
Selesai mengenakan baju yang dibelikan dari mantan suami, Elma merasa aneh dengan sikap mantan suaminya yang sekarang ini. Bahkan, sikapnya jauh berbanding terbalik dari waktu yang dulu saat menjadi suaminya.
Tidak ingin membuat Virzo menunggu lama, Elma buru-buru segera keluar dari kamar. Saat membuka pintu, saat itu juga si Virzo menoleh ke arah mantan istrinya yang baru saja membuka pintu kamar, dan berdiri diambang pintu.
Sungguh terpesona ketika melihat penampilan mantan istrinya yang begitu cantik, Virzo sendiri baru menyadarinya jika Elma perempuan yang cantik, dan tidak kalah dengan perempuan yang lainnya.
Tentu saja si Elma bertambah cantik, perawatan dalam menjaga kesehatan dan kecantikan begitu terjamin oleh Gianta, pasti mempunyai perubahan yang pesat setelah diceraikan oleh Virzo.
Penyesalan tinggal penyesalan, harapannya pun menipis ketika ia menyadari akan kesalahan yang pernah ia perbuat di masa lalunya atas sikap kasarnya terhadap Elma.
Untuk menghilangkan kegelisahan, Virzo bergegas bangkit dan menghampiri Elma yang masih berdiri di ambang pintu kamar.
"Ayo, kita berangkat." Ajak Virzo sambil membenarkan jasnya yang dipakai.
Elma mengangguk dan berjalan beriringan dengan mantan suaminya. Dengan reflek, Virzo menggandeng tangan miliknya Elma, namun langsung ia lepaskan ketika menyadari jika dirinya tidak ada hubungan apapun pada diri Elma.
"Maaf, tadi aku tidak sengaja. Ayo kita berangkat, takutnya Mama sama Papa udah menunggu kita." Ucap Virzo yang berusaha untuk tetap tenang.
Elma mengiyakan dan segera berjalan dan keluar dari rumah. Kemudian, Elma maupun Virzo masuk ke dalam mobil. Kemudian, keduanya mengenakan sabuk pengaman sebelum mobil melaju.
Elma yang kesulitan untuk mengenakan sabuk pengaman, dirinya mencoba untuk tidak meminta bantuan, yakni karena malu saja, pikirnya.
__ADS_1
Virzo yang melihatnya, pun langsung membantunya.
"Sini, biar aku bantu kamu untuk masangin sabuk pengamannya." Ucap Virzo yang langsung meraihnya, dan mencoba untuk mengaitkan sabuk pengamannya.
Elma sedikit mundur, takut akan terjadi sesuatu di luar dugaan. Nahas, justru saat Virzo hendak kembali ke posisi semula, keduanya saling menatap satu sama lain.
Siapa orangnya yang tidak tergoda dengan bibir ranum yang siap untuk dicium, tentu saja otak war_asnya Virzo mendadak aneh.
"Sudah aku kaitkan, kita akan langsung berangkat." Ucap Virzo, kemudian membenarkan posisi duduknya.
Elma hanya diam, tidak tahu harus bicara apa kepada mantan suaminya, benar-benar mengatur detak jantungnya.
Cukup lama saat menempuh perjalanan menuju rumah orang tuanya, Elma maupun Virzo sama-sama diam dan tidak ada yang bersuara hingga sampai di depan rumah.
Setelah itu, keduanya masuk ke dalam rumah.
"Cie ... beneran dateng rupanya, kirain gak bakal datang."
"Diam! kamu." Bentak Virzo kepada adik laki-lakinya.
"Kakak ipar, apa kabarnya?"
__ADS_1
"Baik, kamu sendiri bagaimana khabarnya?"
"Aw! sakit tau, Kak. Main geplak tangan aja kamu ini, Kak."
"Dilarang keras untuk menyentuhnya, paham! kamu."
"Belum juga menikah lagi, udah galak aja kamunya Kak. Kakak ipar, yang sabar ya, Kakak aku yang satu ini emang rada beda, galak banget." Ucapnya kepada kakak laki-lakinya, dan langsung beralih ke mantan istrinya sang kakak.
Elma hanya tersenyum, tak tahu harus bicara apa, pikirnya. Saat itu juga, dengan berani si Virzo langsung meraih tangan milik mantan istrinya dan menarik, lalu mengajaknya ke ruang keluarga.
"Elma, benarkah ini kamu, sayang? apa kabarnya kamu, Nak? Mama kangen banget sama kamu, dah lama kamu tidak pernah datang ke rumah ini, Mama selalu kesepian." Sapa ibunya Virzo yang langsung memeluknya dengan erat, sudah seperti bertemu dengan anak kandungnya sendiri.
"Kabarnya Elma baik-baik saja, Ma. Terima kasih sudah mengundang Elma untuk datang di rumah Papa dan Mama. Maafkan Elma yang tidak pernah datang ke rumah ini. Untuk Mama, bagaimana kabarnya Mama sama Papa sekeluarga?"
"Kabar kami sekeluarga baik-baik, Nak. Semua terasa sepi sejak kamu bercerai dengan Virzo, dan tidak ada lagi yang datang walau hanya sekedar ingin melihat Mama dan Papa." Jawab ibunya Virzo dengan perasaan sedih, dan ingatannya kembali saat mempunyai banyak kenangan bersama Elma yang pernah menjadi menantunya.
Kemudian, ayahnya Virzo mendekatinya.
"Nak Elma, akhirnya kamu datang juga, Nak. Selamat datang di rumah ini, bagaimana kabar mu, Nak?" sapa ayahnya Virzo yang juga langsung menyambut kehadirannya.
"Kabar Elma baik-baik saja, Pa. Seperti yang Papa lihat. Kalau Papa bagaimana kabarnya? maafkan Elma yang tidak pernah datang ke rumah ini, soalnya ..."
__ADS_1
"Papa ngerti dengan kondisi kamu waktu dulu, waktu dimana Gianta yang selalu melarang mu untuk datang kemari, Papa dan sekeluarga sudah mengetahuinya. Juga, perceraian kamu dengannya, Virzo sudah menceritakan semuanya." Ucap ayahnya Virzo tidak ada yang ditutup tutupi.