Istri Terbuang Dari Suami Kedua

Istri Terbuang Dari Suami Kedua
Mendapat ajakan


__ADS_3

Di kediaman rumah Virzo, Elma yang baru saja mandi, kini duduk di depan cermin sambil menyisir rambutnya.


Ingatannya kembali di masa lalunya, masa yang dimana dirinya menginjakkan kaki di rumah yang sekarang ini ia datangi.


Kenangan beberapa bulan di rumah suaminya yang pertama, penuh perjalanan waktu yang menguras air matanya. Perlakuan yang ia terima dari sosok suami, tak pernah terbayangkan olehnya. Sakit hati itu sudah pasti, meski pernikahan tidak didasari rasa cinta, tetap saja menyimpan kekecewaan bagi Elma yang dengan jelas sang suami menyatakan tidak akan pernah jatuh cinta dengan dirinya, juga lebih sempurna dengan perempuan lain atas pilihannya, bukan pilihan orang tuanya.


Elma tertunduk sedih, lantaran harus dipertemukan kembali dengan mantan suaminya. Berharap kecewanya dengan Virzo dapat disembuhkan rasa sakitnya oleh Gianta, justru tidak jauh berbeda dengan suami pertamanya yang juga memilih wanita lain. Lebih sakitnya lagi, Gianta menikahinya hanya untuk membalaskan dendamnya karena sakit hati ditinggal menikah oleh Elma, perempuan yang pernah menjalin hubungan asmara dan statusnya yang menjadi sekretarisnya, harus berujung rasa sakit hati.


"Aku harus segera pergi dari rumah ini, bila perlu malam ini. Ya! malam ini aku harus pergi. Apapun alasannya, aku akan tetap pulang ke kampung halaman kedua orang tuaku. Aku harus bisa melupakan masa laluku, juga kenangan pahit ku bersama yang lain." Gumam Elma sambil menatap ke cermin.


Cukup lama duduk di depan cermin, tidak terasa sudah hampir gelap.


Pintu pun, diketuk dari luar, dan pastinya mengagetkan Elma yang tengah melamun. Karena seperti ada seseorang yang ingin menemui dirinya, Elma bergegas untuk membuka pintunya.

__ADS_1


"Mbak Meilin, ada apa, Mbak?" tanya Elma penasaran.


"Ini, ada baju dari Tuan Virzo. Kata Tuan, Nona diminta untuk mengenakannya. Malam ini Tuan Virzo mau mengajak Nona ke rumah Tuan Arsan."


DEG!


Elma kaget saat mendengar jawaban dari Mbak Meilin.


"Makan malam bersama keluarga. Papa sudah tahu kalau kamu tinggal di rumah ini, dan Papa juga memintaku untuk mengajak kamu ke rumahnya. Jadi, tadi aku belikan baju untukmu, cepat kamu ganti." Sahut Virzo yang langsung menjawabnya.


"Tapi 'kan, bukannya malam ini kamu akan urus kepulangan ku ke kampung halamanku?"


"Ya, tapi setelah makan malam." Jawab Virzo mengiyakan, karena tidak mungkin juga untuk menolak, takut jika Elma akan pergi begitu saja.

__ADS_1


"Kamu gak sedang bohongi aku, 'kan?"


Virzo menggelengkan kepalanya.


"Enggak, aku gak bohongi kamu. Sudah mau gelap, buruan ganti bajumu. Aku tunggu di ruang tamu, jangan lama-lama."


"Reina ikut, 'kan?" tanya Elma teringat adik perempuannya mantan suami.


"Malam ini Reina ada acara di rumah temannya, jadi gak bisa ikut makan malam bersama di rumah Papa. Kamu gak perlu takut, di sana kita hanya makan malam saja, tidak ada acara yang lainnya." Jawab Virzo dengan jujur, Elma pun mempercayainya.


"Baiklah, aku akan mengganti baju dulu." Ucap Elma dan langsung masuk ke kamar, dan menutup kembali pintunya.


Virzo yang sudah siap untuk berangkat, dirinya menunggu di ruang tamu, seperti yang diucapkan kepada mantan istrinya. Sedangkan Elma sendiri justru dibuatnya dilema, tidak tahu entah drama apa yang akan ia terima dari keluarga mantan suaminya, pikir Elma yang tengah melamun.

__ADS_1


__ADS_2