Istri Terbuang Dari Suami Kedua

Istri Terbuang Dari Suami Kedua
Pertemuan


__ADS_3

Di lain tempat, Virzo tengah sibuk dengan pekerjaannya. Ditambah lagi harus mendapat sial lantaran video yang dikirim oleh Reina telah di ketahui oleh ayahnya, pastinya sungguh membuatnya malu, pikirnya.


"Permisi, Tuan."


"Masuk saja, katakan apa yang ingin kamu sampaikan."


"Tuan Gianta sudah datang, sekarang sedang menunggu Tuan Virzo di ruang rapat." Jawabnya.


"Katakan padanya, suruh menunggu beberapa menit. Aku sedang membereskan berkas-berkasnya." Perintah Virzo kepada sekretarisnya.


"Baik, Tuan." Jawabnya dan bergegas keluar dan menyampaikannya langsung kepada Gianta Pramaja.


Virzo yang tengah membereskan sesuatu yang penting, ingatannya pun kembali memikirkan mantan istrinya yang takutnya kabur. Sebelum melakukan pertemuan dengan calon rekan kerjanya, Virzo mengirimkan pesan, serta bukti bahwa mantan istrinya masih ada.


Tidak menunggu lama, balasan pesan pun ia terima dan tersenyum mengembang ketika membaca pesan dari adiknya. Juga, Virzo mendapat kiriman pesan video soal mantan istrinya yang masih menikmati jalan-jalannya di danau yang tidak begitu jauh dari rumahnya.


Setelah merasa lega dan tidak ada yang dikhawatirkan, Virzo segera menemui Gianta.

__ADS_1


Saat itu juga, Gianta bangkit dari posisi duduknya.


"Selamat siang, Tuan Gianta. Maaf, jika saya sudah membuat Tuan menunggu." Sapa Virzo dengan santun sebelum duduk, dan tidak lupa untuk menjabat tangannya Gianta.


"Selamat siang juga, Tuan. Kebetulan, saya juga belum lama duduk di ruangan ini." Jawab Gianta menerima sapaan hormat dari Virzo.


"Eron, silakan untuk membuka pertemuan ini." Ucap Virzo kepada Eron, orang kepercayaan sekaligus sekretarisnya.


Setelah mendapat perintah dari Bosnya, Eron segera memulai bicaranya dan menjelaskan secara rinci dan teratur, sangat mudah untuk dipahami mengenai kerja sama dalam bidang usaha baru yang akan dikembangkannya.


Gianta yang memang sengaja mengajak kerja sama, pun dengan serius mendengarkan ucapan yang disampaikan oleh Eron, sekretarisnya Virzo sekaligus orang terpenting di keluarga Arogama.


"Dil! ya, Dil." Ucap Virzo menyetujuinya.


"Dil." Jawab Gianta dengan anggukan.


Kemudian, keduanya saling berjabat tangan tanda setuju dan tidak ada pembatalan.

__ADS_1


Karena sudah tidak ada lagi yang perlu untuk dibicarakan ataupun yang lainnya, Gianta langsung berpamitan setelah semuanya selesai hingga memakan waktu yang cukup lama.


Dengan profesional, keduanya tidak ada yang membicarakan hal pribadinya. Merasa lega, itupun sudah jelas. Tapi, merasa kesal dan geram, kini tengah dirasakan oleh Virzo yang mengetahui jika mantan istrinya telah diceraikan hanya karena ada wanita lain, pikirnya.


Menyesal bagi Virzo karena telah mengabaikan ketulusan dari istri pertamanya, kini telah membuatnya jera dan penuh dengan penyesalan. Dengan tekadnya, Virzo ingin memperbaiki diri untuk menjadi lelaki yang lebih baik lagi. Segala cara selama bercerai dengan istri keduanya, telah membuat sosok Virzo sadar akan segala perbuatan buruknya.


"Tuan,"


"Ya, ada apa?"


"Saya hanya berpesan, berhati-hatilah dengan Tuan Gianta, saya telah mendapat informasi bahwa Tuan Gianta itu sangat licik. Jadi, pertimbangkan kembali sebelum jauh melangkah. Setidaknya saya sudah memberitahukan kepada Tuan sebelum ada pertemuan." Jawab Eron mengingatkan.


"Kamu tenang saja, saya sudah berjaga-jaga lebih dulu. Apa salahnya kita ikutin kemauannya, tapi kita juga tidak boleh lengah, kamu mengerti maksudku, 'kan?"


"Ya, Tuan. Kalau gitu saya pamit, saya mau menyelesaikan pekerjaan saya yang sempat tertunda."


"Silakan kalau mau menyelesaikan pekerjaan mu, tapi jangan kamu abaikan jam istirahat. Sekalian, pesankan makanan dan suruh antar ke ruangan kerjaku."

__ADS_1


"Baik, Tuan. Kalau begitu saya permisi."


Virzo tidak menanggapinya dan memilih untuk mencuci mukanya agar segaran dikit, juga muka tidak terlihat kusam.


__ADS_2