
Virzo yang sedari tadi mengamati mantan istrinya yang justru tidak masuk kedalam rumah milik suaminya, pun menyimpan kecurigaan besar pada Elma.
"Kenapa dia tidak masuk kedalam rumah? ada masalah apa dirinya dengan suaminya? apakah ada pertengkaran besar diantara mereka berdua?" gumam Virzo bertanya-tanya mengenai mantan istrinya yang tidak pulang ke rumah suaminya, dan justru memilih untuk pergi.
Sedangkan Elma yang sedari tadi menyusuri jalanan, hancur sudah hubungan pernikahan yang tengah dijalaninya dengan Gianta, lelaki yang diharapkan akan tulus padanya, justru menikahinya hanya menaruh dendam pada dirinya. Sakit, kecewa, itu sudah pasti tengah dirasakan oleh Elma, perempuan yang tidak lagi mempunyai siapa-siapa lagi selain dirinya sendiri.
Lelah sudah menyusuri jalanan, Elma tak hentinya untuk berjalan kaki entah kemana dirinya akan pergi di waktu malam hari. Rasa kantuk yang tengah menguasainya, hilang sudah bersama rasa sakit hati yang sedang dirasakannya.
Virzo yang sedari tadi mengikuti kemana perginya mantan istri, merasa kasihan dengan apa yang tengah dialami oleh mantan istrinya itu.
Suara petir yang menggelegar tengah mengagetkan dua insan yang sedang berjalan depan belakang, Elma pun ketakutan jika terjadi hujan deras, pikirnya, lantaran dirinya tidak mempunyai tempat berteduh.
Benar saja, rupanya rintik-rintik hujan pun turun, semakin deras dan dibarengi angin kencang, Elma berlarian untuk bisa menghindar dari derasnya hujan. Juga, dirinya mencari tempat untuk berteduh.
__ADS_1
Virzo yang melihat mantan istrinya tengah berlari dengan guyuran hujan deras di malam hari, dengan cepat untuk mengejarnya. Dengan langkah kakinya yang cukup lebar, Virzo mempercepat larinya agar mantan istrinya dapat dikejar.
Elma yang sudah kedinginan, tak mampu lagi untuk menahannya. Menggigil dan dengan wajah yang pucat, Elma terus berlari meski dengan susah payah karena fisiknya yang semakin melemah.
Nahas, Elma jatuh pingsan.
"Elma ...!" teriak Virzo sambil mengejar dan menangkap tubuh mantan istrinya yang hampir saja terjatuh.
Virzo langsung menggendongnya dan membawanya pulang ke rumah.
Sampai di depan rumah, Virzo langsung turun dan menggendong mantan istrinya masuk ke rumah dan membawanya masuk ke kamar tamu.
"Cepat! telpon dokter sekarang juga, cepetan." Perintah Virzo kepada pelayan di rumah.
__ADS_1
Kemudian, Virzo memerintahkan asisten rumah untuk menggantikan baju.
"Bi, tolong gantikan bajunya, saya mau mengganti baju juga. Satu lagi, kompres dia dengan air hangat." Perintahnya kepada asisten rumah, dan Virzo segera kembali ke kamarnya untuk mengganti baju yang sudah basah kuyup.
Seorang asisten yang hendak menggantikan baju, pun dibuatnya terkejut.
"Nona Elma, benarkah ini Nona Elma?"
Seorang asisten yang dikagetkan dengan hadirnya mantan istri bosnya, pun sangat terkejut.
Karena takut kenapa-kenapa, secepatnya untuk menggantikan bajunya agar tidak kedinginan. Setelah itu, mengambil air hangat untuk mengompresnya agar tidak kedinginan.
"Tuan Virzo kenapa bisa bersama Nona Elma, ya? bukankah Nona Elma sudah menikah dengan lelaki pengusaha seperti Tuan Virzo, kenapa bisa bersama Tuan Virzo?" batinnya penuh tanda tanya saat majikannya membawa pulang mantan istrinya.
__ADS_1
Virzo yang tengah membersihkan diri, cepat-cepat untuk segera keluar dari kamar mandi dan melihat kondisi mantan istrinya yang belum sadarkan diri dari pingsannya.