Istri Terbuang Dari Suami Kedua

Istri Terbuang Dari Suami Kedua
Takut menyakiti


__ADS_3

Elma yang tersadar jika dirinya tengah dipeluk oleh mantan suaminya, pun langsung melepaskannya.


Kemudian, Virzo mengangkat dagu milik mantan istrinya dan menatapnya dengan lekat. Setelah itu, Virzo kembali memeluknya lagi dengan sangat erat.


"Maaf, maafkan atas kesalahanku yang dulu. Maafkan aku yang sudah menyakiti perasaanmu, dan telah menyakiti hatimu." Ucap Virzo penuh dengan penyesalan lantaran sudah menyakiti hati mantan istrinya dulu.


Elma yang mendengarnya, pun langsung mencoba untuk melepaskan pelukan dari Virzo karena takut ketahuan istrinya.


"Lepaskan, lepaskan aku bilang. Jangan menambah masalah padaku, karena aku tidak ingin istrimu terluka hatinya." Ucap Elma yang takut jika istri mantan suaminya akan memergoki dirinya, sebisa mungkin untuk menghindarinya.


Virzo yang merasa bersalah besar, pun langsung menggenggam tangan miliknya Elma.


"Maafkan aku yang sudah membuatmu terluka dan menderita. Aku siap menerima hukuman darimu. Katakan padaku, bagaimana caranya agar aku bisa menebus kesalahanku terhadap mu diwaktu dulu." Ucap Virzo dengan penuh penyesalan.


"Kamu gak salah, itu sudah menjadi pilihan mu untuk menikah dengan perempuan yang kamu cintai, bukan bersama perempuan yang tidak kamu cintai. Lagi pula istrimu pasti hebat, karena sudah membuatmu menjadi orang yang peduli dengan orang lain, juga aku lihat, bahwa kamu banyak perubahan. Aku yakin, jika istrimu yang sudah menjadikan mu sosok lelaki yang hebat."

__ADS_1


Virzo tidak menjawabnya sama sekali, justru menggelengkan kepalanya.


"Sudah larut malam, lebih baik kamu istirahat. Aku dan kamu bukanlah suami istri lagi, keluar lah. Aku tahu ini rumah kamu, tapi tidak pantas seorang laki-laki yang bukan suami berada dalam satu kamar dengan wanita yang bukan istrinya." Jawab Elma sambil mengatupkan kedua tangannya, yakni seraya memohon.


"Baiklah, aku akan keluar. Tidurlah sudah larut malam, jaga kesehatan kamu. Kalau kamu butuh sesuatu yang darurat, kamu bisa tekan tombol disebelah tempat tidur. Selamat malam, mimpi yang indah." Ucap Virzo dan segera keluar dari kamar tamu dan segera ke kamarnya untuk istirahat.


Elma yang tengah sendirian kembali teringat dengan mantan suaminya.


"Besok pagi aku harus keluar dari rumah ini sebelum istrinya bertemu denganku, pasti akan menambah masalah jika aku bertemu. Ya, aku harus pergi sepagi mungkin, bila perlu sebelum matahari terbit aku sudah keluar dari rumah ini." Gumamnya sambil memeluk bantal.


Elma yang badannya sudah merasa risih, ingin cepat-cepat membersihkan diri agar


badannya terasa segeran dikit, pikirnya.


Selesai mandi dirinya baru teringat jika didalam kamar tersebut tidak ada baju ganti sama sekali, alhasil si Elma asal mengambil baju yang kiranya cocok untuk dipakainya.

__ADS_1


Setelah itu, Elma bergegas keluar dari kamar tamu, sekaligus terkejut ketika melihat penampilan Elma yang hanya mengenakan kaos oblongnya.


"Maaf, Nona, jika kedatang saya ini sudah mengagetkan Nona" Ucap asisten rumah saat hendak masuk, sedangkan asistennya sendiri mungkin sebaliknya.


"Ada apa memangnya, Mbak?" tanya Elma penasaran.


"Itu, Tuan Virzo meminta saya memanggilkan Nona untuk diajak sarapan pagi. Mari, Nona." Jawab salah seorang asisten rumah.


"Baik, Mbak. Terima kasih sudah memanggil saya." Ucap Elma.


"Mari, Nona."


Karena tidak ingin bertambah masalah, Elma segera menguncir rambutnya agar tidak berantakan dan bergegas keluar dari kamar tamu.


Dengan rasa percaya diri, Elma berjalan mendekatinya.

__ADS_1


__ADS_2