Istri Terbuang Dari Suami Kedua

Istri Terbuang Dari Suami Kedua
Merasa tidak nyaman


__ADS_3

Sambil berjalan mengikuti langkah kaki asisten rumah, Elma celingukan sambil mengamati isi dalam ruangan yang pernah dijadikan tempat tinggalnya penuh kenangan.


'Tidak ada yang berubah sedikitpun, semua masih sama.' Batin Elma sambil berjalan.


"Silakan, Nona." Ucap asisten rumah yang tengah mempersilakan masuk ke ruang makan.


Elma mengangguk.


"Terima kasih, Mbak." Jawab Elma yang tengah berdiri dengan jarak yang tidak jauh dari tempat duduk.


Arah pandangannya Elma tertuju pada Virzo dan perempuan yang tengah duduk di hadapan mantan suaminya.


'Kenapa bukan perempuan yang dulu itu? siapa dia? apakah Virzo sudah menikah lagi yang ketiga kalinya? mungkinkah?' batin Elma seperti tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


Perempuan yang disangka istri ketiganya Virzo, telah menghampiri Elma yang masih bengong.


"Hai, Elma, ya?"


"Maaf, aku tadi gak fokus. Ya, benar, aku Elma." Jawab Elma sedikit ada rasa malu.

__ADS_1


"Salam kenal, namaku Reina. Oh ya, ayo kita sarapan bareng. Jangan malu-malu, aku sudah tahu kok, siapa kamu. Yuk, sarapan. Gak perlu sungkan, ini juga pernah menjadi rumah mu, 'kan? dah lah, ayo kita sarapan bareng." Ucap Reina memperkenalkan diri dan langsung menarik tangannya Elma.


"Silakan duduk." Sambungnya lagi, Elma pun duduk di sebelahnya Riena, tentu saja menghadap Virzo, mantan suaminya.


'Sungguh aku tidak pantas ikut makan bareng mereka berdua, yang ada aku hanya akan mengganggunya. Tapi, kenapa istrinya Virzo biasa-biasa saja, padahal tadi dia bilang sudah tahu siapa aku, setegar itukah dia?' Batin Elma penuh tanda tanya.


"Kok melamun? ayo, sarapan. Sudah aku bilang, kamu gak perlu malu dan gak perlu sungkan juga. Jadi, anggap saja ini bagian rumahmu juga." Ucap Reina mengagetkan Elma yang tengah melamun.


"Eh ya, maaf. Terima kasih ya, atas jamuan-nya, maaf sudah merepotkan kalian." Jawab Elma merasa tidak enak hati.


"Makanlah, kamu tidak perlu canggung di rumah ini. Yang dikatakan Riena itu benar, anggap saja ini bagian rumah mu." Ucap Virzo ikut menimpali.


Elma mengangguk pelan.


"Ya udah, ayo kita sarapan." Ucap Virzo dan mereka bertiga pun menikmati sarapannya masing-masing.


Sambil menikmati sarapan pagi bersama mantan suaminya, Elma merasa tidak nyaman karena takut akan merusak hubungan rumah tangganya. Lebih lagi keduanya terlihat baik-baik saja, tentunya membuat Elma sendiri tidak nyaman dan takut dirinya akan mendapat tuduhan yang tidak tidak.


Setelah selesai sarapan, Virzo bergegas kembali ke kamarnya untuk bersiap-siap berangkat ke kantor.

__ADS_1


"Aku duluan, aku mau bersiap-siap pergi ke kantor. Kalau kamu membutuhkan sesuatu, bilang saja sama asisten rumah, ada Bi Nani dan Mbak Meilin." Ucap Virzo sebelum kembali ke kamarnya.


"Aku mau pergi dari rumah ini, maaf." Jawab Elma yang merasa tidak nyaman tinggal di rumah mantan suaminya.


"Mau pergi kemana? kamu sendiri sudah bilang, kalau kamu sudah diceraikan oleh suamimu. Tinggal disini dulu saja, nanti akan aku pikirkan lagi untuk mencarikan mu tempat tinggal."


"Gak, gak usah. Aku mau pulang ke kampung halaman kedua orang tuaku saja, di sana masih ada tempat tinggal untukku."


"Tapi tidak sekarang, aku harus pergi ke kantor. Nanti akan aku pikirkan lagi, kamu tetap disini dulu." Ucap Virzo menahan mantan istrinya untuk pergi.


"Benar, kamu tinggal disini aja dulu. Nanti dicarikan tempat tinggal untuk kamu."


"Gak usah, keputusan aku sudah bulat, aku akan tinggal di kampung halaman kedua orang tuaku saja." Jawab Elma yang tetap dengan keputusan yang diambil.


"Baiklah, tapi nanti setelah aku pulang dari kantor. Sekarang lebih baik kamu tinggal dulu disini, oke.".


Elma mengangguk pelan.


"Ya udah, aku berangkat dulu." Ucap Virzo dan bergegas untuk bersiap-siap berangkat ke kantor.

__ADS_1


__ADS_2