Istri Terbuang Dari Suami Kedua

Istri Terbuang Dari Suami Kedua
Diajak makan


__ADS_3

Setelah berpamitan, Virzo langsung mengajak Elma untuk segera pergi dari tempat kejadian. Tanpa disadari, Virzo masih menggandeng tangan mantan istrinya.


Elma yang tersadar akan hal itu, pun langsung melepaskan tangannya.


"Lepaskan! aku tau arah, dan juga masih ingat jalan pulang. Kamu tak perlu ikut campur dengan urusanku, pergilah." Ucap Elma saat menghentikan langkah kakinya.


Virzo sama sekali tidak melepaskan tangan milik mantan istrinya, justru semakin kuat memeganginya agar tidak kabur begitu saja, pikirnya.


"Katakan padaku, ada masalah apa kamu dengan suamimu? tadi di rumah sakit kamu bilang kalau kamu akan menghubungi suami kamu, mana? justru kamu kabur dari rumah sakit."


"Bukan urusan kamu soal aku mau kabur dari rumah sakit atau enggaknya. Sudahlah, lebih kamu pulang, kasihan istri kamu sudah menunggumu. Jangan kamu ulangi kesalahan yang dulu, menyembunyikan perempuan lain dibelakang mu."


"Siapa yang menyembunyikan perempuan lain dibelakang mu, ha?"


"Sudahlah, aku capek, lebih baik kamu pergi saja sana."


"Kamu belum menjawab pertanyaan dariku, ada masalah apa kamu dengan suami kamu?"


"Aku tidak ada masalah apapun dengan suamiku, aku hanya ingin ketenangan, makanya aku keluar dari rumah."


"Ketenangan katamu? ketenangan yang bagaimana maksudmu?"


"Aw!" pekik Elma yang tiba-tiba merasa sakit di bagian perutnya, apa lagi kalau bukan karena lapar.


Saat itu pula, perutnya Elma bunyi keroncongan layaknya pasukan ingin berdemo.

__ADS_1


Malu dihadapan mantan suaminya, itu sudah pasti.


"Kamu lapar? ayo ikut aku, kita akan isi dulu perutnya. Setelah itu, aku akan mengantarkan kamu pulang."


"Enggak, aku gak bisa ajakan darimu. Lebih baik kamu pulang, aku akan beli makanan sendiri."


Virzo yang bosan mendengar banyak alasan dari mantan istrinya, pun langsung menarik tangannya dan mengajak ke warung makan.


"Aku gak mau tanggung jawab kalau istri kamu melabrak diriku, ini semua kesalahanmu."


Virzo sama sekali tidak menanggapinya, justru tersenyum sambil mengendarai mobilnya.


"Pakai senyum segala, lagi. Gak ada yang lucu, mending juga kamu itu fokus nyetir mobilnya." Ucap Elma sambil menunjukkan muka masamnya.


Elma tidak menjawab maupun menoleh, dirinya langsung melepaskan sabuk pengaman dan bergegas turun.


Saat sudah keluar dari mobil, Virzo mendekatinya.


"Ayo kita masuk, kita makan dulu. Setelah makan, aku akan mengantarkan kamu pulang." Ajak Virzo.


Elma mengangguk tanda mengiyakan.


"Terima kasih, dan jaga sikapmu di khalayak umum. Kamu sudah beristri, kamu harus bisa menjaga perasaan istrimu." Jawab Elma yang tak lupa berpesan kepada mantan suaminya untuk menjaga sikapnya.


Virzo tersenyum mendengarnya.

__ADS_1


"Baik, Nona. Ayo, kita masuk ke dalam." Ucap Virzo sambil meledek dengan panggilan Nona dan segera masuk kedalam rumah makan.


Saat keduanya duduk berhadapan, Elma sengaja menundukkan pandangannya agar bisa menjaga diri dari mantan suaminya.


"Kamu mau pesan apa? ayam goreng, bakso, ayam bakar, ikan bakar, bebek bakar, atau seafood, kamu tinggal pilih, sekalian minumannya."


Elma mendongak.


"Terserah kamu saja, sama juga boleh." Jawab Elma kembali menunduk, Virzo kembali tersenyum melihat Elma mantan istrinya.


"Baiklah, kalau gitu akan aku pesankan bebek bakar kesukaan mu. Terus, minumannya es jeruk sesuai kesukaan mu. Kamu tunggu disini dulu, dan jangan kemana-mana, oke."


"Ya, aku tidak akan kemana-mana." Jawab Elma dibarengi anggukan.


Elma yang merasa aneh dengan sikap mantan suaminya yang jauh berbeda di waktu menjadi suaminya dulu yang begitu dingin dan juga kaku. Tapi, sekarang yang ia lihat justru jauh berbeda perbandingannya.


'Istrinya benar-benar hebat, bisa membuat Virzo yang dingin menjadi hangat seperti ini. Tidak saat bersamaku, yang dingin dan kaku, juga sangat sadis. Tapi, sekarang sangat berbeda. Istrinya pasti sangat beruntung memilikinya, tidak sepertiku yang harus gagal kedua kalinya.' Batin Elma sambil mengingat masa lalu saat mendapatkan perlakuan kasar dari mantan suaminya.


"Jangan banyak melamun, nanti cepat tua kamunya. Nih, makan dulu, setelah itu kamu boleh melamun, tapi tidak untuk di warung makan, nanti kalau sudah sampai di rumah suami kamu." Ucap Virzo yang tiba-tiba mengagetkan.


Elma langsung membenarkan posisinya.


"Maaf, sudah banyak merepotkan kamu." Jawab Elma merasa tidak enak hati, juga merasa bersalah karena sudah merepotkan suami dari wanita lain.


'Untuk istrinya Virzo, maafkan aku yang sudah makan malam bersama suami kamu. Ini yang terakhir, dan tidak untuk waktu lainnya.' Batin Elma merasa bersalah.

__ADS_1


__ADS_2