
Elma yang susah payah untuk melepaskan pelukan dari mantan suaminya, pun tak mampu untuk memberontak. Elma hanya bisa pasrah, dan Virzo sendiri melepaskan pelukannya. Kemudian, dengan lekat menatap wajah mantan istrinya.
"Mau kah kamu menikah denganku untuk yang kedua kalinya, El?" tanya Virzo yang langsung ke pokok intinya..
Elma yang mendengar pertanyaan dari mantan suami, masih diam sambil menatapnya.
'Kenapa kamu baru mengatakannya sekarang? setelah pernikahanmu yang kedua hancur, kini kamu mengharapkan diriku, haruskah aku mempercayaimu? entahlah.' Batin Elma sambil menatap kecewa kepada mantan suaminya.
Virzo menggenggam tangannya, dan menatap penuh permohonan.
"El, kenapa kamu tidak menjawab pertanyaan ku? jawablah, aku akan siap menerima jawaban darimu, sekalipun itu akan membuatku kecewa."
"Maafkan aku, Vir, aku benar-benar meminta maaf sama kamu. Entah kenapa aku hanya ingin ketenangan, maafkan aku. Percayalah kalau memang kita berjodoh, kita akan dipertemukan lagi." Jawab Elma yang tetap dengan keputusan yang awal.
Virzo yang ditolak oleh mantan istrinya, pun tak punya hak untuk memaksakan atas kehendaknya.
"Baiklah kalau kamu menolaknya, aku tak punya kuasa untuk memaksakan kehendak ku, dan memintamu untuk kembali kepadaku. Aku akan terus menunggumu sampai kamu menemukan pengganti, baru aku akan berhenti berharap padamu." Ucap Virzo.
__ADS_1
"Sudah malam, sudah waktunya untuk istirahat, masuklah ke kamar, aku sendiri juga mau istirahat, selamat malam." Jawab Elma dan bangkit dari posisi duduknya.
Virzo hanya mengangguk dengan penuh rasa kecewa, harapannya hancur bersama penyesalan yang ia rasakan.
'Aku tidak akan pernah menyerah untuk merebut kembali hatimu. Aku yakin kalau kamu akan menerimaku, dan aku akan memperjuangkan kamu sekalipun harus menyebrangi lautan.' Batin Virzo yang akan tetap memperjuangkan cintanya kepada mantan istrinya.
Setelah Elma masuk ke kamar, Virzo pun bergegas untuk istirahat.
"Kamu ditolak mantan istrimu kah, Nak?" tanya sang ayah yang tiba-tiba muncul dihadapan Virzo.
"Ya, Pa. Elma akan tetap pulang ke kampung halamannya, dia bilang ingin mencari ketenangan. Aku bisa apa, Pa? aku tak bisa menahannya." Jawab Virzo dengan lesu.
"Baik, Pa. Terima kasih sudah mensupport putramu ini, aku akan memperjuangkan cintaku kepada Elma." Jawab Virzo penuh yakin.
"Kamu tidak perlu pusing dengan pekerjaan kamu di kantor, Papa akan beri kamu libur sampai kamu merasa lelah dan menyerah." Ucap sang ayah, Virzo pun mengangguk.
"Baik, Pa. Kalau gitu aku mau istirahat, selamat malam, Pa." Jawab Virzo dan segera ke kamarnya untuk istirahat.
__ADS_1
Sang ayah yang melihat keseriusan dari anak sulungnya, pun merasa kasihan dengan perjalanan hidupnya.
"Andai saja kamu mau nurut sama pilihan Papa, mungkin kamu dan Elma tidak akan menerima masalah yang sebesar ini, perceraian dan penyesalan. Papa hanya bisa mengusahakan dan mendoakan mu, semoga kamu dan Elma dapat disatukan kembali dalam ikatan pernikahan, saling menerima dan saling mencintai." Gumam Tuan Arsen penuh harap akan hubungan putranya dengan Elma kembali terikat dalam hubungan pernikahan.
Elma yang tengah berbaring di atas tempat tidur, lagi-lagi kembali teringat awal nikah yang disuruh tidur di kamar tamu. Bahkan, ayah mertua yang murka saja tidak ditanggapi oleh Virzo, justru semakin menjadi ketika hubungan pernikahan terikat satu sama lain.
Elma yang kembali teringat segala kenangan pahit dengan suaminya dulu, terasa berat untuk menarik napasnya. Terlalu sakit dan penuh kecewa tengah dirasakan kembali oleh Elma.
Karena tidak ingin hari esok kesehatannya menurun, Elma memilih untuk segera tidur agar dapat melupakan segala kenangan pahitnya.
Lain lagi dengan Virzo, justru dirinya tidak bisa untuk memejamkan kedua matanya karena terus memikirkan mantan istrinya yang akan kembali ke kampung halamannya, tentu saja sangat takut jika dirinya tidak diizinkan untuk mengantarkannya sampai di tempat tujuan.
"Aku berharap, semoga Elma tidak menolak untukku antar sampai ke kampung halamannya." Ucapnya lirih sambil bercermin.
Sama halnya seperti Elma yang tidak ingin kesehatannya menurun, Virzo akhirnya segera istirahat dan berbaring di atas tempat tidur untuk istirahat, agar pikirannya tidak terlalu penat, batinnya.
Waktu yang cukup lama ketika istirahat di malam hari, tidak terasa sudah disambut oleh hangatnya mentari pagi.
__ADS_1
Elma yang sudah terbiasa bangun pagi-pagi, kini baru saja selesai membersihkan diri. Kemudian, Elma mengganti bajunya.
Begitu juga dengan Virzo, dirinya yang juga baru saja selesai mandi, cepat-cepat untuk mengenakan pakaiannya, dan juga bersiap-siap karena mau mengantar mantan istrinya pulang ke kampung halamannya.