
Dengan lihainya, Elma langsung melakukan aksinya dengan ilmu bela diri dan langsung menyerang orang-orang yang hendak menghalanginya masuk.
Meski dengan tangan kosong, Virzo mampu melawannya. Begitu juga dengan Elma, dirinya sama seperti Virzo yang mempunyai ilmu bela diri yang cukup baik dan juga bisa melawannya dengan kekuatan supernya.
Virzo yang melihat tenaga dari istrinya, pun benar-benar tercengang ketika istrinya ternyata jago bela diri. Bahkan, dirinya baru kali ini melihat mantan istrinya lebih lihai ketimbang dirinya sendiri.
Setelah berhasil mengalahkan orang-orang yang tengah berjaga di depan pintu utama. Saat itu juga, Virzo maupun Elma langsung mendobrak pintu yang didalamnya ada Tuan Arsan dan Gianta, serta beberapa anak buahnya.
PROK! PROK! PROK!
Gianta langsung bertepuk tangan ketika mendapati Virzo dan Elma telah berhasil mendobrak pintu, juga sebuah pistol sudah mengarah ke arahnya.
Saat itu juga, Gianta tidak kalahnya dengan Virzo, dirinya langsung menekan pelatuk dan menempelkan bibir pistol tepat di bagian pelipis miliknya Tuan Arsan.
"Kau pikir aku ini bodoh, Kau yang paling bodoh. Sekarang pilihan mu tinggal satu, ayahmu atau mantan istrimu. Kalau kau pilih ayahmu, buang senjatamu dan serahkan mantan istrimu kepadaku. Kalau mau pilih mantan istrimu, ayahmu akan lenyap dengan peluru ini." Ucap Gianta memberi sebuah pilihan.
"Jangan serahkan mantan istrimu, Nak. Biarkan Papa mati, asal kamu dan Elma tetap hidup." Timpal Tuan Arsan menolak jika dirinya diselamatkan.
"Tidak, Pa. Papa maupun Elma sangat berarti buatku, tidak akan aku biarkan lelaki kejam itu merenggut nyawa Papa ataupun Elma." Jawab Virzo tetap dengan tujuannya, yakni menangkap pelaku.
"Wow! apakah kamu sedang jatuh cinta dengan mantan istrimu? apa kamu tidak tau malu, jika kamu sudah pernah menyia-nyiakannya."
Virzo yang mendapat ejekan dari Gianta, pun terasa terbakar oleh api cemburu.
"Jaga ucapanmu! Gianta."
"Sekarang kau tinggal pilih, ayahmu atau mantan istrimu. Aku hitung mulai dari hitungan lima. Satu! dua! ti-tiga! em-empat! li-"
"Cukup! aku akan menyerahkan diriku padamu, dan lepaskan orang tua yang tidak bersalah. Jangan libatkan orang tua untuk memberi ancaman." Ucap Elma.
"El!"
"Diam kamu, Vir. Aku lebih mementingkan nyawa Papa dari pada nyawaku sendiri." Jawab Elma saat mendapat bentakan dari mantan suaminya.
__ADS_1
Saat itu juga, Gianta tertawa lepas saat mendengar mantan istrinya menyerahkan diri padanya.
Virzo yang mendengar Gianta tertawa lepas, pun semakin dibuatnya geram dan kedua tangannya mengepal kuat.
Tuan Arsan yang tidak bisa berbuat apa-apa untuk Elma, pun pasrah.
'Semoga saja mereka berdua sudah merencanakan sesuatu, aku harus berpikiran yang positif.' Batin Tuan Arsen.
"Baiklah, jika memang kemauan kamu untuk menyerahkan diri kepada mantan suami kamu, aku serahkan kamu kepada Gianta." Ucap Virzo.
Elma mengiyakan sambil mengangguk.
Saat itu juga, Elma maju beberapa langkah mendekati mantan suaminya yang kedua. Dengan sorot matanya, Elma tengah mencari ide untuk melawannya.
Saat sudah berada di hadapan Gianta, saat itu juga Tuan Arsan di dorong kuat hingga menatap Virzo. Kini, giliran Elma yang tengah dicengkram tubuhnya dan sebuah bibir pistol tengah pindah di bagian pelipisnya.
"Cepat! kau pergi dari tempatku ini. Sekarang Elma sudah menjadi milikku, dan kamu tidak mempunyai hak apapun terhadap dirinya." Ucap Gianta.
Virzo mengangguk pelan. Sedangkan Elma langsung menyambar sebuah pistol yang ada ditangan Gianta dan menekan kuat agar tidak menembak dirinya maupun yang ada di sekitarnya.
DOR!
DOR!
DOR!
DOR!
DOR!
Saat itu juga suara banyak tembakan dari beberapa anggota polisi yang langsung menembakkan pelurunya ke arah Gianta dan beberapa anak buahnya hingga tertembak kakinya.
Virzo langsung menghampiri mantan istrinya, Gianta maupun anak buah yang lainnya langsung diringkus oleh anggota polisi.
__ADS_1
Kini, Elma dan Tuan Arsen telah selamat. Tidak lama kemudian, Airo datang. Setelah semua sudah diringkus oleh anggota polisi, Tuan Arsen, Virzo, Elma, dan Airo segera pergi ke kantor polisi untuk memberi keterangan. Juga, soal insiden kecelakaan pada kapal.
"Akhirnya pelakunya tertangkap, kamu benar-benar wanita hebat dan tangguh. Selama ini aku sudah dibutakan dengan cinta palsu, sedangkan mutiara dari orang tuaku, aku buang. Maafkan aku yang dulu sudah mengabaikan mu, dan sekarang aku akan menjagamu dengan segenap jiwaku." Ucap Virzo yang tengah duduk bersebelahan dan memeluknya.
Sampainya di kantor polisi, Virzo dan Elma langsung memberi keterangan. Setelah diterima, akhirnya Gianta mendapat balasan dari apa yang sudah diperbuat.
Tidak ada lagi yang harus dipermasalahkan, dan semua sudah ada hukuman bagi pelaku, Tuan Arsen bersama anak anaknya merasa lega, termasuk Elma.
.
.
.
Waktu telah berlalu, akta cerai yang sudah ditunggu tunggu, akhirnya telah sampai ditangan Elma. Senyum merekah menghiasi bibir ranumnya.
Dengan mesranya, Virzo memeluk mantan istrinya dengan erat.
"Akhirnya yang kita tunggu telah datang waktunya untukku melamar mu, dan menikahi kamu dengan kesungguhanku." Ucap Virzo sambil memeluknya.
.
.
.
Di sebuah gedung yang megah, juga dihiasi dengan dekorasi yang elegan, menunjukkan aura positif untuk kedua mempelai pengantin.
Acara yang sudah dinanti nantikannya, pun sudah ada di depan mata.
Virzo yang sudah siap untuk menikahi kembali mantan istrinya, dengan sungguh sungguh mengucapkan kalimat sakral di depan para saksi dan para tamu undangan hingga keduanya sah menjadi suami istri.
Kebahagiaan yang sebenarnya dicari, kini telah didapatkan oleh Elma dan Virzo. Keduanya telah temukan kebahagiaannya hingga berada dititik pernikahan.
__ADS_1
TAMAT