Istri Terbuang Dari Suami Kedua

Istri Terbuang Dari Suami Kedua
Keputusan yang diambil


__ADS_3

Tidak terasa sudah waktunya makan siang, Reina yang tidak ingin rasa lapar mengundang lebih dulu, pun mengajak Elma untuk makan siang.


"Sepertinya udah waktunya makan siang deh. Kita makan siang dulu, yuk. Nanti habis itu kita pulang, bagaimana?"


"Boleh, jugaan cuacanya seperti mau ujan, takutnya nanti macet di jalanan, tambah pulangnya." Jawab Elma.


"Baiklah kalau gitu aku mau pesan makanannya dulu, kamu nunggu aja disini, gak lama kok." Ucap Reina yang langsung bergegas untuk memesan makanan.


Setelah memesan makanan, Reina kembali duduk dan menyibukkan diri dengan ponselnya. Sedangkan Elma sendiri tengah menikmati suasana di danau yang baru pertama kalinya di datangi.


'Ternyata si Reina bukan lah istrinya Virzo, aku sudah salah menduganya, benar-benar melakukan aku ini.' Batin Elma sambil memperhatikan sekeliling danau tersebut.


Tidak lama kemudian, datanglah seorang pelayan dengan membawakan dua porsi makan, dan juga minumannya.


Setelah itu, keduanya saling menikmati makan siangnya.


"Kok masih melamun, belum percaya ya sama aku?" tanya Reina sambil mengunyah makanan.


Elma tersenyum tipis.


"Sudah percaya kok, aku cuma lagi nyiapin diri untuk pulang ke kampung, hanya itu. Soalnya di kampung halaman aku sudah gak punya keluarga, ada juga mungkin saudara jauh." Jawab Elma yang juga sambil makan.


"Kenapa mesti pulang ke kampung? kenapa gak tinggal di kota saja, nanti biar dicarikan tempat tinggal sama Kak Virzo." Ucap Reina memberi saran.

__ADS_1


"Aku tidak mau merepotkan kakakmu, dan juga tidak akan tinggal di kota ini lagi. Aku ingin menenangkan pikiran aku dulu, tekadku sudah bulat."


"Nanti kalau aku pingin ketemuan, gimana? jauh dong kalau suruh ke kampung halaman." Kata Reina sambil memasang muka masamnya.


"Kita bisa lewat panggilan video, 'kan?"


"Sama aja dong gak ketemuan, tapi ya terserah kamunya. Aku cuma ingin kalau kamu tetap tinggal di kota ini, dan aku sih berharap kamu dan kak Virzo berjodoh."


Elma yang mendengar kalimat terakhir, pun langsung tersedak.


Reina langsung menyodorkan satu gelas air putih untuknya.


"Maaf, jika ucapan aku tadi lancang." Ucap Reina merasa bersalah.


Elma menggelengkan kepala sambil mengatur napasnya.


"Maaf ya, aku bener-bener salah bicara. Soalnya aku masih berharap kalau kamu sama kak Virzo kembali lagi. Tapi, itu hanya keinginan aku aja. Maaf, maaf bsnget."


Elma justru tersenyum tipis kepada Reina saat tengah meminta maaf.


"Maaf juga, sepertinya aku gak bisa. Sudah aku bilang dari tadi, aku ingin menenangkan pikiran aku dulu. Soal menikah, aku belum punya keinginan. Aku harus berbenah diri, yakni untuk memperbaiki diri. Cukup dua kali aku gagal menjalani hubungan pernikahan, tapi tidak untuk yang ketiga kalinya. Kamu ngerti maksud aku, 'kan?"


Reina menganggukkan kepalanya tanda mengerti apa yang dimaksudkan.

__ADS_1


"Ya, aku ngerti posisi kamu. Aku juga tidak memaksa, soalnya bukan kakak aku sendiri yang bilang. Sedangkan aku hanya berharap, semoga kalian berjodoh. Aku tahu dulu kakak aku sudah menyia-nyiakan kamu, aku tahu akan hal itu. Tapi, apa salahnya jika kalian balikan. Ya itu semua terserah kalian. Maaf, aku sudah banyak ikut campur urusan pribadi kalian. Maaf, aku minta maaf."


"Ya, aku juga ngerti keinginan kamu. Tapi, keputusan aku sudah bulat. Menikah itu tidak semudah mengembalikan telapak tangan, semua butuh perjuangan. Bukan aku tidak berani berjuang, tapi aku sedang lelah, dan aku ingin ketenangan. Jadi, biarkan air itu mengalir dengan arahnya, sedangkan kita hanya mengikutinya."


Reina mengangguk.


"Ya, benar katamu. Sekali lagi aku minta maaf, jika ucapan aku tadi tidak mengenakan di hatimu." Ucap Reina meminta maaf.


"Kamu tidak bersalah, juga tak perlu meminta maaf. Yang kamu ucapkan itu hanya sebuah pertanyaan, jadi tidak sampai membuatku kesal, hanya saja aku tidak bisa memenuhi permintaan mu untuk tinggal di kota ini." Jawab Elma yang tetap kepada keputusannya.


"Tidak apa-apa, yang terpenting aku sudah tahu alasan kamu tidak ingin tinggal di kota ini." Ucap Reina.


"Kalau sudah jelas jawaban dariku, ayo kita habiskan dulu makanannya. Setelah ini kita akan langsung pulang, sudah waktunya untuk istirahat." Jawab Elma, Reina pun mengiyakan.


Setelah selesai makan, Reina bersama Elma bergegas pulang ke rumah, tentu saja si Elma tidak ingin banyak obrolan mengenai dirinya dengan mantan suami.


Sedangkan di tempat lain, Virzo yang tengah sibuk dengan kerjaannya, pun dikagetkan dengan sebuah pesan masuk ke ponselnya. Kemudian, ia langsung membuka layar ponsel dan melihat siapa orangnya yang sudah mengirimkan pesan kepadanya.


Dengan seksama, Virzo membacanya.


"Elma mau tetap pulang ke kampung." Ucapnya lirih ketika membaca pesan masuk dari adik perempuannya.


Setelah membaca pesan, Virzo duduk sambil mikir untuk membalas pesan dari adiknya.

__ADS_1


"Oke! aku akan segera pulang setelah kerjaan aku selesai. Sekarang kamu temani dia dulu, dan suruh nunggu aku pulang." Ucapnya sambil mengetikkan pesan di layar ponselnya, lalu ia kirim ke nomor adiknya.


Setelah itu, Virzo kembali melanjutkan pekerjaannya.


__ADS_2