Istri Terbuang Dari Suami Kedua

Istri Terbuang Dari Suami Kedua
Mengakui


__ADS_3

Elma masih diam di hadapan mantan suaminya.


"Kenapa kamu kemari? apa istrimu gak marah?" tanya Elma untuk membuang kegugupannya.


"Aku bertanya sama, bukan balik bertanya. Sudah ngobrolin apa saja kamu sama Mbak Meilin, ha? kenapa kamu memberi pertanyaan tentangku? apa kamu masih menyimpan rasa penasaran tentangku? jawab."


Elma nyengir kuda.


"Siapa juga yang penasaran sama kamu, cuma agak aneh aja dengan sikapmu yang dulu sama yang sekarang, beda jauh, eh."


"Apa, apanya yang beda?"


"Enggak ada sih, cuma agak baikan dikit." Jawab Elma sambil nyengir, dan menggigit bibir bawahnya.


"Kamu bilang apa barusan? baikan dikit kamu bilang? hem. Tidurlah, sudah malam dan waktunya untuk istirahat. Sayangi kesehatan kamu, dan aku akan menunggumu sampai diri kamu tidur. Baru aku keluar dari kamar ini." Ucap Virzo yang langsung menyambar bantal yang ada di dekat mantan istrinya.


Kemudian, Virzo berjalan mendekat ke sofa dan berbaring.


Elma yang pikirannya tidak tenang, pun bingung ketika dirinya hendak tidur. Bahkan, dirinya kembali teringat dengan kenangan masa lalunya ketika dirinya menjadi pengantin baru, dan suami pilih tidur di sofa.


Virzo yang sebenarnya belum tidur, menoleh ke arah istrinya yang belum juga tidur.


"Kamu mikirin apa lagi, ha? sudah malam, tidurlah. Percaya saja sama aku, kamu tidak perlu takut, dan aku tidak akan berbuat macam-macam sama kamu. Cukup sekali aku melakukan kesalahan sama kamu, dan aku tidak akan mengulanginya lagi kesalahan itu. Sudah cepetan tidur." Ucap Virzo yang mendadak menjadi dingin, dan tidak waktu menolong dirinya.

__ADS_1


Elma diam, tetapi mengangguk dan segera berbaring dan menyelimuti tubuhnya hingga sampai di atas bagian dada.


'Kenapa dia berubah menjadi dingin lagi seperti dulu? mungkinkah kemarin itu hanya aku yang berlebihan. Apa karena mendengar pertanyaan aku tadi sama Mbak Meilin? mungkin saja.' Batin Elma bertanya-tanya mengenai sikap mantan suaminya yang mendadak dingin.


Elma yang tidak ingin pikirannya mengganggu kesehatannya, dirinya memilih untuk memejamkan kedua matanya, dan berharap paginya akan baik-baik saja.


Virzo yang melihat mantan istrinya sudah tidur pulas, segera bangun dan kembali ke kamarnya.


Namun sebelum keluar, Virzo mendekatinya.


"Selamat malam, sampai bertemu lagi besok pagi." Ucap Virzo sebelum keluar dari kamar.


Setelah itu, Virzo membenarkan selimutnya. Nahas, tangannya di raih oleh Elma dan menggenggamnya.


Virzo yang mendengar mantan istrinya mengigau, merasa tersindir atas perlakuan dirinya di masa lalunya. Tidak ingin terbawa suasana, Virzo langsung melepaskan tangannya dan segera keluar dari kamar.


Elma yang tidurnya pulas, pun tak menyadari jika dirinya memegangi tangan mantan suaminya sambil mengigau. Sedangkan Virzo sendiri segera kembali ke kamarnya dan beristirahat.


"Tidak ...!" teriak Elma yang begitu nyaring suaranya, tentu saja mengagetkan Virzo yang hendak menapaki anak tangga.


Karena khawatir, Virzo segera menuju kamar mantan istrinya untuk melihat keadaannya, takut terjadi sesuatu padanya.


Elma yang tiba-tiba terbangun karena mimpinya, serasa sesak napasnya.

__ADS_1


"Rupanya aku hanya mimpi, syukurlah." Ucapnya lirih dengan napasnya yang terengah-engah.


"Kamu kenapa? katakan, ada apa kamu berteriak? katakan."


Elma menggelengkan kepalanya yang masih berdegup kencang detak jantungnya.


"Kamu demam? mana aku periksa suhu badan kamu."


"Aku enggak apa-apa, tadi cuma mimpi buruk aja." Jawab Elma sambil menyingkirkan tangan mantan suaminya yang hendak memegangi keningnya.


Virzo langsung mengambilkan air minum untuknya.


"Ini minum dulu, tenangkan dulu pikiranmu. Jangan memikirkan hal-hal yang dapat membuatmu pusing, minumlah." Ucap Virzo sambil menyodorkan satu gelas air minum.


Elma pun menerimanya dan meminumnya hingga tandas tak tersisa.


"Sebenarnya kamu sedang mikirin apa, El? Maaf, jika aku lancang bertanya, kamu ada masalah apa dengan suami kamu? jawablah dengan jujur, jangan membuatku nekad untuk mencari tahu sendiri."


Elma yang mendapat pertanyaan mengenai soal suaminya, pun tertunduk sedih. Bahkan, terasa berat untuk mengakuinya di depan mantan suami sendiri.


"Aku sudah diceraikan malam itu juga, makanya aku pergi dari rumahnya. Suamiku sudah mempunyai wanita lain, dan diam-diam berselingkuh di belakangku. Maaf, bukan niatku untuk mencari kesempatan padamu. Jika aku akan menjadi masalah besar didalam rumah tanggamu, aku akan pergi sekarang juga dari rumah mu ini."


Virzo yang mendengar curhatan mantan istrinya, pun langsung memeluknya. Terasa tertusuk oleh pi_sau belati hingga tembus ke ulu hatinya. Juga, Virzo teringat akan dirinya yang juga pernah memperlakukan hal yang sama pada diri Elma, yang mempunyai wanita pilihan di belakangnya.

__ADS_1


__ADS_2