Istri Terbuang Dari Suami Kedua

Istri Terbuang Dari Suami Kedua
Merasa penasaran


__ADS_3

Virzo yang berniat untuk merampas ponselnya, pun tertahan ditangan ayahnya. Tentu saja, Virzo tidak mampu untuk berkutik.


Sang ayah yang tengah memperhatikan sosok perempuan yang ada didalam video bersama Reina pun, seperti tidak percaya.


"Elma," ucapnya lirih dan mendongak, lalu menatap kepada putranya.


Virzo yang mendapat tatapan dari sang ayah, pun mengangguk.


"Iya, Pa, dia Elma, mantan istriku." Jawab Virzo yang akhirnya berkata jujur kepada ayahnya.


"Bukankah Elma sudah menikah lagi dengan lelaki dari keluarga Pramaja?"


"Ya, Elma sudah diceraikan oleh suami keduanya. Ceritanya aku dipertemukan dengan Elma kemarin pas hujan deras, dia pingsan dan aku membawanya pulang ke rumah. Awalnya aku mengantarkannya pulang, tetapi ternyata Elma membohongi kalau dirinya belum bercerai. Aku mengetahuinya juga, waktu bukannya masuk ke rumah suaminya, justru pergi dengan berjalan kaki." Jawab Virzo yang akhirnya menceritakan kebenarannya.


"Kamu sedang tidak membohongi Papa, 'kan?"


Virzo menggelengkan kepalanya.


"Tidak, Pa. Aku sedang tidak berbohong, aku berkata jujur, tapi ...."


"Kenapa?"


"Tidak apa-apa, aku harus menyelesaikan pekerjaanku." Jawab Virzo yang tidak ingin membahasnya.


"Ajak mantan istrimu ke rumah, nanti malam Papa tunggu." Ucap sang ayah.


"Baik, Pa."

__ADS_1


"Cie ... ada yang bunga-bunga nih, bakal bersemi lagi keknya." Ledek Airo kepada kakaknya.


"Airo!"


Bukannya takut, justru tertawa puas melihat ekspresi kakaknya yang raut wajahnya kek udang rebus.


"Sudah sudah sudah, kalian berdua ini selalu aja berantem. Airo, lanjutkan tugasmu."


"Ya, Pa, ya." Jawab Airo masih meledek kakaknya dengan tatapannya.


"Kak, aku tunggu di rumah ya, Kak Elma jangan lupa di ajak." Ucap Airo kepada kakaknya.


Virzo sendiri mengepal kuat tangannya.


"Awas saja kamu Airo, bakal aku kerjain balik kamu." Ucap Virzo mendengus kesal.


"Kita sudah sampai, ayo kita turun." Ucap Reina mengajaknya turun.


"Sudah sampai ya, kirain masih jauh. Tempat dimana ini, sepertinya aku belum pernah kesini."


"Ini tempat baru, belum lama ini di resmikan. Aku juga baru kali ini datang, yuk kita turun." Jawabnya sambil melepaskan sabuk pengaman.


Setelah itu, keduanya segera keluar dari mobil. Saat sudah keluar, Reina menggandeng tangan Elma dan mengajaknya ke suatu tempat.


"Kita mau kemana, Rei?" tanya Elma sambil mengimbangi langkah kakinya Reina.


"Ke sana, gimana? sepertinya adem deh di sana, yuk ke sana." Jawab Reina memberi tawaran tempat yang akan dituju.

__ADS_1


"Boleh, sepertinya gak begitu banyak orang, juga adem keknya. Oh ya, kenapa kamu gak ngajak suami kamu ke sini, kan lebih gimana gitu kalau sama suami sendiri."


Reina yang mendengarnya, pun tertawa kecil.


"Kok ketawa sih, memang ada yang salah ya, dengan ucapan aku yang barusan."


Reina menggelengkan kepalanya.


"Enggak ada yang salah, serius. Suami aku mana mau aku ajak ke sini, yang ada sibuk dengan dunianya."


"Gak mau ke sini? sibuk dengan dunianya? maksudnya apaan? bukannya suami kamu selalu ada waktu untukmu?"


Reina kembali tersenyum dan juga ada sedikit kedengaran tertawa kecil ketika mendengar pertanyaan dari Elma.


"Sudahlah, lupakan saja. Hari ini aku ingin menikmati hariku bersamamu, aku takutnya nanti gak bisa ketemu lagi, kan sayang kalau waktunya terbuang sia-sia."


Elma hanya mengangguk dan mengiyakan, dirinya tidak berani untuk menanyakan hal pribadi kepada Reina, karena takut akan dituduh mencari tahu tentang rumah tangganya, pikirnya. Juga, dirinya pun tidak ingin di cap perempuan gatal atau yang lainnya. Sebisa mungkin si Elma menjaga nama baiknya, takut akan terjadi hal buruk yang akan menimpa dirinya.


Ketika sudah sampai di tempat yang ditujukan oleh Reina, keduanya duduk sambil menghirup udara dingin di tepi danau.


"Tunggu sebentar ya, aku mau beli minuman dulu, sama cemilannya juga." Ucap Reina.


"Maaf ya, jika aku sudah merepotkan kamu." Jawab Elma merasa tidak enak hati.


"Tidak apa-apa, aku tidak merasa direpotkan. Ya udah ya, aku tinggal dulu." Ucap Reina dan bergegas membeli minuman beserta cemilannya.


Kini tinggal Elma sendirian sambil duduk dan menikmati pemandangan lewat tepi danau.

__ADS_1


"Kenapa Reina bicara seperti itu tadi? apakah hubungan pernikahannya Reina dengan Virzo tidak harmonis? memang sih, dari tadi aku tidak mendapati Reina terlihat akrab atau harmonis dengan Virzo, justru kek orang gak kenal gitu. Masa iya, Reina tidak bahagia dengan pernikahannya?" gumamnya penuh bertanya-tanya mengenai hubungan Reina dan Virzo.


__ADS_2