
Setelah mendengar suara ketukan pintu, Virzo menoleh ke sumber suara.
"Masuk saja, Bi." Ucap Virzo kepada asisten rumahnya.
Setelah diizinkan untuk masuk ke dalam, segera masuk dengan membawa sup dan minuman hangat kepada majikannya.
"Nona Elma, benarkah Nona Elma?"
Belum sempat meletakkan nampannya, asisten rumah dibuatnya terkejut ketika dipertemukan dengan mantan istri bosnya.
"Benar, Bi, saya Elma, Bi Nani apa kabarnya?"
"Kabarnya Bibi, bab-baik, Nona. Sedangkan Nona sendiri bagaimana kabarnya? sudah lama Bibi tidak pernah bertemu dengan Nona."
"Kabar saya baik-baik saja, Bi. Iya, sudah lama kita gak pernah bertemu ya Bi, sekarang dipertemukan lagi." Ucap Elma tersenyum ramah.
"Oh ya, Tuan. Ini sup ayam dengan irisan jahe, juga dengan jamur kering sesuai pesanan Tuan." Ucap Bi Nani.
__ADS_1
"Letakkan saja di atas meja, dan Bibi boleh istirahat." Jawab Virzo.
"Baik, Tuan. Kalau begitu, saya permisi, Tuan, Nona, selamat malam."
"Selamat malam juga, Bi." Jawab Elma yang tidak pernah berubah dengan sikapnya yang selalu ramah dengan siapa pun.
Setelah Bi Nani pamit pergi, kini tinggal Elma dan Virzo yang masih berada didalam kamar.
"Kamu kenapa gak ikutan keluar? nanti kalau kepergok istri kamu, gimana? aku tidak mau menanggung resiko, cepat kamu keluar. Kalau gak mau keluar juga, aku akan pergi."
"Sini, aku suapin kamu. Buka mulutnya, jangan protes." Ucap Virzo yang sudah menyodorkan satu suapan sup di depan mantan istrinya.
"Apa-apaan sih kamu, gak lucu tau. Sini, biar aku yang menyuapi sendiri. Lebih baik kamu cepetan keluar, dan temani istrimu tidur. Nanti kalau ketahuan istrimu, aku bisa berabe. Sudah sana cepetan keluar, aku teriak loh." Jawab Elma sambil meraih mangkok yang ada ditangan Virzo.
"Tenang aja, gak ada yang dengar mau sekeras apapun kamu berteriak. Sudah sini aku suapi kamu, jangan banyak protes. Kamu butuh makanan penghangat, juga istirahat yang cukup. Jadi, jangan bandel."
"Aku mohon sama kamu, keluarlah dari kamar ini. Aku ingin sendirian dulu, nanti aku habisin kok supnya, serius, aku gak bohong." Ucap Elma sambil mengatupkan kedua tangannya tengah memohon kepada mantan suaminya.
__ADS_1
Virzo yang mendapat permohonan dari mantan istrinya, pun menganggukkan kepalanya, juga mengerti dengan kondisinya saat ini yang terlihat tengah mendapat masalah dalam hidupnya.
"Baik, aku akan keluar. Tapi, kamu tidak aku izinkan tidur sendirian. Nanti aku panggilkan asisten rumah, tapi bukan Bi Nani, asisten baru." Jawab Virzo menuruti kemauannya Elma.
"Kenapa gak Bi Nani saja yang menemani aku, kenapa harus asisten baru kamu?"
"Karena kalau sama Bi Nani, bukannya kamu tidur, yang ada kamu akan bergadang semalaman hanya ingin ngerumpi. Jadi, asisten baruku yang akan menemanimu tidur."
"Payah kamunya, dari dulu gak pernah berubah, galak."
Virzo pun tersenyum mendengarnya.
"Ya udah ya, aku keluar. Ingat tuh, dihabiskan supnya, juga nanti langsung minum obatnya. Habis itu, habiskan juga minuman penghangatnya."
"Iya, ya ya, makasih sudah memperlakukan aku dengan baik di rumah mu ini."
"Sama-sama, selamat malam. Ya udah, aku keluar. Kalau kamu membutuhkan sesuatu, kamu tinggal bila aja sama asisten rumah." Ucap Virzo, Elma pun mengangguk.
__ADS_1