Istri Terbuang Dari Suami Kedua

Istri Terbuang Dari Suami Kedua
Kaget


__ADS_3

Sebelum menemui mantan istri, Virzo pergi ke dapur untuk membuatkan sup dan minuman hangat.


"Tolong ya, Bi, buatkan sup dan minuman hangat, nanti langsung aja bawa ke kamar tamu." Ucapnya memberi perintah kepada asisten rumahnya.


"Baik, Tuan." Jawabnya dengan anggukan.


Setelah itu, Virzo bergegas ke kamar tamu untuk melihat kondisi mantan istrinya yang tengah ditangani dokter.


Sampainya didalam kamar, Virzo segera melihatnya.


"Bagaimana keadaannya, baik-baik saja, 'kan?" tanya Virzo kepada temannya yang berprofesi dokter.


"Bukankah dia ini mantan istrimu, kenapa bisa berada di rumahmu? yang aku tahu sudah menikah lagi, yaitu sama Gianta Pratama, ya 'kan?"


Virzo mengangguk.


"Benar, dia istrinya Gianta Pratama. Tadi sedikit ada drama tentang Elma, di berada dibawah guyuran air hujan, dan aku sudah mengantarkannya pulang, tapi ternyata dia bukannya bukannya masuk kedalam rumah suaminya, melainkan pergi berjalan kaki hingga jatuh pingsan kedua kalinya." Jawab Virzo tanpa ada yang ditutup-tutupi di hadapan teman dekatnya.

__ADS_1


"Kasihan sekali mantan istrimu, untung dipertemukan dengan kamu, kalau tidak, entah bagaimana nasibnya. Oh ya, aku sudah berikan resep, itu obatnya. Nanti kalau udah sadarkan diri, suruh makan sama minum obatnya, lalu kamu suruh istirahat." Ucapnya berpesan.


"Terima kasih ya Lan, besok aku hubungi lagi kalau sudah ada perubahan." Jawab Virzo.


Dokter Arlan pun mengangguk dan tersenyum tipis.


"Sama-sama, semoga segera lekas membaik kondisi mantan istrimu. Ingat, antar dia pulang ke rumahnya, mau bagaimanapun, dia mantan istrimu, juga sudah bersuami. Jadi, sebaiknya kamu anterin pulang dengan cara baik-baik ke rumah suaminya. Ya udah ya, aku pamit pulang, selamat malam." Ucapnya berpesan dan sekaligus berpamitan pulang.


"Ya, tenang saja. Besok akan aku mengantarkannya pulang ke rumah suaminya, aku juga tidak ingin terlibat masalah rumah tangga orang lain. Terima kasih sudah mengingatkan aku, hati-hati dijalan." Jawab Virzo dengan anggukan.


Dokter Arlan yang sudah berpamitan, pun segera pulang. Kini, tinggallah Virzo dan Elma yang berada di ruang kamar tamu.


Benar saja, rupanya Elma pelan-pelan menggerakkan jari jemari miliknya dengan satu persatu. Juga, Elma membuka kedua matanya dengan perlahan hingga pandangannya sempurna. Kemudian, Elma mengamati isi dalam ruangan tersebut.


Arah pandangannya pun berhenti yang dimana mantan suaminya tengah duduk.


"Kak-kamu, aku ada dimana?"

__ADS_1


Elma langsung bangkit dari posisi tidurnya. Kemudian, dirinya mengamati ruangan tersebut.


Virzo justru tersenyum saat melihat Elma sudah sadarkan diri dari pingsannya.


"Kamu berada di rumahku, di ruang kamar tamu." Jawab Virzo dengan santai.


"Apa! di rumahmu? tidak mungkin, ini pasti cuma mimpi."


PLAK!


"Aw!" pekik Virzo yang mendapat tamparan tepat di pipi bagian kiri.


Entah ada angin apa, Elma begitu entengnya saat melayangkan tamparan lewat tangannya yang seolah tanpa merasa bersalah, atau sesuatu yang ditahan dari dulu karena sikap dari mantan suaminya dulu yang begitu kejam dan sangat dingin, dan sekarang dengan reflek menamparnya.


Virzo meringis kesakitan saat pipinya mendapat tamparan dari mantan istrinya.


"Maaf, aku tidak sengaja. Tadi aku cuma reflek saja, soalnya nyawaku tadi belum terkumpul. juga, aku hanya ingin memastikan apa ini mimpi atau beneran, itu aja, gak lebih." Ucap Elma beralasan, lantaran takut akan mendapatkan marah dari mantan suaminya." Ucap Elma merasa bersalah.

__ADS_1


"Oh, kirain marah." Jawab Virzo, dan dikagetkan dengan suara ketukan pintu.


Meski pintunya tidak ditutup, tetap saja harus permisi terlebih dulu masuk, takutnya tidak mendapatkan izin dari bosnya.


__ADS_2