
Setelah semua terikat dengan sempurna, dan semua yang ada didalam kapal tengah dibuatnya panik dengan keselamatan, tengah berhati-hati.
"Kenapa sampai sekarang tidak ada pertolongan sama sekali, El? apa iya, kita akan mati dengan sia-sia." Ucap Virzo dengan panik, serasa tidak beres dengan kapal yang ia tumpangi.
Saat itu juga, dirinya langsung merogoh ponselnya agar bisa menghubungi anak buahnya atau keluarganya. Nahas, tidak ada sinyal apapun di tengah-tengah laut.
Virzo yang tengah khawatir dengan keselamatan mantan istrinya juga dirinya sendiri, tidak tahu harus berbuat apa.
Berbeda dengan Elma, justru dirinya terlihat begitu tenang. Virzo sendiri merasa heran dengannya. Bukannya panik seperti penumpang yang lainnya, justru dirinya tetap terlihat tenang.
"El, setenang itukah dirimu dalam menghadapi bahaya? kita semua itu panik, tapi kamu tidak."
Elma menoleh ke arah Virzo.
"Untuk apa panik? kita sudah berusaha, 'kan? yang seharusnya kita lakukan itu, berdoa dan berserah diri. Soal kematian, kita tidak bisa mengelak. Tenanglah, selagi belum diperintahkan untuk terjun, jangan terjun. Mungkin saja bantuan akan segera datang." Jawab Elma dengan santainya.
"Kapal mau meledak! kapal mau meledak! ayo kita selamatkan diri. Kapal sudah tenggelam separoh, ayo cepat selamatkan diri kalian."
Semua penumpang yang mendengarnya, pun bertambah panik ketika mendengar kapal hendak meledak.
Begitu juga dengan Elma dan Virzo, keduanya sama-sama panik dan bergegas untuk menyelamatkan diri dari mara bahaya di dalam kapal. Puluhan orang sudah menerjunkan diri ke laut dengan alat bantunya, yakni pelampung.
Saat melihat banyak penumpang yang sudah terapung di lautan, Elma dan Virzo tengah mencari aba-aba untuk terjun.
"El, kamu yakin bisa?" tanya Virzo penuh khawatir.
__ADS_1
Elma menganggukkan kepalanya.
"Ya, aku yakin bisa." Jawab Elma meyakinkan.
Setelah itu, Elma dan Virzo menceburkan diri ke laut dengan alat bantu seadanya.
"Aaaaa!" teriak keduanya saat terjun ke laut.
Elma dan Virzo akhirnya sudah menceburkan diri ke laut. Susah payah untuk berenang, sebisa mungkin untuk tetap bisa menyelamatkan diri.
Ombak yang semakin kencang, banyak para penumpang lainnya tengah kesulitan untuk menyelamatkan diri.
Begitu juga dengan Elma maupun Virzo, keduanya sama-sama kesulitan untuk mencari cara agar tidak terjadi sesuatu pada dirinya.
Semua para penumpang yang lainnya merasakan hal yang sama-sama tergulung ombak dan berhamburan.
Entah kekuatan ombak sebesar apa, Elma dan Virzo terbawa arus yang cukup jauh dari jangkauan yang lainnya hingga terdampar di tepian pantai, jarak tepian tersebut tidak jauh dari Dermaga Pelabuhan.
Sebuah pertolongan baru saja sampai di lokasi kapal yang baru saja akan tenggelam. Satu persatu para korban tengah diselamatkan, ada sebagian yang hilang karena terhantam ombak yang sangat besar, hingga para korban berhamburan.
Virzo yang sadar jika dirinya sudah terdampar di tepian, ia langsung berteriak.
"Elma ...! teriak Virzo sangat kencang dengan memanggil mantan istrinya tanpa melihat ke sebelahnya ada Elma yang masih tidak sadarkan diri.
Karena penasaran dengan ikatan kain di pergelangan tangannya, Virzo menoleh. Benar saja, ada mantan istri yang tidak sadarkan diri.
__ADS_1
"Elma! Elma! El! Elma!" teriak Virzo sambil mengguncang guncang tubuhnya Elma.
Tidak mendapatkan respon, Virzo langsung mengangkat dan menggendong Elma untuk mencari pertolongan sambil menyusuri tepian pantai.
"Tolong! tolong! tolong kami!" teriak Virzo sambil meminta tolong kepada siapapun yang mendengarnya.
Sambil berlarian dengan menggendong mantan istrinya, Virzo tidak peduli dengan lelahnya.
"Tolong! tolong kami!" teriak Virzo yang terus berulang ulang untuk mendapatkan pertolongan.
Salah seorang tengah melihat Virzo berlarian, langsung mengejarnya. Saat itu juga, banyak orang menghampiri dan memberi pertolongan kepada Virzo dengan mengantarkannya ke rumah sakit untuk menyelamatkan nyawa Elma.
Sampai di rumah sakit, Elma langsung mendapat penanganan. Sedangkan Virzo sendiri tengah menunggu dengan pakaiannya yang basah kuyup.
Virzo menangis, takut terjadi sesuatu pada diri Elma.
"Maaf, ini ada baju ganti untuk kamu. Jangan biarkan diri kamu mengenakan baju basah, dan ini ada baju untuk istrimu. Cepat berikan kepada perawat, agar istri kamu digantikan bajunya." Ucap salah seorang yang merasa kasihan dengan kondisi Elma dan Virzo.
"Terima kasih banyak, Bu." Jawab Virzo dan bergegas untuk memberikan baju kepada mantan istrinya.
Setelah itu, Virzo segera mengganti bajunya yang sudah basah kuyup.
Di lain sisi, keluarga Tuan Arsen dibuat panik saat mendapat kabar tentang kapal menuju kampung halaman Elma tengah tenggelam dari jarak yang tidak begitu jauh dari Dermaga Pelabuhan.
Lebih lagi dengan kabar berita banyak korban yang belum ditemukan, membuat Tuan Arsen dan istri maupun Airo menjadi panik dan khawatir.
__ADS_1