Istri Terbuang Dari Suami Kedua

Istri Terbuang Dari Suami Kedua
Ingin pulang kampung


__ADS_3

Karena memang tujuannya pulang ke rumah, Reina sama sekali tidak mengajak Elma ke tempat lain.


Selama dalam perjalanan, keduanya tampak akrab dan berbagi cerita. Tidak terasa juga, keduanya telah sampai di depan rumah.


"Kita udah sampai," ucapnya sambil mematikan mesin mobilnya.


Kemudian, keduanya bergegas keluar dan masuk kedalam rumah. Setelah itu, Elma masuk ke kamar tamu, sedangkan Reina masuk kedalam kamarnya.


Elma yang kepikiran dengan ucapan dari Reina yang memintanya untuk balikan dengan mantan suami, ingatannya kembali saat dirinya diperlakukan tidak baik olehnya. Juga, dirinya teringat ketika dirinya dibandingkan dengan wanita yang dijadikan istri keduanya dulu, benar-benar sangat menyakitkan ketika harus diingat.


Tanpa sadar, sedari tadi ada yang mengetuk pintu kamar berkali-kali.


"Nona, Nona, buka pintunya, ini Bi Nani." Panggil Bi Nani dari luar.


Elma yang mendengar namanya dipanggil, pun langsung bergegas membuka pintu.


"Bi Nani. Ada apa, Bi?"


"Ini, Bibi buatkan jus alpokat kesukaan Nona. Tadi Nona Reina yang menyuruh Bibi untuk membuatkan jus kesukaan Nona Elma." Jawab Bi Nani.

__ADS_1


"Bibi repot-repot segala. Makasih banyak ya, Bi. Oh ya, saya boleh minta tolong gak, Bi."


"Minta tolong apa, Nona."


"Bibi masuk dulu bentar, gak baik juga kalau bicara di tengah-tengah pintu. Takutnya nanti dipergoki."


"Baik, Nona." Jawab Bi Nani, dan langsung masuk ke dalam kamar.


Setelah pintu kamar di tutup, Elma mempersilakan Bi Nani untuk duduk, dan posisi duduknya bersebelahan.


"Nona ingin bicara apa sama Bibi, Non?" tanya Bi Nani ingin tahu.


"Sebelumnya saya minta maaf ya, Bi. Saya mau minta tolong sama Bibi, boleh gak, kalau saya pinjam uang Bibi. Soalnya saya ingin pulang kampung. Nanti kalau saya sudah sampai di kampung, saya akan bayar hutang saya kepada Bibi." Jawab Elma dengan terpaksa, lantaran tidak punya pilihan lain, pikirnya.


"Masalahnya saya tidak ingin merepotkan, Bi. Saya ingin pulang kampung karena ingin mencari ketenangan di sana, Bi. Saya takutnya nanti akan ada yang tumbuh rasa dalam satu pihak, dan itu sangat menyakitkan. Sebelum saya terlanjur jatuh ke lubang yang sama dan ketiga kalinya, saya lebih memilih menjauh, Bi."


Elma langsung memeluk Bi Nani, yang sudah dianggap bagian keluarganya.


"Nona yang sabar ya, Bibi doakan, semoga keputusan Nona yang terbaik. Hanya saja, apa tidak disayangkan jika harus pulang ke kampung? bukankah Nona sudah tidak punya keluarga di sana? terus, nanti Nona tinggal dimana?"

__ADS_1


"Mendiang kedua orang tua saya masih punya rumah, hanya saja tidak ada yang menempati. Jadi, saya putuskan untuk tinggal di kampung halaman." Jawab Elma yang tetap dengan keputusan yang diambil.


Bi Nani yang tidak bisa memaksakan kehendaknya, pun tidak berani untuk terus-terusan membujuk.


"Baiklah, jika keputusan Nona sudah bulat, saya tidak bisa menghalanginya. Untuk soal ongkos pulang, nanti akan Bibi beri, dan Nona tidak perlu mengembalikannya." Ucap Bi Nani.


"Terima kasih banyak ya, Bi. Semoga kebaikan Bibi mendapatkan berkah dan kesehatan serta rizki yang berlimpah." Jawab Elma merasa sangat beruntung mengenal Bi Nani yang sudah dianggapnya keluarga sendiri.


Setelah itu, Bi Nani segera keluar dan melanjutkan pekerjaannya. Elma yang tidak ingin pikirannya bertambah penat, dirinya memilih untuk mencuci muka dan mengganti pakaiannya. Kemudian, Elma istirahat beberapa menit untuk menghilangkan pikirannya yang sudah membuatnya pening.


Begitu juga dengan Virzo, sedari tadi masih disibukkan dengan pekerjaannya yang belum juga selesai. Pusing karena banyak dipikirkan, sampai-sampai rasa kantuk sulit untuk ditahan.


"Sialan ini mata, kenapa juga mesti ngantuk kek gini. Mana kerjaan masih banyak, lagi." Ucapnya lirih sambil menggerutu dan penuh geram karena pekerjaannya tidak selesai selesai.


Berbeda di tempat lain, Gianta yang sudah melakukan persetujuan untuk kerja sama dalam bisnisnya bersama Virzo, kini tersenyum puas sambil menikmati kebersamaan orang-orang kepercayaannya.


"Aku yakin, dia mau melakukannya karena demi Elma. Tidak tahu juga dia, kalau Elma sudah aku ceraikan, juga sudah aku usir dari rumahku. Setelah tahu kalau aku sudah menceraikannya, dia akan marah dan marah, juga menyesal." Ucapnya di depan orang-orang yang menjadi kaki tangannya.


"Benar banget, Bos. Tuan Virzo akan marah besar ketika sudah mengetahui kalau Tuan Gianta sudah mengusir mantan istrinya." Sahut salah seorang anak buahnya Gianta.

__ADS_1


Kemudian, semua tertawa lepas sambil menikmati minumannya.


Gianta yang merasa belum puas untuk membalas dendam, pun mulai mencari ide. Meski tahu jika pernikahan Elma bersama Virzo tidak harmonis, bagi Gianta sudah membangunkan harimau tidur.


__ADS_2