
Namun, sebelum melaporkan ke pihak berwajib, beberapa orang mendatangi di kediaman keluarga Arsen untuk meminta maaf sekaligus melapor kejahatan bosnya.
"Apa! Gianta! kau bilang!" bentak Tuan Arsen yang emosinya langsung meledak.
Saat itu juga, Airo yang mendengarnya, pun naik darah dan langsung menghajar beberapa orang yang ada di hadapannya itu satu persatu. Bahkan, diantara mereka semua tidak ada yang melawan, menerima hasil dari kejahatannya.
"Kami meminta maaf, Tuan. Juga, kami akan menyerahkan diri ke polisi. Kami siap menanggung resikonya. Ini, semua barang bukti segala rekaman ada di sini, silakan untuk dijadikan barang bukti. Tapi, Tuan, setelah kami melapor, berilah kami keringan.
Kami sadar, kami ikut andil dalam insiden kecelakaan itu." Ucapnya yang akhirnya menyerahkan diri.
"Kalian benar-benar sangat kejam. Apa gunanya kalian saya ringankan hukuman kalian, jika nyawa anak kami tidak akan tertolong. Kami akan tetap memberi hukuman kepada kalian seadil adilnya. Kalian tahu, yang menjadi korban tidak hanya anak saya saja, tetapi banyak yang menjadi korban atas kebiadaban kalian semua bersama Tuan kalian." Sahut Tuan Arsen.
Semua yang ada di hadapan Tuan Arsen, pun langsung diantar ke kantor polisi untuk di tahan hingga Gianta dapat tertangkap.
Airo yang tidak ingin Gianta mengetahui jika anak buahnya telah menyerahkan diri, sebisa mungkin untuk bermain pintar di belakangnya.
Di lain tempat, Virzo masih menemani mantan istrinya yang masih berbaring di ranjang pasien.
Cukup lama menunggu mantan istrinya sadarkan diri, ada seorang ibu-ibu yang tengah masuk ke dalam ruangan Elma dirawat.
"Permisi, Pak. Bolehkah saya masuk? saya mau memberi makanan untuk Bapak, juga untuk istrinya Bapak."
Virzo langsung berdiri dan mempersilakannya untuk masuk.
__ADS_1
"Silakan masuk, Bu." Sahut Virzo dan menyingkir dari tempat duduknya.
"Ini, saya bawakan makanan untuk Bapak dan istrinya Bapak." Ucapnya sambil menyodorkan makanan yang dibawa.
"Terima kasih banyak ya, Bu. Maaf, sudah merepotkan Ibu." Jawab Virzo merasa tidak enak hati.
"Saya tidak merasa direpotkan, tadi suami saya yang menyuruh saya untuk mengirimkan makanan untuk Bapak dan istri Bapak. Tadi suami saya yang memberikan baju ganti. Tapi karena harus kerja menangkap ikan, suami saya belum bisa menjenguk Bapak. Kami do'akan, semoga istrinya Bapak segera sembuh, dan sehat kembali." Ucap seorang ibu paruh baya.
Saat itu juga, Virzo teringat dengan bapak bapak yang memberinya baju ganti untuk dirinya dan mantan istrinya.
"Terima kasih banyak ya, Bu, sudah menolong kami. Semoga kebaikan Ibu dan suami Ibu diganti dengan keberkahan yang lainnya." Jawab Virzo yang merasa beruntung ada yang peduli pada dirinya dan juga mantan istrinya.
Setelah Ibu itu pamit, kini tinggal Virzo dan Elma didalam ruangan tersebut. Tidak lama kemudian, Elma kembali tersadar dari tidurnya.
"Bagaimana keadaan mu, apakah ada keluhan lain? katakan saja apa yang menjadi keluhan mu, El."
"Aku cuma sedikit pusing saja, entahlah. Mungkin karena efek tergulung ombak, jadi kepalaku terasa pening." Jawab Elma sambil memegangi kepalanya.
"Makan dulu ya, tadi ada seorang ibu memberi makanan untuk kita. Aku suapi ya, perut kamu harus diisi, jangan sampai tidak." Ucap Virzo mengajak makan.
Bukannya menjawab, Elma justru tengah memperhatikan lengan mantan suaminya yang terlihat ada luka goresan, juga ada da_rah di lengannya.
"Tangan kamu kenapa, Vir? sini coba aku lihat."
__ADS_1
Virzo langsung menyembunyikan luka pada bagian lengannya.
"Ini hanya luka biasa, cuma goresan doang. Nanti juga sembuh sendiri, yang terpenting keselamatan kamu. Sini, biar aku suapi kamu, perutmu harus diisi agar tidak masuk angin."
"Kamu boleh khawatir dengan kondisiku, tapi kamu juga ingat dengan kondisi kamu sendiri."
"Sudah aku bilang, ini hanya luka biasa, nanti aku akan meminta obat sama dokter juga bisa. Yang terpenting kesehatan kamu lebih utama, kamu yang lebih utama yang aku khawatirkan. Bahkan, nyawa sekalipun jika bisa membuatmu selamat, aku akan taruhkan nyawaku ini demi keselamatan mu, El. Aku mencintaimu dengan setulus hatiku, juga segenap jiwaku untukmu." Jawab Virzo dan langsung meraih tangan miliknya Elma.
Kemudian, Virzo meletakkannya di bagian dada bidangnya.
"Disini, disini telah tumbuh cinta untukmu, El. Aku mencintaimu, sungguh. Maaf, jika pengakuan aku ini mengganggu kesehatan kamu, maaf. Lupakan saja, lupakan apa yang aku ucapkan tadi, anggap saja kalau tadi itu aku hanya mengajak mu bermain lelucon, lupakan saja jika membuatmu terganggu." Ucap Virzo merasa salah dengan apa yang ia ucapkan di hadapan mantan isrrinya.
Elma yang mendengar pengakuan dari suaminya, pun seperti tidak percaya.
"Benarkah yang kamu katakan? kamu sedang tidak bermain lelucon, 'kan? karena aku paling benci dengan kalimat yang aku dengar itu sebuah lelucon."
Virzo pun tersenyum mendengar ucapan dari mantan istrinya.
"Benarkah kamu tidak suka lelucon tadi? maksudnya aku kamu tidak suka aku mengganti kalimat serius menjadi kalimat lelucon?"
Elma mengangguk dan tersenyum.
Saat itu juga, Virzo langsung memeluk mantan istrinya ketika mendapat respon dari orang yang dicintainya.
__ADS_1