
Selesai makan, Elma masih menundukkan pandangannya, sedangkan Virzo tengah memperhatikan mantan istrinya penuh dengan rasa penasaran.
"Kamu kenapa melamun? apakah ada masalah dengan suami kamu?" tanya Virzo penasaran.
Elma yang mendapat pertanyaan dari mantan suaminya, pun langsung mendongakkan pandangannya dan menatap mantan suaminya. Kemudian, Elma menggelengkan kepalanya.
"Tidak ada masalah apapun antara aku dengan suamiku, serius. Oh ya, makasih banyak ya, udah mau menolongku tadi." Jawab Elma setengah gugup.
"Yakin, serius, kamu sedang tidak membohongi aku, 'kan?" tanyanya ingin tahu.
"Serius, aku gak bohong. Aku tadi cuma ingin keluar malam aja tadi, dan sempat keseleo kaki aku, jadi sandal aku lepas deh." Jawab Elma yang terus berusaha beralasan, lantaran dirinya tidak mungkin juga untuk berterus terang pikirnya.
"Kirain aja kamu ada masalah dengan suami kamu, gak baik kabur kabur begitu. Mau bagaimanapun kamu harus menyelesaikannya dengan kepala dingin, tidak dengan cara kabur dari rumah." Ucap Virzo memberi nasehat kecil kepada mantan istrinya.
Elma yang mendengarnya, pun seperti tidak percaya dengan cara bicaranya mantan suami. Lelaki yang pernah menjadi suaminya di kenal sangat dingin dan kaku, kini mendadak seperti alat penghangat seperti terapi.
'Dia ini sedang tidak kerasukan dedemit warung sini, 'kan? kenapa sikapnya begitu aneh, juga lebih bijak dari yang dulu aku kenal. Sungguh sangat beruntung yang menjadi istrinya, benar-benar berbanding terbalik dengan yang aku kenal dulu. Arogan, dan suka marah-marah.' Batin Elma sambil memperhatikan mantan suaminya.
__ADS_1
Virzo yang merasa tengah diperhatikan, pun langsung melambaikan tangannya yang sengaja untuk mengagetkan mantan istrinya.
"Apa-apaan sih, gangguin aja deh kamu ini."
Virzo tersenyum tipis pada mantan istrinya.
"Mau langsung aku antar pulang, atau mau pergi ke tempat lainnya?"
"Aku mau langsung pulang aja, badanku capek, juga ingin cepat-cepat istirahat." Jawab Elma yang tidak ingin bertambah masalah, pikirnya.
"Baiklah, ayo kita pulang." Ajak Virzo dan bergegas bangkit dari posisi duduknya, kemudian segera keluar dari warung.
"Stop!"
Virzo langsung mendadak mengerem mobilnya.
"Aw!" pekik Elma saat keningnya terbentur.
__ADS_1
"Makanya, kalau memberhentikan mobil itu, bilang dari tadi. Jadi, gak dadakan kek gini. Gimana rasanya, sakit 'kan? hem."
"Habisnya tadi aku gak fokus, gak tahunya hampir sampai. Aku turun di sini saja, dan kamu langsung pulang. Kasihan istrimu yang sudah menunggumu pulang."
"Kok turunnya di sini, bukankah masih ada seratusan meter lagi rumah suami kamu?"
"Ya, memang benar. Tapi, aku gak mau melibatkan kamu masuk kedalam masalahku, nanti yang ada akan timbul gosip yang tidak sedap. Jadi, aku memilih turun di sini saja." Jawab Elma beralasan.
"Oh, baiklah. Kalau gitu aku pulang, selamat malam."
"Terima kasih banyak sudah menolongku tadi, juga sudah mentraktirku makan. Lain kali aku akan ganti, selamat malam." Jawab Elma dan segera melepaskan sabuk pengaman, kemudian bergegas turun.
Setelah itu, Virzo melajukan mobilnya dengan pelan, juga sambil memikirkan mantan istrinya.
"Sepertinya ada yang tidak beres, aku tunggu aja apa ya. Tapi, dimana ada lokasi kosong untuk parkir mobil. Aku takut terjadi sesuatu padanya, dari aku bertemu dengannya, sepertinya dia menyimpan sesuatu yang disembunyikan. Baiklah, aku akan mencari tempat untuk parkir mobilku." Gumamnya sanbil celingukan di sekitar jalanan kanan dan kiri.
Seketika, Virzo tersenyum mengembang saat mendapat lahan kosong yang dapat dijadikan parkir mobilnya. Tidak ingin membuang buang waktunya, Virzo langsung memarkirkan mobilnya. Setelah itu, dirinya mengawasi mantan istrinya yang tengah berdiri di depan pintu gerbang.
__ADS_1
Tidak peduli bagi Elma jika dirinya masuk ke dalam rekaman CCTV rumah milik mantan suaminya yang kedua, yang terpenting dirinya bukanlah seorang pengemis, pikirnya.