Istri Terbuang Dari Suami Kedua

Istri Terbuang Dari Suami Kedua
Berteriak histeris


__ADS_3

Saat itu pun, Tuan Arsen langsung memerintahkan anak buahnya untuk menyusul ke tempat kejadian untuk mencari kabar beritanya.


Reina yang juga mendengar kabar bahwa kakaknya mengalami insiden kecelakaan pada kapal ferry, pun menangis histeris dan bergegas ke rumah Tuan Arsen.


"Kakak ...!" teriak Reina dengan histeris. Kemudian, Reina pergi ke rumah Tuan Arsen.


Sedangkan Tuan Arsen mendadak merasa sesak bagian dadanya untuk bernapas.


"Pa, bersabarlah, Kakak pasti selamat." Ucap Airo mencoba untuk menenangkan ayahnya.


Sedangkan ibunya Airo tengah panik dengan keselamatan Virzo dan Elma. Setelah Reina datang, pun menangis histeris dalam pelukan ibunya Airo.


"Tante, Kak Virzo, Kak Virzo, Reina gak mau kehilangan Kakak, juga Elma." Ucap Reina dengan tangisnya.


"Berdoalah, semoga Virzo dan Elma selamat." Jawab ibunya Airo mencoba untuk menenangkan hati adiknya Virzo.


Semua anggota keluarga para korban insiden kecelakaan kapal, kini tengah berduka. Lain lagi di tempat lain, ada yang tengah tertawa puas saat rencananya telah berhasil. Tidak peduli jika memakan korban banyak, setidaknya rencana yang dibuat telah berhasil.


"Bos, bagaimana kalau kita ketahuan? kita akan menetap di penjara, saya tidak mau, Bos." Ucapnya yang ketakutan.


"Tapi kamu mau uangnya, 'kan? diam makanya. Kita tinggal nonton, siapa yang sudah hancur lebih dulu." Jawabnya dan tertawa puas.


Beberapa anak buahnya yang mendengarnya, pun ada rasa penyesalan karena ikut andil dalam kejahatan Bosnya yang melebihi batas.

__ADS_1


Virzo yang tengah menunggu Elma di ruang penanganan, mondar-mandir penuh dengan kekhawatiran.


"Elma, seharusnya dari awal aku menahanmu untuk tidak pulang ke kampung halamanmu. Tapi, justru kamu ingin secepatnya pulang, semoga kamu baik-baik saja di dalam." Gumam Virzo penuh dengan perasaan khawatir.


Saat mendongak, rupanya dokter baru saja keluar. Dengan kekhawatiran, Virzo segera mendekatinya.


"Bagaimana keadaannya, Dok?" tanya Virzo yang sudah tidak sadar ingin melihat kondisi mantan istrinya.


"Keadaan istrinya Bapak, baik-baik saja. Untung masih ada waktu, sedikit saja terlambat, istri Bapak tidak bisa untuk diselamatkan." Jawab sang dokter.


"Terus, sekarang saya boleh masuk ke dalam 'kan, Dok?"


"Boleh, tapi jangan mengganggunya istirahat. Kasihan, pasien butuh istirahat yang cukup." Jawab sang dokter yang tak lupa untuk menasehati Virzo.


"Baik, Dok." Jawab Virzo dengan anggukan.


Virzo menatapnya sedih, penuh dengan penyesalan karena tidak menahannya. Pelan-pelan Virzo mengusap bagian pucuk kepalanya dan menc_ium keningnya.


"Maafkan aku, El. Maafkan aku yang tidak bisa menjagamu dengan baik, juga kesalahanku yang tidak menahanmu." Ucapnya lirih penuh penyesalan.


Virzo yang belum mendapat respon dari mantan istrinya, ia duduk di setelahnya. Sambil memegang tangannya, Virzo mengusapnya lembut di bagian punggung tangannya. Berharap, jika Elma akan menerima respon darinya.


Benar saja, akhirnya Elma dengan pelan menggerakkan jarinya. Kemudian, ia juga menggerakkannya jempol kakinya. Setelah itu, Elma membuka kedua matanya dengan perlahan hingga pandangannya terlihat jelas.

__ADS_1


Setelah pandangannya sudah jelas, Elma mengamati isi dalam ruangan tersebut dengan seksama.


Virzo yang mendapati mantan istrinya sudah sadarkan diri, merasa lega. Saat itu juga, Virzo menekan tombol untuk memanggil dokter.


"Aku ada dimana, Vir? aku masih hidup, 'kan? kamu juga?" tanya Elma seperti berasa di alam mimpi.


"Ya, El, kamu sudah sadarkan diri. Kita selamat, kita masih hidup. Sekarang kamu sedang dirawat di rumah sakit, kamu tadi pingsan." Jawab Virzo menjelaskan.


"Benarkah aku masih hidup? aku kira kita tidak selamat. Aku takut, takut sekali." Ucap Elma masih mengamati isi dalam ruangan tersebut.


Tidak lama kemudian, seorang dokter telah datang dan segera memeriksa kembali kondisi Elma setelah sadarkan diri dari pingsannya.


"Saya masih hidup 'kan, Dok?" tanya Elma yang masih seperti mimpi.


"Benar, kamu tidak sedang bermimpi, tetapi ini nyata kalau kamu dan suami kamu masih hidup." Jawab dokter meyakinkan pasiennya.


"Syukurlah kalau beneran masih


hidup, berarti aku masih punya kesempatan untuk hidup ya, Dok." Ucap Elma masih terasa trauma saat tergulung ombak besar.


Karena takut pasiennya mengalami trauma berat, akhirnya segera memberinya obat agar pikiran tetap tenang, yakni untuk istirahat jalan satu-satunya.


Setelah diperiksa dan juga sudah diberi obat penanganan, Elma akhirnya istirahat demi traumanya tidak terus mengganggu pikirannya.

__ADS_1


Sedangkan Virzo sendiri menemani istrinya istirahat, dirinya tetap menjaga kesadarannya agar tidak lalai.


Lain lagi di tempat yang lain, beberapa anggota anak buah dari seseorang yang sudah melakukan kejahatan, pun langsung melaporkan diri sebelum mendapat hukuman yang lebih berat lagi. Juga, tak lupa untuk memberikan bukti bukti yang akurat untuk dijadikan bahan laporan.


__ADS_2