tidak akan menyentuh ku sampai aku siap!"Ucap Ana terus mengelak tak ingin melakukannya dengan Raden meskipun mereka sudah menjadi suami istri.
"Coba kamu ingat ingat deh, siapa semalam yang memulai,kau menggoda ku terus menerus, masa aku harus menolak kamu,kau bisa mencari mangsa lain di luaran sana untuk menyalurkan hasratmu yang liar itu!"Raden berusaha membela diri.
"Apa?!Apa kamu bilang?!hasrat ku yang liar?!kau pikir aku wanita murahan yang selalu minta dilayani pria sana sini!hah!"Amarah Ana kembali memuncak,ia memukul Raden menggunakan bantal yang ada dihadapannya.
"Jika kau tak percaya, lihat lah ini!ini adalah bukti jika semalam itu bukan aku yang memperkosa mu tapi kau lah yang memperkosa ku!"Ucap Raden sambil menyodorkan ponsel miliknya dan memutar sebuah video yang sengaja ia ambil semalam,ia yakin pagi ini Ana akan mengamuk setelah mendapati dirinya sudah tidak perawan lagi, maka nya ia berinisiatif untuk merekam apa yang sebenarnya terjadi semalam, untuk dijadikan sebuah bukti jika sebenarnya dia lah yang menjadi korban pemerkosaan yang sesungguhnya.
Ana mengambil dengan kasar ponsel yang disodorkan oleh Raden dan memutar video tersebut.
Sungguh matanya terbelalak dengan lebar dan mulut nya terbuka menganga,ia melemparkan ponsel milik Raden karena merasa jijik dengan dirinya sendiri.
Benar saja, semalam ia bak perempuan murahan yang tidak memiliki harga diri di hadapan Raden,ia terlihat menggoda Raden dengan hot nya tanpa memakai busana sehelai benang pun.
"Arghh!"
"Seharusnya kau menolak ku semalam!kau malah senang kan karena sudah mendapatkan apa yang kau inginkan?!"Ana menangis sejadi jadinya sambil menelungkup kan wajah nya di atas kedua lutut nya.
"Ya Tuhan, Ana!kau tidak melihatnya sendiri, bagaimana kau begitu,,,"
"Sudah hentikan! jangan katakan apa apa lagi!aku bahkan jijik terhadap diriku sendiri!"Ucap Ana sambil terisak.
"Oke,, maafkan Aku,, seharusnya semalam tidak terjadi apapun, seharusnya kau bersyukur karena aku, suamimu yang tidur dengan mu semalam, jika saja aku terlambat datang, mungkin penyesalan mu tidak akan berujung, kau hampir saja menjadi korban perdagangan manusia dan laki laki lain lah yang akan merenggut kehormatan mu!"
__ADS_1
Ana semakin terisak, benar yang dikatakan Raden,ia ingat semalam,ia hampir di jebak menjadi wanita penghibur oleh ketiga madu nya.
Raden meraih tubuh Ana yang ditutupi dengan selimut,ia mendekapnya dalam pelukannya untuk sekedar menenangkan nya.
"Sebaiknya kau bersihkan diri mu,lalu kita sholat subuh bareng bareng, bukan kah kau ingin aku menjadi imam mu!?"
Ana tak percaya dengan apa yang ia dengar kali ini,ia menatap Raden dengan seksama, seakan meminta penjelasan lebih dengan apa yang ia katakan baru saja.
"Sudah lah!Ayo kita mandi!"
Raden pun mengangkat tubuh Ana menuju kamar mandi, kemudian ia meletakkan tubuh Ana di atas bathtub,lalu ia mengguyur tubuh ana menggunakan air hangat,Ana hanya terdiam tanpa melakukan perlawanan lagi.
Setelah selesai memandikan Ana , Raden pun membersihkan dirinya, kemudian ia berwudhu,dan benar saja,ia melakukan sholat subuh dan menjadi Imam untuk Ana.
Sungguh pemandangan yang luar biasa, jujur Ana sangat tercengang dan cukup terharu, meskipun ia harus kehilangan sesuatu yang sangat berharga dari diri nya,tapi rasanya semua terobati dengan apa yang Raden lakukan kali ini.
Ternyata ia cukup mahir dalam melakukan sholat, surat Alfatihah yang ia bacakan cukup fasih,dan ia pun tahu gerakan gerakan dari sholat.
Sebelum nya ana ragu jika Raden mampu melakukan ibadah dengan benar,pria semacam dia kapan punya pikir untuk belajar, kemungkinan wudhu pun ia tak bisa melakukannya.
Tapi dugaan Ana terpatahkan kali ini, ternyata Raden mampu menjadi Imam sholat bagi dirinya, semoga bisa selamanya seperti ini, dia bisa Istiqomah dalam menjalankan ibadahnya.
"Aku antar kamu pulang ya!Mamah pasti sangat cemas karena kamu tidak pulang semalam,tapi kamu tenang saja,aku sudah mengabari nya, jika semalam kau ada bersama ku!"
Ana hanya mengangguk perlahan,masih belum ada senyum yang terukir untuk suaminya, sepertinya ia masih menyesali dengan apa yang terjadi semalam diantara mereka.
"Aku berharap kita akan melupakan kejadian semalam! anggap saja semuanya adalah kecelakaan semata!Aku tidak ingin kejadian itu terulang lagi! pernikahan kita hanya pura pura,dan selamanya akan seperti itu!Aku akan pulang naik taksi!"
__ADS_1
Ucap Ana dengan dingin, bahkan ia tak mau menatap Raden sedikitpun,ia pun berlalu dari hadapan Raden dan berniat segera pulang dan menolak Raden untuk mengantarkan nya.
Raden membuang nafas nya kasar,ia kembali duduk di ujung ranjang sambil menatap noda darah yang berada di atas sprei, tentu saja Ana masih perawan,dan sebenarnya Raden pun masih perjaka selama ini, namun Ana tak akan percaya, bahkan sebenarnya kini ia sedikit demi sedikit ingin berubah dan banyak belajar tentang agama agar bisa menjadi suami yang diidamkan oleh Ana, gadis kecilnya.